Cara menambah tinggi badan secara alami.
Jika Anda ingin memiliki tinggi badan yang ideal, coba saja ikuti tips untuk meninggikan badan cara alami di bawah ini, Jika anda masih berumur antara 17 - 21 tahun anda harus bergembira karena tinggi badan anda masih bisa tumbuh.
Yuk kita baca Cara menambah tinggi badan berikut dan kita coba di rumah..
1. Makan dengan bijak: Makan setiap hari (sarapan, makan siang, makan malam dan minum malam). Pastikan setiap hidangan yang diambil adalah seimbang.
2. Makan Pra-Latihan: Ambil makanan yang mempunyai protein dan karbohirat sekurang-kurangnya 2 jam sebelum kita melakukan senam peninggi badan. Miskipun kita tidak berasa lapar sebelum bersenam, kita boleh mengambil snek untuk menghindari lapar ketika bersenam. ahli makanan telah mendapati seseorang yang melakukan olahraga dengan perut kosong akan mengalami penurunan penghasilan hormon pertumbuhan sebanyak 54%.
3. Lakukan secara maksimum ketika latihan: Apa yang kita lakukan ketika lathan memberi kesan terhadap kelenjar pituitari. Kekerapan kita melakukan latihan akan menambahkan penghasilan hormon pertumbuhan. Seseorang yang kerap melakukasenam peninggi badan akan menghasilkan lebih banyak hormon ini. Pastikan kita melakukan latihan sekurang-kurangnya 3 kali seminggu (20 menit setiap sesesi)
4. Makanan tambahan: Pengambilan asam amino dalam pil muti-vitamin sebelum kita olahraga boleh membantu dalam penghasilan hormon pertumbuhan.
5. Makanan Sebelum tidur: Nah yang satu ini perlu diperhatikan,jangan ambil makanan dalam jumlah yang banyak sebelum kita tidur.Hal ini dilakukan agar tubuh tidak banyak menggalakan penghasilan hormon insulin.Badan kita akan menghasilkan hormon pertumbuhan dalam waktu 2 jam sesudah makan.Penghasilan hormon insulin akan menurunkan penghasilan hormon pertumbuhan.
6. Tidur yang mencukupi: Pastikan anda meluangkan waktu sebanyak 8 jam sehari di atas tempat tidur.Kurang Tidur dapat merendahkan penghasilan hormon pertumbuhan.Usahakan bagi balita mendapatkan waktu tidur yang cukup,sekitar 9 jam.sedangkan bagi remaja dan dewasa ambillah tidur sekitar 7-8 jam sehari.
Tips meninggikan badan di atas hasilnya bervariasi tergantung anda sendiri, dan lakukan dengan sungguh sungguh agar hasilnya berdasarkan apa yang anda harapkan.
" ketika ku tak sanggup melangkah,, hilang arah dalam kesendirian,, tiada mentari bagai malam yang kelam,, tiada tempat untuk berlabuh,, bertahan terus berharap,, Allah selalu di sisimu.. Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah ada jalan.. Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah ada jalan.. Ya Allah tuntun langkahku di jalan-MU.. Hanya engkaulah pelitaku Tuntun aku di jalan-MU selamanya. "
Rabu, 27 Oktober 2010
Cara Menambah Tinggi Badan Secara Alami
Enam Alasan Pria Selingkuh
Ada saja alasan terucap saat pria melakukan perselingkuhan. Beberapa pria mengaku terpaksa mengkhianati istri karena khilaf, ada juga yang merasa dendam. Mayoritas bahkan percaya diri melakukannya karena yakin tak akan pernah ketahuan.
Apa sebenarnya yang membuat pria nekat menipu pasangan? Konselor hubungan, dr Kamal Khurana, berusaha menggali alasan di balik perselingkuhan pria. Berikut, beberapa hasil analisanya, seperti dikutip dari laman Times of India:
1. Masalah rumah tangga Banya pria merasa tertekan akibat pertengkaran yang terjadi bersama pasangan. Jika terus dibiarkan, pola kehidupan rumah tangga seperti ini membuat mereka lebih suka berada di luar rumah. Ini membuka kesempatan mereka bertemu wanita yang menjadi saran mencurahkan isi hati. Efek selanjutnya, potensial membuka peluang selingkuh.
2. Bosan dengan kehidupan monoton Beberapa pria mungkin menemukan rutinitas kehidupan rumah tangga yang membosankan. Kondisi ini biasanya membuat hubungan terasa hambar sehingga cenderung mengedepankan hubungan lain dan ingin merasakan percikan luar yang mendebarkan. Rasa bosan seringkali memicu pria untuk mencari kesenangan di luar rumah.
3. Ingin balas dendamPengalaman pahit seperti pengkhianatan istri bisa menuai dendam. Saat ini terjadi, ego pria umumnya akan bermain dan mudah memunculkan niat membalas dendam.
4. Kepuasan emosionalIstri yang terlalu sibuk dengan pekerjaan, mengurus anak atau lainnya seringkali membuat pria merasa terabaikan. Padahal, pria sangat suka mendapat perhatian atau sentuhan agar merasa dihargai.
7. Mempercepat perceraianUndang-undang menganggap perselingkuhan dalam rumah tangga sebagai alasan adil bagi istri untuk meminta perceraian. Itulah mengapa perselingkuhan kemudian dimanfaatkan sejumlah pasangan rumah tangga sebagai syarat pernikahan yang batu.
6. Menyukai eksperimen seksualHubungan seksual merupakan bagian tak terpisahkan dalam sebuah perkawinan. Mayoritas cukup puas dengan hubungan seksual bersama pasangannya seumur hidup. Tapi, ada pula yang memilih atau sekedar mencoba merasakannya dengan pasangan berbeda. Bahkan, tak jarang pria menganggap hubungan seksual tanpa cinta bukanlah perselingkuhan.
Source. http://kosmo.vivanews.com/news/read/185381-enam-alasan-pria-selingkuh
Apa sebenarnya yang membuat pria nekat menipu pasangan? Konselor hubungan, dr Kamal Khurana, berusaha menggali alasan di balik perselingkuhan pria. Berikut, beberapa hasil analisanya, seperti dikutip dari laman Times of India:
1. Masalah rumah tangga Banya pria merasa tertekan akibat pertengkaran yang terjadi bersama pasangan. Jika terus dibiarkan, pola kehidupan rumah tangga seperti ini membuat mereka lebih suka berada di luar rumah. Ini membuka kesempatan mereka bertemu wanita yang menjadi saran mencurahkan isi hati. Efek selanjutnya, potensial membuka peluang selingkuh.
2. Bosan dengan kehidupan monoton Beberapa pria mungkin menemukan rutinitas kehidupan rumah tangga yang membosankan. Kondisi ini biasanya membuat hubungan terasa hambar sehingga cenderung mengedepankan hubungan lain dan ingin merasakan percikan luar yang mendebarkan. Rasa bosan seringkali memicu pria untuk mencari kesenangan di luar rumah.
3. Ingin balas dendamPengalaman pahit seperti pengkhianatan istri bisa menuai dendam. Saat ini terjadi, ego pria umumnya akan bermain dan mudah memunculkan niat membalas dendam.
4. Kepuasan emosionalIstri yang terlalu sibuk dengan pekerjaan, mengurus anak atau lainnya seringkali membuat pria merasa terabaikan. Padahal, pria sangat suka mendapat perhatian atau sentuhan agar merasa dihargai.
7. Mempercepat perceraianUndang-undang menganggap perselingkuhan dalam rumah tangga sebagai alasan adil bagi istri untuk meminta perceraian. Itulah mengapa perselingkuhan kemudian dimanfaatkan sejumlah pasangan rumah tangga sebagai syarat pernikahan yang batu.
6. Menyukai eksperimen seksualHubungan seksual merupakan bagian tak terpisahkan dalam sebuah perkawinan. Mayoritas cukup puas dengan hubungan seksual bersama pasangannya seumur hidup. Tapi, ada pula yang memilih atau sekedar mencoba merasakannya dengan pasangan berbeda. Bahkan, tak jarang pria menganggap hubungan seksual tanpa cinta bukanlah perselingkuhan.
Source. http://kosmo.vivanews.com/news/read/185381-enam-alasan-pria-selingkuh
Tujuh Rahasia Wanita Saat Bercinta
Menjalani kehidupan seksual, pasangan suami istri tidak bisa saling egois. Masing-masing perlu memahami keinginan pasangan agar sama-sama mencapai kebahagiaan dalam berumah tangga.
Masalahnya, seringkali wanita tidak berani mengungkapkan apa yang ia rasakan. Akibatnya, banyak suami bertanya-tanya, bagaimana bisa memuaskan pasangannya.
Yang perlu diketahui para suami, wanita memiliki rahasia yang bisa membuat gairahnya makin menggebu-gebu. Agar suami tidak lagi merasa bingung, artikel ini membocorkan tujuh rahasia bercinta wanita, seperti dikutip dari Timesofindia.
1. Ungkapkan perasaan cinta
Gairah wanita akan lebih mudah menyala bila mereka mendengarkan ungkapan-ungkapan tentang perasaan cinta dari pasangannya. Pria harus bisa mengutarakan perasaannya, agar hasrat bercinta sang istri bisa tersulut dalam waktu singkat.
2. Banyak wanita khawatir tentang penampilan
Setelah menikah dan melahirkan, banyak wanita yang merasa kurang lagi bagi pasangan. Karena itu, untuk meningkatkan rasa percaya dirinya, sesekali berikan pujian padanya. Hal ini akan berefek pada 'aksi' wanita saat bercinta.
3. Wanita ingin suami membantu meningkatkan mood bercinta
Wanita membutuhkan perasaan dan perlakuan yang lembut sebelum bercinta. Misalnya, bagaimana memperlakukannya saat ke tempat tidur. Hal ini sangat mempengaruhi respon dan performanya di tempat tidur. Sikap tidak perhatian, bahasa kasar, nada kasar, kata-kata menyakitkan, dan kritik hanya membuat wanita sulit merasa antusias dan bersemangat saat berhubungan seks.
4. Orgasme bukan suatu keharusan bagi wanita
Banyak pria berpikir bahwa pasangan baik adalah yang bisa membuat wanita mencapai puncak kenikmatan seksual. Memang tidak salah jika bisa menyenangkan pasangan, tapi keharusan klimaks tidak selalu penting bagi wanita. Terkadang daripada harus klimaks, wanita lebih menyukai foreplay saja.
5. Jangan terlalu serius saat bercinta
Bercinta dengan selingan main-main justru lebih berkualitas. Banyak pria yang terlalu serius tentang kegiatan seks. Mereka lupa untuk tertawa, romantis, nakal, dan bersenang-senang. Bercinta sambil melakukan permainan dapat membuat momen intim menjadi menyenangkan dan santai.
6. Wanita suka belaian
Wanita menyukai perlakuan romantis, pelukan, pegangan tangan dan ciuman. Banyak wanita mengeluh, karena pasangan mereka jarang atau tidak pernah melakukan hal ini. Tak hanya saat bercinta, saat menghabiskan waktu berdua, wanita suka dimanja dengan sentuhan dan ciuman.
7. Pentingnya perhatian hangat setelah bercinta
Sebagian wanita mengeluhkan pasangan mereka yang langsung tertidur setelah bercinta. Memang benar bahwa ketika seorang pria berhubungan seks, tingkat endorphinnya sangat tinggi. Setelah ejakulasi, pria melalui sebuah fase refraktori saat dia kehilangan ereksi. Sedangkan bagi wanita, fase itu terjadi secara bertahap.
Jadi, jika Anda tidak suka pasangan langsung tidur, katakan padanya. Ajak suami mengobrol saat Anda masih dalam pelukannya. Setelah itu, Anda berdua pun bisa tertidur pulas.
Source. http://id.news.yahoo.com/viva/20101026/tls-tujuh-rahasia-wanita-saat-bercinta-34dae5e.html
Masalahnya, seringkali wanita tidak berani mengungkapkan apa yang ia rasakan. Akibatnya, banyak suami bertanya-tanya, bagaimana bisa memuaskan pasangannya.
Yang perlu diketahui para suami, wanita memiliki rahasia yang bisa membuat gairahnya makin menggebu-gebu. Agar suami tidak lagi merasa bingung, artikel ini membocorkan tujuh rahasia bercinta wanita, seperti dikutip dari Timesofindia.
1. Ungkapkan perasaan cinta
Gairah wanita akan lebih mudah menyala bila mereka mendengarkan ungkapan-ungkapan tentang perasaan cinta dari pasangannya. Pria harus bisa mengutarakan perasaannya, agar hasrat bercinta sang istri bisa tersulut dalam waktu singkat.
2. Banyak wanita khawatir tentang penampilan
Setelah menikah dan melahirkan, banyak wanita yang merasa kurang lagi bagi pasangan. Karena itu, untuk meningkatkan rasa percaya dirinya, sesekali berikan pujian padanya. Hal ini akan berefek pada 'aksi' wanita saat bercinta.
3. Wanita ingin suami membantu meningkatkan mood bercinta
Wanita membutuhkan perasaan dan perlakuan yang lembut sebelum bercinta. Misalnya, bagaimana memperlakukannya saat ke tempat tidur. Hal ini sangat mempengaruhi respon dan performanya di tempat tidur. Sikap tidak perhatian, bahasa kasar, nada kasar, kata-kata menyakitkan, dan kritik hanya membuat wanita sulit merasa antusias dan bersemangat saat berhubungan seks.
4. Orgasme bukan suatu keharusan bagi wanita
Banyak pria berpikir bahwa pasangan baik adalah yang bisa membuat wanita mencapai puncak kenikmatan seksual. Memang tidak salah jika bisa menyenangkan pasangan, tapi keharusan klimaks tidak selalu penting bagi wanita. Terkadang daripada harus klimaks, wanita lebih menyukai foreplay saja.
5. Jangan terlalu serius saat bercinta
Bercinta dengan selingan main-main justru lebih berkualitas. Banyak pria yang terlalu serius tentang kegiatan seks. Mereka lupa untuk tertawa, romantis, nakal, dan bersenang-senang. Bercinta sambil melakukan permainan dapat membuat momen intim menjadi menyenangkan dan santai.
6. Wanita suka belaian
Wanita menyukai perlakuan romantis, pelukan, pegangan tangan dan ciuman. Banyak wanita mengeluh, karena pasangan mereka jarang atau tidak pernah melakukan hal ini. Tak hanya saat bercinta, saat menghabiskan waktu berdua, wanita suka dimanja dengan sentuhan dan ciuman.
7. Pentingnya perhatian hangat setelah bercinta
Sebagian wanita mengeluhkan pasangan mereka yang langsung tertidur setelah bercinta. Memang benar bahwa ketika seorang pria berhubungan seks, tingkat endorphinnya sangat tinggi. Setelah ejakulasi, pria melalui sebuah fase refraktori saat dia kehilangan ereksi. Sedangkan bagi wanita, fase itu terjadi secara bertahap.
Jadi, jika Anda tidak suka pasangan langsung tidur, katakan padanya. Ajak suami mengobrol saat Anda masih dalam pelukannya. Setelah itu, Anda berdua pun bisa tertidur pulas.
Source. http://id.news.yahoo.com/viva/20101026/tls-tujuh-rahasia-wanita-saat-bercinta-34dae5e.html
Perceraian Itu Perkara Halal yang Dibenci Alloh
Dari Umar, ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesuatu yang halal tapi dibenci Allah adalah perceraian” [H.R. Abu Daud dan Hakim]
Tentunya bukan suatu kebetulan bila Rasulullah saw. berkata dengan susunan kalimat di atas yang menuntut kejelian kita untuk memahami dengan iman bahwa kita harus berpikir seribu kali sebelum memutuskan untuk bercerai, karena pada kalimat tersebut yang ditekankan adalah kebencian Allah pada perceraian itu bukan pada halalnya. Sebagai perbandingan mari kita rasakan perbedaan dua kalimat berikut ini:
MITSAQAN GHALIZHA
Di saat kita dinikahkan maka pada saat itu Allah SWT. telah menciptakan Mitsaqon Ghalizha di antara keduanya yaitu sebuah ikatan yang kuat dalam perjanjian yang kokoh.
Allah secara istimewa menempatkan Mitsaqan Ghalizha (perjanjian yang kokoh) pada tiga tempat dalam al-Qur’an:
Sedangkan bila kita meruntuhkan ikatan perjanjian kokoh tersebut berarti tak ubahnya seperti Bani Israil… naudzubillahimindzalik.
Allah yang menciptakan ikatan perjanjian kokoh pernikahan, maka Allah pula yang lebih patut untuk memutuskannya. Lalu mengapa kita tega untuk melakukan hal yang menghancurkan apa yang telah dibangunkan Allah dalam pernikahan tersebut?
Inilah salah satu dari maksud mengapa Allah membenci perceraian sekalipun halal karena di situ kita telah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan apa yang dicintai Allah yaitu agar kita tetap berjuang untuk mempertahankan Mitsaqan Ghalizha pernikahan.
NAFSU YANG BERBUNGKUS SOLUSI
Sungguh sangat menyedihkan pasangan yang dengan enteng membawa nama Allah hanya untuk agar ia tidak dipersalahkan atas keputusan untuk bercerai yang mereka ambil. Perceraian bukanlah solusi karena ia dibenci oleh Allah.
Maka marilah kita kita membuka mata dan merenungkannya dengan pikiran yang jernih mengapa perceraian dibenci oleh Allah. Tak lain karena perceraian pada hakikatnya bukanlah solusi untuk mengatasi masalah, melainkan cara untuk melarikan diri dari masalah. Padahal Allah lebih mencintai orang-orang yang tekun dan sabar dalam perjuangannya sebagaimana firman-Nya:
Tentunya bukan suatu kebetulan bila Rasulullah saw. berkata dengan susunan kalimat di atas yang menuntut kejelian kita untuk memahami dengan iman bahwa kita harus berpikir seribu kali sebelum memutuskan untuk bercerai, karena pada kalimat tersebut yang ditekankan adalah kebencian Allah pada perceraian itu bukan pada halalnya. Sebagai perbandingan mari kita rasakan perbedaan dua kalimat berikut ini:
- “Dia itu pintar tapi judes!“
- “Dia itu judes tapi pintar!“
MITSAQAN GHALIZHA
Di saat kita dinikahkan maka pada saat itu Allah SWT. telah menciptakan Mitsaqon Ghalizha di antara keduanya yaitu sebuah ikatan yang kuat dalam perjanjian yang kokoh.
Allah secara istimewa menempatkan Mitsaqan Ghalizha (perjanjian yang kokoh) pada tiga tempat dalam al-Qur’an:
- Mitsaqan Ghalizha antara Allah dan para nabi“Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh (Mitsaqan Ghalizha).” [Q.S. al-Ahzab 33:7]
- Mitsaqan Ghalizha ketika Allah meminta Bani Israil untuk bersumpah setia kepada-Nya:Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka: “Masuklah pintu gerbang itu sambil bersujud”, dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka: “Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu”, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh (Mitsaqan Ghalizha). [Q.S. an-Nisaa' 4:154]
- Mitsaqan Ghalizha Pernikahan:”…Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat (Mitsaqan Ghalizha).” [Q.S. an-Nisaa' 4:154]
Sedangkan bila kita meruntuhkan ikatan perjanjian kokoh tersebut berarti tak ubahnya seperti Bani Israil… naudzubillahimindzalik.
Allah yang menciptakan ikatan perjanjian kokoh pernikahan, maka Allah pula yang lebih patut untuk memutuskannya. Lalu mengapa kita tega untuk melakukan hal yang menghancurkan apa yang telah dibangunkan Allah dalam pernikahan tersebut?
Inilah salah satu dari maksud mengapa Allah membenci perceraian sekalipun halal karena di situ kita telah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan apa yang dicintai Allah yaitu agar kita tetap berjuang untuk mempertahankan Mitsaqan Ghalizha pernikahan.
NAFSU YANG BERBUNGKUS SOLUSI
Sungguh sangat menyedihkan pasangan yang dengan enteng membawa nama Allah hanya untuk agar ia tidak dipersalahkan atas keputusan untuk bercerai yang mereka ambil. Perceraian bukanlah solusi karena ia dibenci oleh Allah.
Maka marilah kita kita membuka mata dan merenungkannya dengan pikiran yang jernih mengapa perceraian dibenci oleh Allah. Tak lain karena perceraian pada hakikatnya bukanlah solusi untuk mengatasi masalah, melainkan cara untuk melarikan diri dari masalah. Padahal Allah lebih mencintai orang-orang yang tekun dan sabar dalam perjuangannya sebagaimana firman-Nya:
…Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. [Q.S. an-Nisaa' 4:19]
Kalaulah surga yang menjadi tujuan kita, seberat apa pun perjuangan dan pengorbanan yang harus dilakukan, kita akan tetap berupaya mempertahankan keutuhan pernikahan. Bahkan, pernikahan yang di dalamnya penuh dengan onak dan duri, bila disikapi dengan positif, merupakan “jalan pintas” yang disediakan Allah untuk memperoleh surga-Nya.
Selasa, 26 Oktober 2010
Wanita Tangguh, melukis kekuatan melalui proses kehidupan. Bersabar saat menghadapi tekanan,Tersenyum disaat hati 'menangis', Diam saat terhina, Mempesona karena memaafkan. Wanita Tangguh,mengasihi tanpa pamrih & bertambah kuat didalam do'a dan pengharapan.
Senin, 25 Oktober 2010
wanita-wanita tegar
Wajah Ida Laksmiwati terlihat tenang menghadapi puluhan lensa kamera. Senyum tipis mengembang di bibirnya saat seratusan wartawan menyapanya. Ida kemudian duduk di samping Antasari Azhar, ketua KPK nonaktif yang juga suaminya.
Siang itu, Minggu 3 Mei, Ida memang menemani sang suami yang sedang dirundung masalah besar menggelar jumpa pers. Tidak tanggung-tanggung, Antasari diduga terkait kasus penembakan hingga tewas Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB), Nasrudin Zulkarnaen.Ironisnya, persoalan itu ditengarai timbul karena masalah syahwat. Antasari dan Nasrudin terlibat cinta segitiga dengan seorang wanita muda bernama Rhani Juliani. Wanita tersebut berprofesi sebagai cady di lapangan golf tempat Antasari maupun Nasrudin berolah raga.
Ikut sertanya Ida, wanita yang telah memberi Antasari dua anak tersebut, dalam jumpa pers itu tentunya bukan tanpa maksud. Antasari atau kuasa hukumnya, sepertinya ingin menunjukkan kepada publik bahwa pihak keluarga memberikan support. Keluarga tidak percaya isu yang sedang menerjang orang nomor 1 di KPK itu.
Tampilnya Ida juga seolah ingin menggambarkan hubungan Antasari dan istri sangat romantis. Tengok saja bagaimana keduanya berpelukan mesra usai jumpa pers.
"Mengenai berita yang beredar, saya tetap percaya pada suami saya. Itu hanyalah teror," kata Ida dengan nada datar.
Jurus menghadirkan sosok istri dalam jumpa pers atau tampil di depan publik oleh seorang tokoh atau politisi yang terbelit masalah, khususnya dugaan kasus perselingkuhan, memang biasa dilakukan. Tidak hanya tokoh nasional, tokoh internasional pun juga menerapkan jurus itu. Penampilan mereka biasanya dibumbui adegan-adegan mesra.
Masih ingat bukan tentang skandal seks yang melibatkan mantan presiden AS Bill Clinton dengan salah seorang staf wanitanya bernama Monica Samille Lewinsky? Desakan agar Clinton mundur dari singgasana kepresidenan AS langsung menyeruak.
Namun kondisi itu perlahan berubah saat istri Clinton, Hillary, 'turun tangan'. Hillary tampil dan memberikan dukungan penuh pada suaminya. Kepercayaan publik AS pun kembali pulih kepada Clinton.
Di Tanah Air sederet nama tokoh dan politisi juga pernah diguncang isu tak sedap itu. Sebut saja Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir, mantan politikus Partai Golkar Yahya Zaini dan politikus PDIP Max Moein.
Di akhir Maret 2006, Soetrisno Bachir atau akrab disapa SB, diguncang isu perselingkuhan dengan artis Nia Paramitha yang juga istri Gusti Randa. Isu itu berawal dari kedekatan SB dan Nia. Dalam berbagai kegiatan partai, keduanya memang kerap terlihat bersama.
Dan seperti biasa, isu itu pun dibantah tegas oleh SB. Menurut pengusaha asal Pekalongan, Jawa Tengah ini, isu tersebut sama sekali tidak benar.
Selain membantah dengan pernyataan, SB juga memakai jurus tampil mesra dengan Anita Rosana Dewi, wanita yang dinikahinya pada tahun 1989. Anita menjadi sering ikut ke mana pun SB pergi. Bahkan dalam sebuah acara PAN di Pontianak, Kalimantan Barat, SB mengumbar kata-kata manis untuk sang istri. "Tentu saja istri saya jauh lebih cantik," kata SB seolah ingin
menyatakan dirinya tak mungkin berselingkuh dengan Nia.
Sikap tegar juga ditunjukkan oleh Sharmila, istri Yahya Zaini. Cobaan terhadap Sharmila bahkan bisa dibilang lebih hebat daripada Anita. Sebab sang suami tidak sekadar diterpa gosip perselingkuhan, tapi peredaran video mesumnya dengan penyanyi dangdut Maria Eva.
Namun Sharmila tetap sanggup tampil sebagai dewa penolong. Dia mengaku ikhlas menerima kenyataan yang bagi banyak istri mungkin sebuah kiamat.
"Kami tetap memberikan dukungan dan menerima dengan ikhlas semua ini," ujar Sharmila saat memberikan keterangan pers didampingi sang suami.
Hillary, Ida Laksmiwati, Anita, dan Sharmila, adalah kisah tentang ketegaran para istri. Mereka mampu menangis dan tersenyum di saat yang sama. Tampil mesra penuh cinta bersama suami, yang mungkin sekaligus lelaki paling dibencinya saat itu.
HAK ASUH ANAK SETELAH PERCERAIAN
Perkawinan adalah upaya menyatukan dua pribadi yang berbeda satu sama lain. Dalam kenyataannya tidak semua perkawinan dapat berlangsung dengan langgeng dan tentunya tidak ada seorang pun yang ingin perkawinannya berakhir dengan jalan perceraian. Namun apa daya, saat semua upaya dikerahkan untuk menyelamatkan suatu perkawinan ternyata pada akhirnya diputus cerai oleh pengadilan. Dengan putusnya suatu perkawinan berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde), maka akan ada akibat – akibat hukum yang mengikutinya, salah satunya adalah mengenai Hak Asuh atas anak – anak yang lahir dari perkawinan tersebut.
Dalam kesempatan kali ini, Koridor Hukum akan membahas topik mengenai Anak Setelah Perceraian terjadi sesuai dengan dasar hukum yang ada dan penerapannya dalam masyarakat.
Akibat Hukum Dari Putusnya Perkawinan Karena Perceraian.
Berdasarkan ketentuan Pasal 41 Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (“UU Perkawinan”) disebutkan bahwa akibat dari putusnya suatu perkawinan karena perceraian adalah:
a. Baik ibu atau bapak tetap berkewajiban memelihara dan mendidik anak-anaknya, semata-mata berdasarkan kepentingan anak, bilamana ada perselisihan mengenai penguasaan anak-anak, Pengadilan memberi keputusannya.
b. Bapak yang bertanggung jawab atas semua biaya pemeliharaan dan pendidikan yang diperlukan anak itu, bilamana bapak dalam kenyataannya tidak dapat memberi kewajiban tersebut pengadilan dapat menentukan bahwa Ibu ikut memikul biaya tersebut.
c. Pengadilan dapat mewajibkan kepada bekas suami untuk memberikan biaya penghidupan dan/atau menentukan sesuatu kewajiban bagi bekas isteri.
Berdasarkan Pasal 41 UU Perkawinan yang telah kami kutip di atas, maka jelas bahwa meskipun suatu perkawinan sudah putus karena perceraian, tidaklah mengakibatkan hubungan antara orang tua (suami dan isteri yang telah bercerai) dan anak – anak yang lahir dari perkawinan tersebut menjadi putus.
Sebab dengan tegas diatur bahwa suami dan istri yang telah bercerai tetap mempunyai kewajiban sebagai orang tua yaitu untuk memelihara dan mendidik anak – anaknya, termasuk dalam hal pembiayaan yang timbul dari pemeliharaan dan pendidikan dari anak tersebut.
Ketentuan di atas juga menegaskan bahwa Negara melalui UU Perkawinan tersebut telah memberikan perlindungan hukum bagi kepentingan anak – anak yang perkawinan orang tuanya putus karena perceraian.
Secara sosiologis dalam masyarakat seringkali dijumpai istilah “bekas suami” atau “bekas isteri”, namun tidak pernah sama sekali dijumpai adanya istilah “bekas bapak”, “bekas ibu” atau “bekas anak” karena hubungan darah dari orang tua dan anak tidak pernah dapat dipisahkan oleh apapun juga.
Meskipun demikian suatu perceraian selain mempunyai akibat secara hukum juga mempunyai akibat secara sosiologis dan psikologis bagi pribadi anak tersebut, untuk itu diperlukan pertimbangan yang matang dan bijaksana sebelum memutuskan untuk mengakhiri perkawinan.
Permohonan Untuk Mendapatkan Hak Asuh
Perlu dicermati bahwa ketentuan Pasal 41 huruf a, UU Perkawinan pada bagian terakhir menyatakan bahwa ”bilamana ada perselisihan mengenai penguasaan anak-anak, pengadilan memberi keputusannya.”
Berangkat dari ketentuan tersebut maka dalam suatu gugatan perceraian, selain dapat memohonkan agar perkawinan itu putus karena perceraian, maka salah satu pihak juga dapat memohonkan agar diberikan Hak Asuh atas anak – anak (yang masih dibawah umur) yang lahir dari perkawinan tersebut.
Dalam UU Perkawinan sendiri memang tidak terdapat definisi mengenai Hak Asuh tersebut, namun jika kita melihat Pasal 1 angka 11, Undang Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (UU Perlindungan Anak), terdapat istilah ”Kuasa Asuh” yaitu ”kekuasaan orang tua untuk mengasuh, mendidik, memelihara, membina, melindungi, dan menumbuhkembangkan anak sesuai dengan agama yang dianutnya dan kemampuan, bakat, serta minatnya.”
Selain itu juga dalam Pasal 1 angka 10, UU Perlindungan Anak terdapat pula istilah ”Anak Asuh” yaitu : ”Anak yang diasuh oleh seseorang atau lembaga, untuk diberikan bimbingan, pemeliharaan, perawatan, pendidikan, dan kesehatan, karena orang tuanya atau salah satu orang tuanya tidak mampu menjamin tumbuh kembang anak secara wajar.”
Istilah Kuasa Asuh dan Anak Asuh ini menurut hemat kami setidak – tidaknya dapat memberikan gambaran mengenai pengertian dari Hak Asuh itu sendiri. Jadi dalam suatu perkara perceraian, selain dapat memohonkan agar perkawinannya dinyatakan putus karena perceraian, maka salah satu pihak dapat memohonkan agar Hak Asuh atas anak – anak yang lahir dari perkawinan tersebut diberikan kepadanya.
Seluk Beluk Pemberian Hak Asuh Anak
Sesuai dengan apa yang kami sampaikan di atas tentunya akan timbul suatu pertanyaan, siapakah diantara bapak atau ibu yang paling berhak untuk memperoleh Hak Asuh atas anak tersebut.
Satu-satunya aturan yang dengan jelas dan tegas memberikan pedoman bagi hakim dalam memutus pemberian hak asuh atas anak tersebut terdapat dalam Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang menyatakan:
“Dalam hal terjadi perceraian :
a. pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya.
b. pemeliharaan anak yang sudah mumayyiz diserahkan kepada anak untuk memilih di antara ayah atau ibunya sebagai pemegang hak pemeliharaan.
c. biaya pemeliharaan ditanggung oleh ayahnya.”
Ketentuan KHI diatas nampaknya tidak dapat berlaku secara universal, karena hanya akan mengikat bagi mereka yang memeluk agama Islam (yang perkaranya diperiksa dan diputus di Pengadilan Agama).
Sedangkan untuk orang – orang yang bukan beragama Islam (yang perkaranya diperiksa dan diputus di Pengadilan Negeri), karena tidak ada pedoman yang secara tegas mengatur batasan pemberian hak asuh bagi pihak yang menginginkannya, maka hakim dalam menjatuhkan putusannya akan mempertimbangkan antara lain pertama, fakta-fakta yang terungkap dipersidangan; kedua, bukti – bukti yang diajukan oleh para pihak; serta argumentasi yang dapat meyakinkan hakim mengenai kesanggupan dari pihak yang memohonkan Hak Asuh Anak tersebut dalam mengurus dan melaksanakan kepentingan dan pemeliharaan atas anak tersebut baik secara materi, pendidikan, jasmani dan rohani dari anak tersebut.
Misalnya dalam persidangan tersebut terungkap bahwa suami/istri tersebut sering berbuat kasar dan memiliki perilaku yang buruk seperti mabuk, berjudi dan sebagainya. Selain itu akan diperhatikan juga dari segi finansial, apakah pihak yang memohonkan Hak Asuh Anak tersebut memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan baik sandang, pangan dan papan dari anak tersebut nantinya.
Semua ini dipertimbangkan oleh hakim semata-mata dilakukan demi kepentingan dan kemanfaatan dari si anak tersebut. Tentunya mereka yang tidak dapat memberikan penghidupan yang layak bagi si anak, sangat sulit untuk diberikan Hak Asuh.
Permasalahan lain yang dapat timbul dari pemberian hak asuh tersebut antara lain, keinginan dari pihak Bapak/Ibu yang tidak mendapat Hak Asuh untuk tetap dapat bertemu dengan anak – anaknya yang berada dalam pengasuhan Bapak/Ibu yang mendapatkan Hak Asuh atas anak-anak tersebut.
Sehingga sekali lagi dapat dikatakan bahwa pemberian Hak Asuh kepada salah satu pihak, entah itu diberikan kepada pihak Bapak atau Ibu, sekali – kali tidak menghilangkan hubungan antara Bapak/Ibu yang tidak mempunyai Hak Asuh dengan anak tersebut. Hal tersebut dapat dimohonkan agar dituangkan dalam putusan atas perkara tersebut (sesuai dengan permohonan para pihak) agar pihak Bapak/Ibu sewaktu – waktu dapat bertemu dengan anak – anaknya dengan sepengetahuan dari Bapak/Ibu yang mempunyai Hak Asuh atas anak tersebut.
Anak, Bukan Objek Yang Dapat Dieksekusi
Selain itu dalam praktik juga terdapat permasalahan lain, apabila salah satu pihak sudah dinyatakan sebagai pemegang Hak Asuh, namun anak – anaknya berada dalam penguasaan pihak lain. Dengan mengantongi putusan tersebut, apakah untuk mendapatkan anak tersebut perlu ”dieksekusi” sebagaimana dalam perkara perdata lainnya? Sebaiknya tidak, karena anak bukanlah suatu barang melainkan pribadi yang mempunyai pikiran dan perasaan. Ada baiknya penyerahan atas anak tersebut dilakukan oleh suami dan isteri yang telah bercerai tersebut dengan cara mengkomunikasikannya terlebih dahulu secara baik – baik dan kekeluargaan, sehingga tidak menimbulkan permasalahan lain dikemudian hari, yang tentunya akan membawa efek negatif bagi perkembangan anak tersebut.
Dalam kesempatan kali ini, Koridor Hukum akan membahas topik mengenai Anak Setelah Perceraian terjadi sesuai dengan dasar hukum yang ada dan penerapannya dalam masyarakat.
Akibat Hukum Dari Putusnya Perkawinan Karena Perceraian.
Berdasarkan ketentuan Pasal 41 Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (“UU Perkawinan”) disebutkan bahwa akibat dari putusnya suatu perkawinan karena perceraian adalah:
a. Baik ibu atau bapak tetap berkewajiban memelihara dan mendidik anak-anaknya, semata-mata berdasarkan kepentingan anak, bilamana ada perselisihan mengenai penguasaan anak-anak, Pengadilan memberi keputusannya.
b. Bapak yang bertanggung jawab atas semua biaya pemeliharaan dan pendidikan yang diperlukan anak itu, bilamana bapak dalam kenyataannya tidak dapat memberi kewajiban tersebut pengadilan dapat menentukan bahwa Ibu ikut memikul biaya tersebut.
c. Pengadilan dapat mewajibkan kepada bekas suami untuk memberikan biaya penghidupan dan/atau menentukan sesuatu kewajiban bagi bekas isteri.
Berdasarkan Pasal 41 UU Perkawinan yang telah kami kutip di atas, maka jelas bahwa meskipun suatu perkawinan sudah putus karena perceraian, tidaklah mengakibatkan hubungan antara orang tua (suami dan isteri yang telah bercerai) dan anak – anak yang lahir dari perkawinan tersebut menjadi putus.
Sebab dengan tegas diatur bahwa suami dan istri yang telah bercerai tetap mempunyai kewajiban sebagai orang tua yaitu untuk memelihara dan mendidik anak – anaknya, termasuk dalam hal pembiayaan yang timbul dari pemeliharaan dan pendidikan dari anak tersebut.
Ketentuan di atas juga menegaskan bahwa Negara melalui UU Perkawinan tersebut telah memberikan perlindungan hukum bagi kepentingan anak – anak yang perkawinan orang tuanya putus karena perceraian.
Secara sosiologis dalam masyarakat seringkali dijumpai istilah “bekas suami” atau “bekas isteri”, namun tidak pernah sama sekali dijumpai adanya istilah “bekas bapak”, “bekas ibu” atau “bekas anak” karena hubungan darah dari orang tua dan anak tidak pernah dapat dipisahkan oleh apapun juga.
Meskipun demikian suatu perceraian selain mempunyai akibat secara hukum juga mempunyai akibat secara sosiologis dan psikologis bagi pribadi anak tersebut, untuk itu diperlukan pertimbangan yang matang dan bijaksana sebelum memutuskan untuk mengakhiri perkawinan.
Permohonan Untuk Mendapatkan Hak Asuh
Perlu dicermati bahwa ketentuan Pasal 41 huruf a, UU Perkawinan pada bagian terakhir menyatakan bahwa ”bilamana ada perselisihan mengenai penguasaan anak-anak, pengadilan memberi keputusannya.”
Berangkat dari ketentuan tersebut maka dalam suatu gugatan perceraian, selain dapat memohonkan agar perkawinan itu putus karena perceraian, maka salah satu pihak juga dapat memohonkan agar diberikan Hak Asuh atas anak – anak (yang masih dibawah umur) yang lahir dari perkawinan tersebut.
Dalam UU Perkawinan sendiri memang tidak terdapat definisi mengenai Hak Asuh tersebut, namun jika kita melihat Pasal 1 angka 11, Undang Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (UU Perlindungan Anak), terdapat istilah ”Kuasa Asuh” yaitu ”kekuasaan orang tua untuk mengasuh, mendidik, memelihara, membina, melindungi, dan menumbuhkembangkan anak sesuai dengan agama yang dianutnya dan kemampuan, bakat, serta minatnya.”
Selain itu juga dalam Pasal 1 angka 10, UU Perlindungan Anak terdapat pula istilah ”Anak Asuh” yaitu : ”Anak yang diasuh oleh seseorang atau lembaga, untuk diberikan bimbingan, pemeliharaan, perawatan, pendidikan, dan kesehatan, karena orang tuanya atau salah satu orang tuanya tidak mampu menjamin tumbuh kembang anak secara wajar.”
Istilah Kuasa Asuh dan Anak Asuh ini menurut hemat kami setidak – tidaknya dapat memberikan gambaran mengenai pengertian dari Hak Asuh itu sendiri. Jadi dalam suatu perkara perceraian, selain dapat memohonkan agar perkawinannya dinyatakan putus karena perceraian, maka salah satu pihak dapat memohonkan agar Hak Asuh atas anak – anak yang lahir dari perkawinan tersebut diberikan kepadanya.
Seluk Beluk Pemberian Hak Asuh Anak
Sesuai dengan apa yang kami sampaikan di atas tentunya akan timbul suatu pertanyaan, siapakah diantara bapak atau ibu yang paling berhak untuk memperoleh Hak Asuh atas anak tersebut.
Satu-satunya aturan yang dengan jelas dan tegas memberikan pedoman bagi hakim dalam memutus pemberian hak asuh atas anak tersebut terdapat dalam Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang menyatakan:
“Dalam hal terjadi perceraian :
a. pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya.
b. pemeliharaan anak yang sudah mumayyiz diserahkan kepada anak untuk memilih di antara ayah atau ibunya sebagai pemegang hak pemeliharaan.
c. biaya pemeliharaan ditanggung oleh ayahnya.”
Ketentuan KHI diatas nampaknya tidak dapat berlaku secara universal, karena hanya akan mengikat bagi mereka yang memeluk agama Islam (yang perkaranya diperiksa dan diputus di Pengadilan Agama).
Sedangkan untuk orang – orang yang bukan beragama Islam (yang perkaranya diperiksa dan diputus di Pengadilan Negeri), karena tidak ada pedoman yang secara tegas mengatur batasan pemberian hak asuh bagi pihak yang menginginkannya, maka hakim dalam menjatuhkan putusannya akan mempertimbangkan antara lain pertama, fakta-fakta yang terungkap dipersidangan; kedua, bukti – bukti yang diajukan oleh para pihak; serta argumentasi yang dapat meyakinkan hakim mengenai kesanggupan dari pihak yang memohonkan Hak Asuh Anak tersebut dalam mengurus dan melaksanakan kepentingan dan pemeliharaan atas anak tersebut baik secara materi, pendidikan, jasmani dan rohani dari anak tersebut.
Misalnya dalam persidangan tersebut terungkap bahwa suami/istri tersebut sering berbuat kasar dan memiliki perilaku yang buruk seperti mabuk, berjudi dan sebagainya. Selain itu akan diperhatikan juga dari segi finansial, apakah pihak yang memohonkan Hak Asuh Anak tersebut memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan baik sandang, pangan dan papan dari anak tersebut nantinya.
Semua ini dipertimbangkan oleh hakim semata-mata dilakukan demi kepentingan dan kemanfaatan dari si anak tersebut. Tentunya mereka yang tidak dapat memberikan penghidupan yang layak bagi si anak, sangat sulit untuk diberikan Hak Asuh.
Permasalahan lain yang dapat timbul dari pemberian hak asuh tersebut antara lain, keinginan dari pihak Bapak/Ibu yang tidak mendapat Hak Asuh untuk tetap dapat bertemu dengan anak – anaknya yang berada dalam pengasuhan Bapak/Ibu yang mendapatkan Hak Asuh atas anak-anak tersebut.
Sehingga sekali lagi dapat dikatakan bahwa pemberian Hak Asuh kepada salah satu pihak, entah itu diberikan kepada pihak Bapak atau Ibu, sekali – kali tidak menghilangkan hubungan antara Bapak/Ibu yang tidak mempunyai Hak Asuh dengan anak tersebut. Hal tersebut dapat dimohonkan agar dituangkan dalam putusan atas perkara tersebut (sesuai dengan permohonan para pihak) agar pihak Bapak/Ibu sewaktu – waktu dapat bertemu dengan anak – anaknya dengan sepengetahuan dari Bapak/Ibu yang mempunyai Hak Asuh atas anak tersebut.
Anak, Bukan Objek Yang Dapat Dieksekusi
Selain itu dalam praktik juga terdapat permasalahan lain, apabila salah satu pihak sudah dinyatakan sebagai pemegang Hak Asuh, namun anak – anaknya berada dalam penguasaan pihak lain. Dengan mengantongi putusan tersebut, apakah untuk mendapatkan anak tersebut perlu ”dieksekusi” sebagaimana dalam perkara perdata lainnya? Sebaiknya tidak, karena anak bukanlah suatu barang melainkan pribadi yang mempunyai pikiran dan perasaan. Ada baiknya penyerahan atas anak tersebut dilakukan oleh suami dan isteri yang telah bercerai tersebut dengan cara mengkomunikasikannya terlebih dahulu secara baik – baik dan kekeluargaan, sehingga tidak menimbulkan permasalahan lain dikemudian hari, yang tentunya akan membawa efek negatif bagi perkembangan anak tersebut.
Jika Orang Tua Bercerai, Bagaimana Nasib Anak?
Salah satu pihak yang paling menderita saat terjadinya perceraian orangtua, pastilah anak-anak. Karena itu, orangtua harus pintar-pintar membicarakan permasalahan ini agar buah hati tidak mengalami shock atau penurunan mental.
Perceraian pasangan suami-istri (pasutri) kerap berakhir menyakitkan bagi pihak-pihak yang terlibat, termasuk di dalamnya adalah anak-anak. Perceraian juga dapat menimbulkan stres dan trauma untuk memulai hubungan baru dengan lawan jenis. Menurut psikiater Amerika Serikat (AS) Thomas Holmes dan Richard Rahe yang meneliti tingkat stres manusia, perceraian adalah penyebab stres kedua paling tinggi, setelah kematian pasangan hidup.
Angka perceraian di Indonesia mungkin tidak setinggi di AS (66,6 persen perkawinan berakhir dengan perceraian) ataupun di Inggris (50 persen). Namun, kita tahu bahwa di Indonesia pun banyak perkawinan berakhir dengan perceraian, apalagi kalau melihat berita-berita tentang perceraian selebriti Indonesia akhir-akhir ini. Apa sesungguhnya dampak perceraian terhadap mental anak?
Umumnya, orangtua yang bercerai akan lebih siap menghadapi perceraian dibandingkan anak-anak mereka. Hal tersebut karena sebelum mereka bercerai, biasanya didahului proses berpikir dan pertimbangan yang panjang sehingga sudah ada suatu persiapan mental dan fisik.
Tidak demikian halnya dengan anak. Mereka tiba-tiba saja harus menerima keputusan yang telah dibuat orangtua, tanpa sebelumnya punya ide atau bayangan bahwa hidup mereka akan berubah. Misalnya tiba-tiba saja ayah tidak lagi pulang ke rumah, atau ibu pergi dari rumah, atau tiba-tiba bersama ibu atau ayah pindah ke rumah baru.
Hal yang mereka tahu sebelumnya mungkin hanyalah ibu dan ayah sering bertengkar. Atau mungkin ada anak yang tidak pernah melihat orangtuanya bertengkar, karena orangtuanya benar-benar “rapi” menutupi ketegangan antara mereka berdua agar anakanak tidak takut.
Kadang kala, perceraian adalah satu-satunya jalan bagi orangtua untuk dapat terus menjalani kehidupan sesuai yang mereka inginkan. Namun apa pun alasannya, perceraian selalu menimbulkan akibat buruk pada anak, meskipun dalam kasus tertentu dianggap alternatif terbaik daripada membiarkan anak tinggal dalam keluarga dengan kehidupan pernikahan yang buruk.
Jika memang perceraian adalah satu-satunya jalan yang harus ditempuh dan tak terhindarkan lagi, apa tindakan terbaik yang harus dilakukan orangtua untuk mengurangi dampak negatif perceraian tersebut bagi perkembangan mental anak-anak mereka? Artinya, bagaimana orangtua menyiapkan anak agar dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi akibat perceraian?
Menurut M Gary Neuman, seorang pakar perceraian dari AS, ada tiga hal yang perlu dipatuhi saat pertama kali orangtua memberi tahu anak akan bercerai. Pertama dan yang paling penting adalah kedua orang tua harus bersama-sama memberi tahu anak-anak. Hal ini mesti dilakukan untuk menciptakan kesan kebersamaan saat rutinitas keluarga akan berubah. Ayah dan ibu memiliki waktu 45 detik pertama supaya perhatian anak-anak tidak berlarian ke mana-mana saat mendengar kalimat “Ayah dan Ibu tidak akan tinggal bersama lagi”.
Ada tiga pesan penting, terang dia, yang perlu disampaikan pada anak di waktu yang singkat itu, yaitu “Ayah dan Ibu sudah membuat kita berdua sedih, jadi rasanya untuk seterusnya lebih baik Ayah dan Ibu tidak tinggal sama-sama lagi”, “Kakak dan adik akan menghabiskan banyak waktu sama Ayah dan Ibu di rumah kita masing-masing” dan ”Ayah dan Ibu cerai sama sekali bukan salah kakak atau adik.”
Gary meminta orangtua melatih sesering mungkin apa yang harus dikatakan di depan anak-anak. “Mungkin pada kumpul-kumpul pertama kali dengan anak-anak, jangan gunakan dulu kata cerai. Bicarakan saja tentang rumah yang jadi ada dua, yaitu rumah Ayah dan rumah Ibu,” katanya.
Setelah Ayah dan Ibu mengutarakan tiga pesan tadi, Gary melanjutkan, tetap terus temani anakanak. Dengarkan apa yang mereka rasakan, mungkin mereka menangis atau marah. Temani mereka sambil mungkin dipeluk dan menjawab semua pertanyaan anak-anak.
Memang, masa ketika perceraian terjadi merupakan masa yang kritis buat anak, terutama menyangkut hubungan dengan orangtua yang tidak tinggal bersama. Berbagai perasaan berkecamuk dalam batin anak-anak. Pada masa ini, anak juga harus mulai beradaptasi dengan perubahan hidupnya yang baru.
Hal-hal yang biasanya dirasakan anak ketika orangtuanya bercerai adalah tidak aman, tidak diinginkan atau ditolak oleh orangtuanya yang pergi, sedih dan kesepian, marah, kehilangan, merasa bersalah, menyalahkan diri sendiri sebagai penyebab orangtua bercerai.
Perasaan-perasaan itu oleh anak dapat termanifestasi dalam bentuk perilaku suka mengamuk, menjadi kasar, dan tindakan agresif lainnya, menjadi pendiam,tidak lagi ceria, tidak suka bergaul, sulit berkonsentrasi, dan tidak berminat pada tugas sekolah sehingga prestasi di sekolah cenderung menurun, suka melamun, terutama mengkhayalkan orangtuanya akan bersatu lagi.
Proses adaptasi pada umumnya membutuhkan waktu. Pada awalnya, anak akan sulit menerima kenyataan bahwa orangtuanya tidak lagi bersama. Meski banyak anak yang dapat beradaptasi dengan baik, banyak juga yang tetap bermasalah bahkan setelah bertahun-tahun terjadinya perceraian. Anak yang berhasil dalam proses adaptasi, tidak mengalami kesulitan yang berarti ketika meneruskan kehidupannya ke masa perkembangan selanjutnya.
Tetapi bagi anak yang gagal beradaptasi, dia akan membawa hingga dewasa perasaan ditolak, tidak berharga dan tidak dicintai. Perasaan-perasaan ini dapat menyebabkan anak tersebut, setelah dewasa, menjadi takut gagal dan takut menjalin hubungan yang dekat dengan orang lain atau lawan jenis.
Beberapa indikator bahwa anak telah beradaptasi adalah menyadari dan mengerti bahwa orangtuanya sudah tidak lagi bersama dan tidak lagi berfantasi akan persatuan kedua orangtua, dapat menerima rasa kehilangan, tidak marah pada orangtua dan tidak menyalahkan diri sendiri, serta menjadi dirinya sendiri lagi.
Berhasil atau tidaknya seorang anak dalam beradaptasi terhadap perubahan hidupnya ditentukan daya tahan dalam dirinya sendiri, pandangannya terhadap perceraian, cara orangtua menghadapi perceraian, pola asuh dari si orangtua tunggal dan terjalinnya hubungan baik dengan kedua orangtuanya.
Bagi orangtua yang bercerai, mungkin sulit untuk melakukan intervensi pada daya tahan anak, karena hal tersebut tergantung pada pribadi masing-masing anak. Namun sebagai orangtua, dapat membantu anak untuk membuat mereka memiliki pandangan yang tidak buruk tentang perceraian yang terjadi dan tetap punya hubungan baik dengan kedua orangtuanya.
Perceraian pasangan suami-istri (pasutri) kerap berakhir menyakitkan bagi pihak-pihak yang terlibat, termasuk di dalamnya adalah anak-anak. Perceraian juga dapat menimbulkan stres dan trauma untuk memulai hubungan baru dengan lawan jenis. Menurut psikiater Amerika Serikat (AS) Thomas Holmes dan Richard Rahe yang meneliti tingkat stres manusia, perceraian adalah penyebab stres kedua paling tinggi, setelah kematian pasangan hidup.
Angka perceraian di Indonesia mungkin tidak setinggi di AS (66,6 persen perkawinan berakhir dengan perceraian) ataupun di Inggris (50 persen). Namun, kita tahu bahwa di Indonesia pun banyak perkawinan berakhir dengan perceraian, apalagi kalau melihat berita-berita tentang perceraian selebriti Indonesia akhir-akhir ini. Apa sesungguhnya dampak perceraian terhadap mental anak?
Umumnya, orangtua yang bercerai akan lebih siap menghadapi perceraian dibandingkan anak-anak mereka. Hal tersebut karena sebelum mereka bercerai, biasanya didahului proses berpikir dan pertimbangan yang panjang sehingga sudah ada suatu persiapan mental dan fisik.
Tidak demikian halnya dengan anak. Mereka tiba-tiba saja harus menerima keputusan yang telah dibuat orangtua, tanpa sebelumnya punya ide atau bayangan bahwa hidup mereka akan berubah. Misalnya tiba-tiba saja ayah tidak lagi pulang ke rumah, atau ibu pergi dari rumah, atau tiba-tiba bersama ibu atau ayah pindah ke rumah baru.
Hal yang mereka tahu sebelumnya mungkin hanyalah ibu dan ayah sering bertengkar. Atau mungkin ada anak yang tidak pernah melihat orangtuanya bertengkar, karena orangtuanya benar-benar “rapi” menutupi ketegangan antara mereka berdua agar anakanak tidak takut.
Kadang kala, perceraian adalah satu-satunya jalan bagi orangtua untuk dapat terus menjalani kehidupan sesuai yang mereka inginkan. Namun apa pun alasannya, perceraian selalu menimbulkan akibat buruk pada anak, meskipun dalam kasus tertentu dianggap alternatif terbaik daripada membiarkan anak tinggal dalam keluarga dengan kehidupan pernikahan yang buruk.
Jika memang perceraian adalah satu-satunya jalan yang harus ditempuh dan tak terhindarkan lagi, apa tindakan terbaik yang harus dilakukan orangtua untuk mengurangi dampak negatif perceraian tersebut bagi perkembangan mental anak-anak mereka? Artinya, bagaimana orangtua menyiapkan anak agar dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi akibat perceraian?
Menurut M Gary Neuman, seorang pakar perceraian dari AS, ada tiga hal yang perlu dipatuhi saat pertama kali orangtua memberi tahu anak akan bercerai. Pertama dan yang paling penting adalah kedua orang tua harus bersama-sama memberi tahu anak-anak. Hal ini mesti dilakukan untuk menciptakan kesan kebersamaan saat rutinitas keluarga akan berubah. Ayah dan ibu memiliki waktu 45 detik pertama supaya perhatian anak-anak tidak berlarian ke mana-mana saat mendengar kalimat “Ayah dan Ibu tidak akan tinggal bersama lagi”.
Ada tiga pesan penting, terang dia, yang perlu disampaikan pada anak di waktu yang singkat itu, yaitu “Ayah dan Ibu sudah membuat kita berdua sedih, jadi rasanya untuk seterusnya lebih baik Ayah dan Ibu tidak tinggal sama-sama lagi”, “Kakak dan adik akan menghabiskan banyak waktu sama Ayah dan Ibu di rumah kita masing-masing” dan ”Ayah dan Ibu cerai sama sekali bukan salah kakak atau adik.”
Gary meminta orangtua melatih sesering mungkin apa yang harus dikatakan di depan anak-anak. “Mungkin pada kumpul-kumpul pertama kali dengan anak-anak, jangan gunakan dulu kata cerai. Bicarakan saja tentang rumah yang jadi ada dua, yaitu rumah Ayah dan rumah Ibu,” katanya.
Setelah Ayah dan Ibu mengutarakan tiga pesan tadi, Gary melanjutkan, tetap terus temani anakanak. Dengarkan apa yang mereka rasakan, mungkin mereka menangis atau marah. Temani mereka sambil mungkin dipeluk dan menjawab semua pertanyaan anak-anak.
Memang, masa ketika perceraian terjadi merupakan masa yang kritis buat anak, terutama menyangkut hubungan dengan orangtua yang tidak tinggal bersama. Berbagai perasaan berkecamuk dalam batin anak-anak. Pada masa ini, anak juga harus mulai beradaptasi dengan perubahan hidupnya yang baru.
Hal-hal yang biasanya dirasakan anak ketika orangtuanya bercerai adalah tidak aman, tidak diinginkan atau ditolak oleh orangtuanya yang pergi, sedih dan kesepian, marah, kehilangan, merasa bersalah, menyalahkan diri sendiri sebagai penyebab orangtua bercerai.
Perasaan-perasaan itu oleh anak dapat termanifestasi dalam bentuk perilaku suka mengamuk, menjadi kasar, dan tindakan agresif lainnya, menjadi pendiam,tidak lagi ceria, tidak suka bergaul, sulit berkonsentrasi, dan tidak berminat pada tugas sekolah sehingga prestasi di sekolah cenderung menurun, suka melamun, terutama mengkhayalkan orangtuanya akan bersatu lagi.
Proses adaptasi pada umumnya membutuhkan waktu. Pada awalnya, anak akan sulit menerima kenyataan bahwa orangtuanya tidak lagi bersama. Meski banyak anak yang dapat beradaptasi dengan baik, banyak juga yang tetap bermasalah bahkan setelah bertahun-tahun terjadinya perceraian. Anak yang berhasil dalam proses adaptasi, tidak mengalami kesulitan yang berarti ketika meneruskan kehidupannya ke masa perkembangan selanjutnya.
Tetapi bagi anak yang gagal beradaptasi, dia akan membawa hingga dewasa perasaan ditolak, tidak berharga dan tidak dicintai. Perasaan-perasaan ini dapat menyebabkan anak tersebut, setelah dewasa, menjadi takut gagal dan takut menjalin hubungan yang dekat dengan orang lain atau lawan jenis.
Beberapa indikator bahwa anak telah beradaptasi adalah menyadari dan mengerti bahwa orangtuanya sudah tidak lagi bersama dan tidak lagi berfantasi akan persatuan kedua orangtua, dapat menerima rasa kehilangan, tidak marah pada orangtua dan tidak menyalahkan diri sendiri, serta menjadi dirinya sendiri lagi.
Berhasil atau tidaknya seorang anak dalam beradaptasi terhadap perubahan hidupnya ditentukan daya tahan dalam dirinya sendiri, pandangannya terhadap perceraian, cara orangtua menghadapi perceraian, pola asuh dari si orangtua tunggal dan terjalinnya hubungan baik dengan kedua orangtuanya.
Bagi orangtua yang bercerai, mungkin sulit untuk melakukan intervensi pada daya tahan anak, karena hal tersebut tergantung pada pribadi masing-masing anak. Namun sebagai orangtua, dapat membantu anak untuk membuat mereka memiliki pandangan yang tidak buruk tentang perceraian yang terjadi dan tetap punya hubungan baik dengan kedua orangtuanya.
Sumber ketenangan jiwa.....
Setiap orang yang beriman kepada Allah wajib meyakini, bahwa sumber ketenangan jiwa dan ketentraman hati yang hakiki adalah dengan berzikir kepada kepada Allah , membaca al-Qur’an, berdoa kepada-Nya dengan menyebut nama-nama-Nya yang maha Indah, dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).
Artinya dengan berzikir kepada Allah segala kegalauan dan kegundahan dalam hati mereka akan hilang dan berganti dengan kegembiraan dan kesenangan.Bahkan, tidak ada sesuatupun yang lebih besar mendatangkan ketentraman dan kebahagiaan bagi hati manusia melebihi berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Sungguh kasihan orang-orang yang cinta dunia, mereka (pada akhirnya) akan meninggalkan dunia ini, padahal mereka belum merasakan kenikmatan yang paling besar di dunia ini.” maka ada yang bertanya, “Apakah kenikmatan yang paling besar di dunia ini? “Cinta kepada Allah, merasa tenang ketika mendekatkan diri kepada-Nya, rindu untuk bertemu dengan-Nya, serta merasa bahagia ketika berzikir dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya.”
Demikian pula jalan keluar dan penyelesaian terbaik dari semua masalah yang di hadapi seorang manusia adalah dengan bertakwa kepada Allah , sebagaimana dalam firman-Nya,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجاً. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. ath-Thalaaq: 2-3).
Ketakwaan yang sempurna kepada Allah tidak mungkin dicapai kecuali dengan menegakkan semua amal ibadah, serta menjauhi semua perbuatan yang diharamkan dan dibenci oleh Allah .
Dalam ayat berikutnya Allah berfirman,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْراً
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya.” (Qs. ath-Thalaaq: 4).
Allah akan meringankan dan memudahkan (semua) urusannya, serta menjadikan baginya jalan keluar dan solusi yang segera (menyelesaikan masalah yang dihadapinya).
Hanya amalan ibadah yang bersumber dari petunjuk al-Qur’an dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bisa membersihkan hati dan mensucikan jiwa manusia dari noda dosa dan maksiat yang mengotorinya, yang dengan itulah hati dan jiwa manusia akan merasakan ketenangan dan ketentraman.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولاً مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ
“Sungguh, Allah telah memberi karunia (yang besar) kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab (al-Qur-an) dan al-Hikmah (as-Sunnah). Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Rasul) itu, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (Qs. Ali ‘Imraan: 164).
Dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu (al-Qur’an) dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada (hati manusia), dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Qs. Yuunus: 57).
Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan perumpaan petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang beliau bawa seperti hujan baik yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan dari langit, karena hujan yang turun akan menghidupkan dan menyegarkan tanah yang kering, sebagaimana petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menghidupkan dan menentramkan hati manusia. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya perumpaan bagi petunjuk dan ilmu yang Allah wahyukan kepadaku adalah seperti air hujan (yang baik) yang Allah turunkan ke bumi"…HSR. al-Bukhari (no. 79) dan Muslim (no. 2282).
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).
Artinya dengan berzikir kepada Allah segala kegalauan dan kegundahan dalam hati mereka akan hilang dan berganti dengan kegembiraan dan kesenangan.Bahkan, tidak ada sesuatupun yang lebih besar mendatangkan ketentraman dan kebahagiaan bagi hati manusia melebihi berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Sungguh kasihan orang-orang yang cinta dunia, mereka (pada akhirnya) akan meninggalkan dunia ini, padahal mereka belum merasakan kenikmatan yang paling besar di dunia ini.” maka ada yang bertanya, “Apakah kenikmatan yang paling besar di dunia ini? “Cinta kepada Allah, merasa tenang ketika mendekatkan diri kepada-Nya, rindu untuk bertemu dengan-Nya, serta merasa bahagia ketika berzikir dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya.”
Demikian pula jalan keluar dan penyelesaian terbaik dari semua masalah yang di hadapi seorang manusia adalah dengan bertakwa kepada Allah , sebagaimana dalam firman-Nya,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجاً. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. ath-Thalaaq: 2-3).
Ketakwaan yang sempurna kepada Allah tidak mungkin dicapai kecuali dengan menegakkan semua amal ibadah, serta menjauhi semua perbuatan yang diharamkan dan dibenci oleh Allah .
Dalam ayat berikutnya Allah berfirman,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْراً
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya.” (Qs. ath-Thalaaq: 4).
Allah akan meringankan dan memudahkan (semua) urusannya, serta menjadikan baginya jalan keluar dan solusi yang segera (menyelesaikan masalah yang dihadapinya).
Hanya amalan ibadah yang bersumber dari petunjuk al-Qur’an dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bisa membersihkan hati dan mensucikan jiwa manusia dari noda dosa dan maksiat yang mengotorinya, yang dengan itulah hati dan jiwa manusia akan merasakan ketenangan dan ketentraman.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولاً مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ
“Sungguh, Allah telah memberi karunia (yang besar) kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab (al-Qur-an) dan al-Hikmah (as-Sunnah). Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Rasul) itu, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (Qs. Ali ‘Imraan: 164).
Dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu (al-Qur’an) dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada (hati manusia), dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Qs. Yuunus: 57).
Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan perumpaan petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang beliau bawa seperti hujan baik yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan dari langit, karena hujan yang turun akan menghidupkan dan menyegarkan tanah yang kering, sebagaimana petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menghidupkan dan menentramkan hati manusia. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya perumpaan bagi petunjuk dan ilmu yang Allah wahyukan kepadaku adalah seperti air hujan (yang baik) yang Allah turunkan ke bumi"…HSR. al-Bukhari (no. 79) dan Muslim (no. 2282).
Kamis, 21 Oktober 2010
5 perkara yang harus dikerjakan buru-buru
Agama mengajarkan, melaksanakan segala macam pekerjaan hendaknya dikerjakan dengan hati-hati dan perhitungan.
Dikatakan dalam pepatah
"Didalam keberhati-hatian itu ada keselamatan, dan didalam sikap terburu-buru biasanya mengandung penyesalan"
tetapi ada 5 perkara yang harus dikerjakan buru-buru
1.Mengubur jenazah, dan tempat yang baik menguburkan jenazah adalah dimana ia meninggal, semisal Rasulullah saw kelahiran Mekkah dan meninggal di Madinah sehingga dikuburkan di Madinah, karena pada prinsipnya agama menginginkan kemudahan buka sebaliknya.
2. Menikahkan anak perempuan, jika memang sudah dewasa dan siap memasuki ambang pintu pernikahan dan memang minta segera untuk dinikahkan.
3. Membayar hutang, ditakutkan jika ditunda-tunda akan dipergunakan untuk keperluan lainnya
4. Menghidangkan hidangan kepada tamu/musafir yang berkunjung ke rumah kita
5. Bertobat.
Untuk kali ini kita akan memfokuskan pada point nomer 2,...eehhh bukan ^_^. ternyata... tapi ke point nomer 5.
Taubat asal kata dari taba', yatubu, yang isim masdarnya adalah taubatan, artinya sama dengan raja'a, yarji'u 'ada yau'du artinya kembali..
kembali dari hal-hal yang dilarang oleh Allah swt.
Kenapa taubat ini harus disegerakan...??
karena pada dasarnya manusia ini tidak pernah lepas dari dosa dan kesalahan
Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang segera bertaubat ketika mempunyai kesalahan...
Dikatakan dalam pepatah
"Didalam keberhati-hatian itu ada keselamatan, dan didalam sikap terburu-buru biasanya mengandung penyesalan"
tetapi ada 5 perkara yang harus dikerjakan buru-buru
1.Mengubur jenazah, dan tempat yang baik menguburkan jenazah adalah dimana ia meninggal, semisal Rasulullah saw kelahiran Mekkah dan meninggal di Madinah sehingga dikuburkan di Madinah, karena pada prinsipnya agama menginginkan kemudahan buka sebaliknya.
2. Menikahkan anak perempuan, jika memang sudah dewasa dan siap memasuki ambang pintu pernikahan dan memang minta segera untuk dinikahkan.
3. Membayar hutang, ditakutkan jika ditunda-tunda akan dipergunakan untuk keperluan lainnya
4. Menghidangkan hidangan kepada tamu/musafir yang berkunjung ke rumah kita
5. Bertobat.
Untuk kali ini kita akan memfokuskan pada point nomer 2,...eehhh bukan ^_^. ternyata... tapi ke point nomer 5.
Taubat asal kata dari taba', yatubu, yang isim masdarnya adalah taubatan, artinya sama dengan raja'a, yarji'u 'ada yau'du artinya kembali..
kembali dari hal-hal yang dilarang oleh Allah swt.
Kenapa taubat ini harus disegerakan...??
karena pada dasarnya manusia ini tidak pernah lepas dari dosa dan kesalahan
Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang segera bertaubat ketika mempunyai kesalahan...
Ungu Band – Almost Soulmate
I know that’s all my fault
Cause i never seem to care
I know that’s all my fault
Cause i never fight for loosing you
I realize it now
It’s a foolish things to do
I do realize it now
How this love should be taking care of
*courtesy of LirikLaguTerbaru.Com
For every step i take
Makes me know how i feel
How i love you, i realize it now
You’re the living gift i have
Sure i love you for being the best thing in my life
Seems sometime i too forget how i am being in love
You’re the reason of my life
Like a soulmate suppose to be
Oh but how could this be
It really haunted me
and maybe we are meant for each other
How i love you, i realize it now
You’re the living gift i have
Sure i love you for being the best thing in my life
Seems sometime i too forget how i am being in love
*courtesy of LirikLaguTerbaru.Com
You’re the reason of my life
You’re the reason of my life
Like a soulmate suppose to be
Like a soulmate suppose to be.
Cause i never seem to care
I know that’s all my fault
Cause i never fight for loosing you
I realize it now
It’s a foolish things to do
I do realize it now
How this love should be taking care of
*courtesy of LirikLaguTerbaru.Com
For every step i take
Makes me know how i feel
How i love you, i realize it now
You’re the living gift i have
Sure i love you for being the best thing in my life
Seems sometime i too forget how i am being in love
You’re the reason of my life
Like a soulmate suppose to be
Oh but how could this be
It really haunted me
and maybe we are meant for each other
How i love you, i realize it now
You’re the living gift i have
Sure i love you for being the best thing in my life
Seems sometime i too forget how i am being in love
*courtesy of LirikLaguTerbaru.Com
You’re the reason of my life
You’re the reason of my life
Like a soulmate suppose to be
Like a soulmate suppose to be.
Rabu, 20 Oktober 2010
♣ Wahai orang2 mukmin, S'sungguhnya diantara Isteri2mu & anak2mu ada yg mjd musuh bagimu [kadang2 isteri atau anak dpt m'njerumuskan suami atau ayahnya utk melakukan perbuatan2 yg tdk dibenarkan agama™]. Mk berhati2lah kamu terhdp mrk & jika kamu memaafkan & tdk memarahi serta mengampuni. Mk Sesungguhnya Alloh Maha Pen.gampun lagi Maha Penyayang. [QS. At Taghaabun (64): 14]. ^0^
♣ Dan orang2 yg apabila mengerjakan perbuatan keji [dosa besar yg mana mudharatnya tdk 'Hanya' menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina, riba] atau menganiaya diri sendiri. Mrk ingat akan Alloh, lalu memohon ampun terhadap dosa2 mrk & siapa lagi yg dapat mengampuni dosa selain Alloh? & mrk tdk meneruskan perbuatan kejinya tsb. [QS. Ali Imran (03): 135].^0^
Minggu, 17 Oktober 2010
Tentang Rasa
Aku tersesat
Menuju hatimu
Beri aku jalan yang indah
Ijinkan ku lepas penatku
Tuk sejenak lelap di bahumu
Reff :
Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti
Selamanya
Tentang cinta yang datang perlahan
Membuatku takut kehilangan
Ku titihkan cahaya terang
Tak padam di dera goda dan masa
Back to Reff (3x)
I Love You...
Now and forever
Menuju hatimu
Beri aku jalan yang indah
Ijinkan ku lepas penatku
Tuk sejenak lelap di bahumu
Reff :
Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti
Selamanya
Tentang cinta yang datang perlahan
Membuatku takut kehilangan
Ku titihkan cahaya terang
Tak padam di dera goda dan masa
Back to Reff (3x)
I Love You...
Now and forever
Astrid - Tentang Rasa
Jumat, 15 Oktober 2010
:: Sebuah Nasehat Untuk Para Istri :::
- Jangan membiarkan suami anda memandang dalam keadaan anda tidak menggembirakannya. Wanita yang paling baik adalah wanita yang selalu membuat suaminya bahagia.
- Hendaklah senyum itu senatiasa menghiasi bibirmu setiap anda dipandang oleh sang suami.
- Perbanyaklah mencari keridhan suami dengan mentaatinya, sejauh mana ketaatan anda kepada suami, sejauh itu pulalah dia merasakan cintamu kepadanya dan dia akan segera menuju keridhaanmu.
- Pilihlah waktu yang tepat untuk meluruskan kesalahan suami.
- Jadilah anda orang yang lapang dada, janganlah sekali-kali menyebut-nyebut kekurangan suami anda kepada orang lain.
- Perbaikilah kesalahan suami dengan segala kemampuan dan kecintaan yang anda miliki, janganlah berusaha melukai perasaannya.
- Janganlah memuji-muji laki-laki lain dihadapan suami kecuali sifat diniyah yang ada pada laki-laki tersebut.
- Jangan engkau benarkan ucapan negatif dari orang lain tentang suamimu.
- Upayakan untuk tampil di depan suamimu dengan perbuatan yang disenanginya dan ucapan yang disenanginya pula.
- Berilah pengertian kepada suami anda agar dia menghormatimu dan saling menghormati dalam semua urusan.
- Anda harus selalu merasa senang berkunjung kepada kedua orang tuanya.
- Janganlah anda menampakkan kejemuan padanya, jika terjadi kekurangan materi Ingatlah bahwa apa yang ia berikan kepadamu sudah lebih dari cukup.
- Biasakanlah anda tertawa bila ia tertawa, menangis dan bersedih jika ia bersedih. Karena bersatunya perasaan akan melahirkan perasaan cinta kasih.
- Diam dan perhatikanlah jika ia berbicara.
- Janganlah banyak mengingatkan bahwa anda pernah meminta sesuatu kepadanya. Bahkan jangan diingatkan kecuali jika anda tahu bahwa ia mudah untuk diingatkan.
- Janganlah anda mengulangi kesalahan yang tidak disenangi oleh suami anda dan ia tidak suka melihatnya.
- Jangan lupa bila anda melihat suami anda shalat sunnah di rumah, hendaknya anda berdiri dan ikut shalat dibelakangnya. Jika ia membaca, hendaknya anda duduk mendengarkannya.
- Jangan berlebih-l;ebihan berbicara tentang angan-angan pribadi di depan suami, tetapi mintalah selalu agar ia menyebutkan keinginan pribadinya di depanmu.
- Janganlah mendahulukan pendapatmu dari pendapatnya pada setiap masalah, baik yang kecil maupun yang besar. Hendaklah cintamu kepadanya mendorong anda mendahulukan pendapatnya.
- Janganlah anada mengerjakan shaum sunnah kecuali dengan izinnya, dan jangan keluar rumah kecuali dengan sepengetahuannya.
- Jagalah rahasia yang disampaikan kepadamu dan janganlah menyebarkannya sekalipun kepada kedua orang tuanya.
- Hati-hati jangan sampai menyebut-nyebut bahwa anda lebih tinggi derajatnya dari derajat suami. Hal itu akan mengundang kebencian kepadamu.
- Jika salah satu dari orang tuanya sakit atau kerabatnya, maka anda punya kewajiban untuk menjenguk bersamanya.
- Sesuaikanlah peralatan rumah tangga anda dengan barang-barang yang disenangi suami anda.
- Jangan sampai anda meninggalkan rumah meskipun sedang bertengkar dengannya.
- Katakanlah kejemuan dan kebosananmu ketika ia sudah meninggalkan rumah.
- Terimalah udzurnya ketika ia membatalkan janjinya untuk keluar bersamamu, karena mungkin ia terpaksa memenuhi panggilan orang yang datang kepadanya.
- Hindari sifat cemburu, sesungguhnya cemburu adalah senjata penghancur.
- Janganlah mengabaikan pemimpinmu (suami) dengan alasan bahwa ia telah menjadi suamimu.
- Janganlah anda berbicara dengan sang suami, seakan-akan anda suci dan dia berdosa.
- Jagalah perasaannya, jangan gembira ketika dia sedang sedih dan jangan menangis ketika dia gembira.
- Perbanyaklah menyebut-nyebut keutamaan suami di hadapannya.
- Perlihatkan kepada suamimu bahwa anda turut merasakan apa yang dirasakan sang suami tatkala ia tidak berhasil mencapai maksud dan tujuannya.
- Perbaharuilah (tekad suami) ketika terjadi kegagalan.
- Jauhilah sifat dusta karena hal itu akan menyakitkannya.
- Ingatkanlah selalu pada suamimu bahwa anda tidak tahu (bagaimana nasib anda) seandainya anda tidak dipersunting olehnya.
- Ucapkanlah rasa syukur dan terima kasih pada waktu ia memberikan sesuatu kepadamu.
Senin, 11 Oktober 2010
Minggu, 10 Oktober 2010
9 Tips Menjadi Istri Yang Baik
Setiap wanita pasti ingin menjadi sosok istri dan pasangan yang sempurna bagi suaminya. Berikut beberapa langkah untuk menjadi istri yang baik.
Menjadi istri yang baik memang tak mudah. Beberapa tips dari Helium berikut ini akan membantu Anda menggapai tujuan itu.
1. Mencintai
Hal ini mutlak dilakukan seorang istri pada suaminya. Cinta merupakan dasar dari suatu hubungan. Karena rasa cinta, kesetiaan, rasa saling menghormati serta menghargai akan muncul.
2. Tulus
Ketulusan akan menjadikan Anda istri yang baik. Saat Anda melakukan sesuatu untuknya, itu bukan karena imbalan apapun, melainkan ketulusan cinta yang sesungguhnya. Setiap tindakan Anda yang didasari oleh ketulusan, pasti sangat berharga bagi suami.
3.Memiliki peranWalau pernikahan adalah komitmen dua orang, namun bukan berarti Anda dan pasangan selalu melakukan hal yang sama berduaan. Pilihlah peran kalian masing-masing. Jika memang suami memiliki karier yang bagus, bukan berarti Anda harus memilikinya juga. Anda juga bisa dinilai sebagai istri yang berhasil, ketika anak-anak Anda memiliki prestasi yang membanggakan, karena peran ibu yang kuat.
4. Berempati
Tak selamanya pernikahan berjalan mulus. Tak selamanya juga suami Anda dalam kondisi yang prima di segala hal. Di saat-saat sulit, Anda perlu berempati. Bukan hanya perasaan Anda saja yang harus diperhatikan, namun juga perasaan suami. Dengan berempati, Anda bisa saling mengerti satu sama lain. Saat sulit dalam pernikahan pun bisa terlewati.
5. Mendengarkan
Hal ini mungkin sifatnya sepele. Namun ingat, tak sedikit kasus keretakan rumah tangga atau perselingkuhan yang disebabkan karena suami merasa 'kesepian'. Ia merasa sang istri tak lagi punya cukup waktu untuk mendengar keluh kesahnya. Jika tak ingin hubungan Anda goyah, mulailah sediakan sedikit waktu untuk mendengarkan. Jangan melulu mendebat suami Anda. Buka hati dan pikiran Anda, untuk mendengar isi hatinya yang sesungguhnya.
6. Jadikan suami sebagai 'sandaran'
Jadikan suami sebagai orang pertama yang mendengar kesulitan serta keluh kesah Anda. Jadikan ia sebagai sandaran hidup. Pria manapun akan merasa bahagia, jika wanita yang ia cintai membutuhkannya.
7. Lemah lembut
Selalu perlakukan suami dengan lembut. Perlakukan ia dengan hormat. Jangan bersikap mengejek ataupun merendahkan, bagaimanapun keadaannya. Sisi lemah lembut seorang istri justru bisa menjadi 'senjata' yang membahagiakan suami.
8. Berbagi
Berbagi dalam hal ini tak selalu sifatnya materi. Berbagi dalam rumah tangga juga termasuk berbagi peran, waktu, perasaan, dan sebagainya. Ingat, tak ada lagi 'saya' atau 'dia', kini yang harus ada dalam pikiran Anda adalah 'kita'.
9. Menjadi diri sendiri
Jangan pernah 'memakai topeng' atau membohongi suami Anda dengan berpura-pura. Jadilah diri Anda sendiri, karena sosok itulah yang memang dicintai oleh pasangan Anda. Menjadi lebih baik, bukan berarti Anda harus mengubah kepribadian secara utuh.
Kamis, 07 Oktober 2010
SegeraLah Bertobat
Pernahkah kita tersebit dalam hati kita untuk bertanya , “Aku ingin bertaubat, namun dosaku terlalu banyak. Tidak ada satu macam perbuatan keji pun melainkan telah kukerjakan. Tidak ada satu bentuk dosa pun melainkan aku telah terjerumus ke dalamnya. Mungkinkah Alloh mengampuni dosa-dosaku?!!”
Bagi siapa saja yang merasa dosanya sulit diampuni maka perhatikanlah kisah berikut ini.
Kisah Taubat Pembunuh 100 Jiwa
Kisah ini diriwayatkan dari Abu Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinaan Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أنّ نَبِيَّ الله – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : (( كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكمْ رَجُلٌ قَتَلَ تِسْعَةً وتِسْعينَ نَفْساً ، فَسَأَلَ عَنْ أعْلَمِ أَهْلِ الأرضِ ، فَدُلَّ عَلَى رَاهِبٍ ، فَأَتَاهُ . فقال : إنَّهُ قَتَلَ تِسعَةً وتِسْعِينَ نَفْساً فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوبَةٍ ؟ فقالَ : لا ، فَقَتَلهُ فَكَمَّلَ بهِ مئَةً ، ثُمَّ سَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الأَرضِ ، فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ عَالِمٍ . فقَالَ : إِنَّهُ قَتَلَ مِئَةَ نَفْسٍ فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ ؟ فقالَ : نَعَمْ ، ومَنْ يَحُولُ بَيْنَهُ وبَيْنَ التَّوْبَةِ ؟ انْطَلِقْ إِلى أرضِ كَذَا وكَذَا فإِنَّ بِهَا أُناساً يَعْبُدُونَ الله تَعَالَى فاعْبُدِ الله مَعَهُمْ ، ولاَ تَرْجِعْ إِلى أَرْضِكَ فَإِنَّهَا أرضُ سُوءٍ ، فانْطَلَقَ حَتَّى إِذَا نَصَفَ الطَّرِيقَ أَتَاهُ الْمَوْتُ ، فاخْتَصَمَتْ فِيهِ مَلائِكَةُ الرَّحْمَةِ ومَلائِكَةُ العَذَابِ . فَقَالتْ مَلائِكَةُ الرَّحْمَةِ : جَاءَ تَائِباً ، مُقْبِلاً بِقَلبِهِ إِلى اللهِ تَعَالَى ، وقالتْ مَلائِكَةُ العَذَابِ : إنَّهُ لمْ يَعْمَلْ خَيراً قَطُّ ، فَأَتَاهُمْ مَلَكٌ في صورَةِ آدَمِيٍّ فَجَعَلُوهُ بَيْنَهُمْ
- أيْ حَكَماً – فقالَ : قِيسُوا ما بينَ الأرضَينِ فَإلَى أيّتهما كَانَ أدنَى فَهُوَ لَهُ . فَقَاسُوا فَوَجَدُوهُ أدْنى إِلى الأرْضِ التي أرَادَ ، فَقَبَضَتْهُ مَلائِكَةُ الرَّحمةِ )) مُتَّفَقٌ عليه .
“Dahulu pada masa sebelum kalian ada seseorang yang pernah membunuh 99 jiwa. Lalu ia bertanya tentang keberadaan orang-orang yang paling alim di muka bumi. Namun ia ditunjuki pada seorang rahib. Lantas ia pun mendatanginya dan berkata, ”Jika seseorang telah membunuh 99 jiwa, apakah taubatnya diterima?” Rahib pun menjawabnya, ”Orang seperti itu tidak diterima taubatnya.” Lalu orang tersebut membunuh rahib itu dan genaplah 100 jiwa yang telah ia renggut nyawanya.
Kemudian ia kembali lagi bertanya tentang keberadaan orang yang paling alim di muka bumi. Ia pun ditunjuki kepada seorang ‘alim. Lantas ia bertanya pada ‘alim tersebut, ”Jika seseorang telah membunuh 100 jiwa, apakah taubatnya masih diterima?” Orang alim itu pun menjawab, ”Ya masih diterima. Dan siapakah yang akan menghalangi antara dirinya dengan taubat? Beranjaklah dari tempat ini dan ke tempat yang jauh di sana karena di sana terdapat sekelompok manusia yang menyembah Allah Ta’ala, maka sembahlah Allah bersama mereka. Dan janganlah kamu kembali ke tempatmu(yang dulu) karena tempat tersebut adalah tempat yang amat jelek.”
Laki-laki ini pun pergi (menuju tempat yang ditunjukkan oleh orang alim tersebut). Ketika sampai di tengah perjalanan, maut pun menjemputnya. Akhirnya, terjadilah perselisihan antara malaikat rahmat dan malaikat adzab. Malaikat rahmat berkata, ”Orang ini datang dalam keadaan bertaubat dengan menghadapkan hatinya kepada Allah”. Namun malaikat adzab berkata, ”Orang ini belum pernah melakukan kebaikan sedikit pun”. Lalu datanglah malaikat lain dalam bentuk manusia, mereka pun sepakat untuk menjadikan malaikat ini sebagai pemutus perselisihan mereka. Malaikat ini berkata, ”Ukurlah jarak kedua tempat tersebut (jarak antara tempat jelek yang dia tinggalkan dengan tempat yang baik yang ia tuju -pen). Jika jaraknya dekat, maka ia yang berhak atas orang ini.” Lalu mereka pun mengukur jarak kedua tempat tersebut dan mereka dapatkan bahwa orang ini lebih dekat dengan tempat yang ia tuju. Akhirnya,ruhnya pun dicabut oleh malaikat rahmat.”(HR. Bukhori & Muslim)
Jama'ah Fesbukiyah....
Siapakah yang dapat menghalangi dari pintu taubat? Laki-laki ini telah membunuh 100 nyawa dan dia telah Alloh ampuni. Jika demikian mengapa Anda berputus asa dari rohmat Alloh dan ampunan-Nya yang begitu luas ??!
Pesan yang Terkandung Dalam Kisah di Atas
Pertama; Pembunuh masih memiliki kesempatan untuk bertaubat. Dalilnya adalah firman Alloh berikut ini :
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٲلِكَ لِمَن يَشَآءُۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰٓ إِثۡمًا عَظِيمًا (٤٨
“Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik, namun Dia mengampuni dosa-dosa di bawah syirik, bagi siapa yang Dia kehendaki.” (An Nisaa’: 48).
Yaitu Alloh mengampuni dosa-dosa di bawah syirik, apabila Dia menghendaki. Ayat ini juga menunjukkan tentang keutamaan ikhlas dan ikhlas merupakan sebab dosa terampuni.
Kedua; Hati ahli maksiat lebih mudah tergugah untuk bertaubat kepada Alloh daripada ahli bid’ah karena dia merasa berbuat salah.
Ketiga; Orang yang berilmu lebih utama daripada ahli ibadah karena ahli ibadah yang jahil (bodoh) terkadang dengan kejahilannya bertindak ‘ngawur’ sekalipun menurut dia hal itu baik. Bertitik tolak dari hal ini dapat diketahui bahwa orang yang terjun berdakwah, harus memiliki ilmu agar tidak membuat kerusakan yang lebih besar.
Keeempat; Orang yang bertaubat hendaknya berpindah dari lingkungan yang jelek ke lingkungan yang baik. Karena bergaul dengan orang-orang sholeh merupakan penyebab iman menjadi kuat dan tipu daya syaithon makin lemah.
Luasnya Ampunan Alloh
Perhatikanlah hadits qudsi berikut yang menceritakan luasnya ampunan Alloh Subhanahu wa Ta’ala!!
Dari Anas rodhiyallohu ‘anhu, “Saya mendengar Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, Alloh Ta’ala berfirman, ‘…Hai anak Adam, sungguh seandainya kamu datang menghadapKu dengan membawa dosa sepenuh bumi, dan kau datang tanpa menyekutukan-Ku dengan sesuatupun. Sungguh Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula’.” (HR. Tirmidzi).
Sekarang, segeralah bertaubat dan memenuhi syarat-syaratnya. Lalu perbanyaklah amalan kebaikan dengan melaksanakan yang wajib-wajib dan sempurnakan dengan shalat sunnah, puasa sunnah dan sedekah, karena amalan kebaikan niscaya akan menutupi dosa-dosa yang telah engkau perbuat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan sebuah nasehat berharga kepada Abu Dzar Al Ghifariy Jundub bin Junadah,
اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
“Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada dan ikutkanlah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan akan menghapuskannya dan berakhlaqlah dengan sesama dengan akhlaq yang baik.”
Semoga Allah menerima setiap taubat kita. Semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada kita untuk menggapai ridho-Nya.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna
By Abu B.Rieswanda Oct 7,2010.
Agar tidak banyak berulang, saya izinkan kepada semua yang ingin memanfaatkan artikel yang saya tulis ini untuk disebarkan untuk tujuan dakwah. Semoga Alloh memberkahi kehidupan kita semua dalam naungan ridho Nya.
Soucre: Abr
Bagi siapa saja yang merasa dosanya sulit diampuni maka perhatikanlah kisah berikut ini.
Kisah Taubat Pembunuh 100 Jiwa
Kisah ini diriwayatkan dari Abu Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinaan Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أنّ نَبِيَّ الله – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : (( كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكمْ رَجُلٌ قَتَلَ تِسْعَةً وتِسْعينَ نَفْساً ، فَسَأَلَ عَنْ أعْلَمِ أَهْلِ الأرضِ ، فَدُلَّ عَلَى رَاهِبٍ ، فَأَتَاهُ . فقال : إنَّهُ قَتَلَ تِسعَةً وتِسْعِينَ نَفْساً فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوبَةٍ ؟ فقالَ : لا ، فَقَتَلهُ فَكَمَّلَ بهِ مئَةً ، ثُمَّ سَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الأَرضِ ، فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ عَالِمٍ . فقَالَ : إِنَّهُ قَتَلَ مِئَةَ نَفْسٍ فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ ؟ فقالَ : نَعَمْ ، ومَنْ يَحُولُ بَيْنَهُ وبَيْنَ التَّوْبَةِ ؟ انْطَلِقْ إِلى أرضِ كَذَا وكَذَا فإِنَّ بِهَا أُناساً يَعْبُدُونَ الله تَعَالَى فاعْبُدِ الله مَعَهُمْ ، ولاَ تَرْجِعْ إِلى أَرْضِكَ فَإِنَّهَا أرضُ سُوءٍ ، فانْطَلَقَ حَتَّى إِذَا نَصَفَ الطَّرِيقَ أَتَاهُ الْمَوْتُ ، فاخْتَصَمَتْ فِيهِ مَلائِكَةُ الرَّحْمَةِ ومَلائِكَةُ العَذَابِ . فَقَالتْ مَلائِكَةُ الرَّحْمَةِ : جَاءَ تَائِباً ، مُقْبِلاً بِقَلبِهِ إِلى اللهِ تَعَالَى ، وقالتْ مَلائِكَةُ العَذَابِ : إنَّهُ لمْ يَعْمَلْ خَيراً قَطُّ ، فَأَتَاهُمْ مَلَكٌ في صورَةِ آدَمِيٍّ فَجَعَلُوهُ بَيْنَهُمْ
- أيْ حَكَماً – فقالَ : قِيسُوا ما بينَ الأرضَينِ فَإلَى أيّتهما كَانَ أدنَى فَهُوَ لَهُ . فَقَاسُوا فَوَجَدُوهُ أدْنى إِلى الأرْضِ التي أرَادَ ، فَقَبَضَتْهُ مَلائِكَةُ الرَّحمةِ )) مُتَّفَقٌ عليه .
“Dahulu pada masa sebelum kalian ada seseorang yang pernah membunuh 99 jiwa. Lalu ia bertanya tentang keberadaan orang-orang yang paling alim di muka bumi. Namun ia ditunjuki pada seorang rahib. Lantas ia pun mendatanginya dan berkata, ”Jika seseorang telah membunuh 99 jiwa, apakah taubatnya diterima?” Rahib pun menjawabnya, ”Orang seperti itu tidak diterima taubatnya.” Lalu orang tersebut membunuh rahib itu dan genaplah 100 jiwa yang telah ia renggut nyawanya.
Kemudian ia kembali lagi bertanya tentang keberadaan orang yang paling alim di muka bumi. Ia pun ditunjuki kepada seorang ‘alim. Lantas ia bertanya pada ‘alim tersebut, ”Jika seseorang telah membunuh 100 jiwa, apakah taubatnya masih diterima?” Orang alim itu pun menjawab, ”Ya masih diterima. Dan siapakah yang akan menghalangi antara dirinya dengan taubat? Beranjaklah dari tempat ini dan ke tempat yang jauh di sana karena di sana terdapat sekelompok manusia yang menyembah Allah Ta’ala, maka sembahlah Allah bersama mereka. Dan janganlah kamu kembali ke tempatmu(yang dulu) karena tempat tersebut adalah tempat yang amat jelek.”
Laki-laki ini pun pergi (menuju tempat yang ditunjukkan oleh orang alim tersebut). Ketika sampai di tengah perjalanan, maut pun menjemputnya. Akhirnya, terjadilah perselisihan antara malaikat rahmat dan malaikat adzab. Malaikat rahmat berkata, ”Orang ini datang dalam keadaan bertaubat dengan menghadapkan hatinya kepada Allah”. Namun malaikat adzab berkata, ”Orang ini belum pernah melakukan kebaikan sedikit pun”. Lalu datanglah malaikat lain dalam bentuk manusia, mereka pun sepakat untuk menjadikan malaikat ini sebagai pemutus perselisihan mereka. Malaikat ini berkata, ”Ukurlah jarak kedua tempat tersebut (jarak antara tempat jelek yang dia tinggalkan dengan tempat yang baik yang ia tuju -pen). Jika jaraknya dekat, maka ia yang berhak atas orang ini.” Lalu mereka pun mengukur jarak kedua tempat tersebut dan mereka dapatkan bahwa orang ini lebih dekat dengan tempat yang ia tuju. Akhirnya,ruhnya pun dicabut oleh malaikat rahmat.”(HR. Bukhori & Muslim)
Jama'ah Fesbukiyah....
Siapakah yang dapat menghalangi dari pintu taubat? Laki-laki ini telah membunuh 100 nyawa dan dia telah Alloh ampuni. Jika demikian mengapa Anda berputus asa dari rohmat Alloh dan ampunan-Nya yang begitu luas ??!
Pesan yang Terkandung Dalam Kisah di Atas
Pertama; Pembunuh masih memiliki kesempatan untuk bertaubat. Dalilnya adalah firman Alloh berikut ini :
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٲلِكَ لِمَن يَشَآءُۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰٓ إِثۡمًا عَظِيمًا (٤٨
“Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik, namun Dia mengampuni dosa-dosa di bawah syirik, bagi siapa yang Dia kehendaki.” (An Nisaa’: 48).
Yaitu Alloh mengampuni dosa-dosa di bawah syirik, apabila Dia menghendaki. Ayat ini juga menunjukkan tentang keutamaan ikhlas dan ikhlas merupakan sebab dosa terampuni.
Kedua; Hati ahli maksiat lebih mudah tergugah untuk bertaubat kepada Alloh daripada ahli bid’ah karena dia merasa berbuat salah.
Ketiga; Orang yang berilmu lebih utama daripada ahli ibadah karena ahli ibadah yang jahil (bodoh) terkadang dengan kejahilannya bertindak ‘ngawur’ sekalipun menurut dia hal itu baik. Bertitik tolak dari hal ini dapat diketahui bahwa orang yang terjun berdakwah, harus memiliki ilmu agar tidak membuat kerusakan yang lebih besar.
Keeempat; Orang yang bertaubat hendaknya berpindah dari lingkungan yang jelek ke lingkungan yang baik. Karena bergaul dengan orang-orang sholeh merupakan penyebab iman menjadi kuat dan tipu daya syaithon makin lemah.
Luasnya Ampunan Alloh
Perhatikanlah hadits qudsi berikut yang menceritakan luasnya ampunan Alloh Subhanahu wa Ta’ala!!
Dari Anas rodhiyallohu ‘anhu, “Saya mendengar Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, Alloh Ta’ala berfirman, ‘…Hai anak Adam, sungguh seandainya kamu datang menghadapKu dengan membawa dosa sepenuh bumi, dan kau datang tanpa menyekutukan-Ku dengan sesuatupun. Sungguh Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula’.” (HR. Tirmidzi).
Sekarang, segeralah bertaubat dan memenuhi syarat-syaratnya. Lalu perbanyaklah amalan kebaikan dengan melaksanakan yang wajib-wajib dan sempurnakan dengan shalat sunnah, puasa sunnah dan sedekah, karena amalan kebaikan niscaya akan menutupi dosa-dosa yang telah engkau perbuat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan sebuah nasehat berharga kepada Abu Dzar Al Ghifariy Jundub bin Junadah,
اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
“Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada dan ikutkanlah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan akan menghapuskannya dan berakhlaqlah dengan sesama dengan akhlaq yang baik.”
Semoga Allah menerima setiap taubat kita. Semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada kita untuk menggapai ridho-Nya.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna
By Abu B.Rieswanda Oct 7,2010.
Agar tidak banyak berulang, saya izinkan kepada semua yang ingin memanfaatkan artikel yang saya tulis ini untuk disebarkan untuk tujuan dakwah. Semoga Alloh memberkahi kehidupan kita semua dalam naungan ridho Nya.
Soucre: Abr
Yuk Menikah...
Banyak orang yang nggak berani untuk menikah karena alasan ekonomi. Takut ntar keluarganya tidak bisa dinafkahi. Ada juga orang yang sudah waktunya menikah tetapi masih senang dengan kelajangannya. Masih merasa enjoy walaupun sudah siap secara usia, fisik dan kemampuan. Dan masih banyak alasan lain sehingga banyak orang sampai usia tua belum juga menikah.
Apakah anda termasuk yang aku sebutkan diatas ? Tulisan ini tidak membahas hal tentang orang yang terlambat menikah karena sebab masing-masing … huee. huee hueee… tetapi membahas indahnya menikah usia dini…
Banyak orang yang menganggap menikah usia dini nggak baik kedepannya. Alasannya karena belum matang secara psikologi dan juga ekonomi. Tapi apakah selalu begitu ?
Mari kita lihat salah satu prinsip hidup ini : Bahwa Nabi SAW telah menginformasikan kepada kita bahwa :Allah bersama prasangka hambaNya, jika baik maka Allah akan baik kepada hamba dan sebaliknya jika prasangka hambanya buruk, maka akan dikabulkan keburukan untuk hamba ituPernikahan yang tujuannya bukan karena agama, maka tidak akan diberkahi dan akan berlangsung dengan penuh ketidak bahagiaan.Nah dari dua hal itu terbukti, bahwa orang yang menikah atau menikahkan karena tujuan selain agama, maka keberlangsungan hidup rumah tangga sama persis seperti yang dibayangkan. Jika tidak siap ekonomi maka rumah tangga akan banyak kekurangan. Jika tidak siap psikologi atau kedewasaan maka rumah tangga akan sering banyak masalah karena keburukan watak masing-masing. Dan contoh-contoh lain.
Tapi jika nikah itu dilandaskan kepada agama, bahwa pernikahan itu bertujuan untuk ibadah dan menjaga serta memperkuat agama, maka kebahagiaan akan didapatkan sebagai janji Allah SWT kepada kita. Dalam kondisi apapun, rumah tangga akan selalu bahagia. Dalam senang akan banyak bersyukur yang akan berbuah pahala dan ditambahnya nikmat dan rejeki, dalam kekurangan dan kesusahan akan dianggap sebagai penguji kesabaran dan keimanan yang akan berbuah pahala kesabaran dan peningkatan keimanan.
Wah pokoknya kalo niatnya ibadah, ibarat makan cuma mie dan ikan asin, rumah cuma gubuk kecil yang dekil semua itu tidak akan dirasakan sebagai kesusahan, karena hidup di dunia hanya sementara saja.
Dengan keimanan yang tinggi, rumah tangga yang dikaruniai harta melimpah ruah, juga akan mendapatkan ketenangan, tidak akan takut hartanya hilang dan berkurang, karena selalu menabung untuk negeri akherat. Harta yang akan disedekahkan yakin akan diganti 700 kali lipat baik langsung atau sebagai tabungan negeri akherat
Coba kalo dari awal prinsip ini dipegang oleh mereka yang sudah ingin menikah, usia berapapun asal punya niatan nikah sebagai ibadah, maka kebahagiaan yang akan dicapai.
Pembatasan usia dalam pernikahan yang diterapkan di Indonesia aku anggap sebagai wujud usaha menjaga kebahagiaan manusia, tetapi secara dunia saja sehingga masih juga terjadi ketidak harmonisan.
Yuuuk menikah…. (bagi yang belum segerakanlah…) Tunggu apa lagi..kalah sama jangkrik,,krik..
Apakah anda termasuk yang aku sebutkan diatas ? Tulisan ini tidak membahas hal tentang orang yang terlambat menikah karena sebab masing-masing … huee. huee hueee… tetapi membahas indahnya menikah usia dini…
Banyak orang yang menganggap menikah usia dini nggak baik kedepannya. Alasannya karena belum matang secara psikologi dan juga ekonomi. Tapi apakah selalu begitu ?
Mari kita lihat salah satu prinsip hidup ini : Bahwa Nabi SAW telah menginformasikan kepada kita bahwa :Allah bersama prasangka hambaNya, jika baik maka Allah akan baik kepada hamba dan sebaliknya jika prasangka hambanya buruk, maka akan dikabulkan keburukan untuk hamba ituPernikahan yang tujuannya bukan karena agama, maka tidak akan diberkahi dan akan berlangsung dengan penuh ketidak bahagiaan.Nah dari dua hal itu terbukti, bahwa orang yang menikah atau menikahkan karena tujuan selain agama, maka keberlangsungan hidup rumah tangga sama persis seperti yang dibayangkan. Jika tidak siap ekonomi maka rumah tangga akan banyak kekurangan. Jika tidak siap psikologi atau kedewasaan maka rumah tangga akan sering banyak masalah karena keburukan watak masing-masing. Dan contoh-contoh lain.
Tapi jika nikah itu dilandaskan kepada agama, bahwa pernikahan itu bertujuan untuk ibadah dan menjaga serta memperkuat agama, maka kebahagiaan akan didapatkan sebagai janji Allah SWT kepada kita. Dalam kondisi apapun, rumah tangga akan selalu bahagia. Dalam senang akan banyak bersyukur yang akan berbuah pahala dan ditambahnya nikmat dan rejeki, dalam kekurangan dan kesusahan akan dianggap sebagai penguji kesabaran dan keimanan yang akan berbuah pahala kesabaran dan peningkatan keimanan.
Wah pokoknya kalo niatnya ibadah, ibarat makan cuma mie dan ikan asin, rumah cuma gubuk kecil yang dekil semua itu tidak akan dirasakan sebagai kesusahan, karena hidup di dunia hanya sementara saja.
Dengan keimanan yang tinggi, rumah tangga yang dikaruniai harta melimpah ruah, juga akan mendapatkan ketenangan, tidak akan takut hartanya hilang dan berkurang, karena selalu menabung untuk negeri akherat. Harta yang akan disedekahkan yakin akan diganti 700 kali lipat baik langsung atau sebagai tabungan negeri akherat
Coba kalo dari awal prinsip ini dipegang oleh mereka yang sudah ingin menikah, usia berapapun asal punya niatan nikah sebagai ibadah, maka kebahagiaan yang akan dicapai.
Pembatasan usia dalam pernikahan yang diterapkan di Indonesia aku anggap sebagai wujud usaha menjaga kebahagiaan manusia, tetapi secara dunia saja sehingga masih juga terjadi ketidak harmonisan.
Yuuuk menikah…. (bagi yang belum segerakanlah…) Tunggu apa lagi..kalah sama jangkrik,,krik..
Posisi Hubungan Seks/ ML saat Malam pertama buat Pengantin Baru
Memiliki anak bagi pasangan suami istri adalah sesuatu yang sangat diharapkan dan ditunggu-tunggu. Untuk mendapatkan anak kedua belah pihak baik suami dan isteri harus melakukan suatu kegiatan untuk memperoleh keturunan yaitu kegiatan melakukan hubungan seks. Hubungan seks bermanfaat tidak hanya untuk kesenangan saja namn juga untuk reproduksi yang menghasilkan anak.
Untuk mendapat anak harus terlebih dahulu didului oleh proses hubungan intim suami istri, hamil dan melahirkan. Terkadang untuk melalui tahap proses yang pertama pasangan pengantin yang baru menikah mengalami kesulitan pada malam pertama. Kesulitan tersebut dapat memicu pertengkaran dan emosi jika masalah tersebut tidak cepat diselesaikan.
Sebagian wanita perawan sulit untuk ditembus untuk diperawani pada malam pertama karena selaput dara pada vagina masih utuh dan ukuran penis pria yang umumnya besar dapat menyulitkan proses hubungan seks pertama kali. Apalagi si perempuan yang masih gadis tersebut merasa sudah ketakutan duluan dan merasa sakit ketika hendak ditembus.
Untuk menembus keperawanan seorang istri yang masih gadis sebaiknya dilakukan pada posisi ini :
0. Sebelumnya lakukan kegiatan pemanasan / foreplay yang membuat si istri terangsang sehingga kemaluan / vagina istri basah.
1. Istri terlentang tiduran biasa dengan kedua kaki agak sedikit dilebarkan ke samping sekitar 30 s/d 45 derajat (bukan ngangkang). Kali tidak ditekuk ke atas tetapi bisa lurus atau sedikit ditekuk ke samping kiri kanan.
2. Suami menindih istri (tangkurap di atas tubuh istri) dengan pinggul berada di depan selangkangan istri dengan posisi penis
berada di depan liang / lubang vagina. Posisi badan bisa menempel tubuh istri maupun tidak menempel.
3. Atur posisi yang enak sebelum penetrasi penis ke vagina, jika perlu suami sangga badan sendiri dengan tangan agar tidak memberatkan istri. Si istri membantu suami dengan mengarahkan penis ke lubang kemaluannya.
4. Suami lalu menyodokkan penis ke arah vagina istri secara perlahan dan jangan terlalu dipaksa karena bisa membuat istri trauma. Awalnya mungkin istri akan mengalami kesakitan dan menangis karena selaput dara pada vagina sobek dan berdarah ketika penis masuk untuk yang pertama kali. Tenangkan istri hingga rileks dan siap melanjutkan hubungan suami istri.
5. Mulai lagi tahap nomor 4 (empat) secara pelan-pelan karena jika sudah on atau horni vagina istri akan basah dan memudahkan penis untuk masuk lebih dalam. Jangan memaksa masuk lebih dalam jika istri kesakitan.
6. Jika sudah berhasil keluar masuk dengan lancar maka gerakan maju mundur bisa dipercepat yang nantinya akan menimbulkan orgasme suami yang menyemburkan sperma ke dalam vagina atau rahim istri. Jangan ubah posisi dulu dan lakukan posisi ini saja selama malam pengantin / malam pertama.
7. Setelah kegiatan senggama / hubungan seks berhasil memecahkan keperawanan istri dan menyalurkan sperma suami ke istri maka istri jangan langsung bersih-bersih. Pantat istri harus diganjal bantal sambil tiduran dan usahakan agar sperma tidak banyak mengalir keluar vagina. Jumlah sperma yang banyak dibutuhkan untuk membuahi sel telur di dalam sistem reproduksi istri. Lakukan selama 15 s/d 30 menit baru boleh beres-beres tetapi jangan dibersihkan ketika mandi. Cukup bersihkan permukaan vagina saja, jangan di lubang. Mungkin nanti cairan sperma akan masih sering meleleh ke luar, biarkan saja karena itu normal.
8. Pada hubungan intim selanjutnya bisa dicoba posisi lain yang mudah. Ingat istri bukan wanita penghibur sehingga tidak bisa melakukan posisi yang ekstrim dan sulit. Posisi mengangkang pun belum tentu bisa dinikmati istri. Posisi yang mudah hanya posisi yang telah dijelaskan di atas. Posisi tersebut juga memudahkan sperma membuahi sel telur untuk mendapat kehamilan.
Semoga anda sukses mengambil keperawanan / kesucian istri anda yang sah secara hukum dan agama. Hindari melakukan zina dengan perempuan yang bukan pasangan sah anda agar tidak menyesal nanti di akhirat kelak. Hormati istri anda sendiri dan jangan memaksa karena saya yakin anda juga tidak suka dipaksa-paksa.
Bagi yang belum menikah jadikan ini sebagai bahan pelajaran saja dan jangan pernah sekali-sekali dipraktekkan karena dapat menghancurkan hidup anda dan pasangan zina anda seumur hidup. Sex bukan untuk coba-coba dan bersenang-senang tetapi untuk menunjang kebahagiaan hidup. Menikahlah jika sudah siap dan mampu karena menikah / kimpoi yang sah dapat menjaga pandangan dan diri kita dari hal-hal buruk.
Untuk mendapat anak harus terlebih dahulu didului oleh proses hubungan intim suami istri, hamil dan melahirkan. Terkadang untuk melalui tahap proses yang pertama pasangan pengantin yang baru menikah mengalami kesulitan pada malam pertama. Kesulitan tersebut dapat memicu pertengkaran dan emosi jika masalah tersebut tidak cepat diselesaikan.
Sebagian wanita perawan sulit untuk ditembus untuk diperawani pada malam pertama karena selaput dara pada vagina masih utuh dan ukuran penis pria yang umumnya besar dapat menyulitkan proses hubungan seks pertama kali. Apalagi si perempuan yang masih gadis tersebut merasa sudah ketakutan duluan dan merasa sakit ketika hendak ditembus.
Untuk menembus keperawanan seorang istri yang masih gadis sebaiknya dilakukan pada posisi ini :
0. Sebelumnya lakukan kegiatan pemanasan / foreplay yang membuat si istri terangsang sehingga kemaluan / vagina istri basah.
1. Istri terlentang tiduran biasa dengan kedua kaki agak sedikit dilebarkan ke samping sekitar 30 s/d 45 derajat (bukan ngangkang). Kali tidak ditekuk ke atas tetapi bisa lurus atau sedikit ditekuk ke samping kiri kanan.
2. Suami menindih istri (tangkurap di atas tubuh istri) dengan pinggul berada di depan selangkangan istri dengan posisi penis
berada di depan liang / lubang vagina. Posisi badan bisa menempel tubuh istri maupun tidak menempel.
3. Atur posisi yang enak sebelum penetrasi penis ke vagina, jika perlu suami sangga badan sendiri dengan tangan agar tidak memberatkan istri. Si istri membantu suami dengan mengarahkan penis ke lubang kemaluannya.
4. Suami lalu menyodokkan penis ke arah vagina istri secara perlahan dan jangan terlalu dipaksa karena bisa membuat istri trauma. Awalnya mungkin istri akan mengalami kesakitan dan menangis karena selaput dara pada vagina sobek dan berdarah ketika penis masuk untuk yang pertama kali. Tenangkan istri hingga rileks dan siap melanjutkan hubungan suami istri.
5. Mulai lagi tahap nomor 4 (empat) secara pelan-pelan karena jika sudah on atau horni vagina istri akan basah dan memudahkan penis untuk masuk lebih dalam. Jangan memaksa masuk lebih dalam jika istri kesakitan.
6. Jika sudah berhasil keluar masuk dengan lancar maka gerakan maju mundur bisa dipercepat yang nantinya akan menimbulkan orgasme suami yang menyemburkan sperma ke dalam vagina atau rahim istri. Jangan ubah posisi dulu dan lakukan posisi ini saja selama malam pengantin / malam pertama.
7. Setelah kegiatan senggama / hubungan seks berhasil memecahkan keperawanan istri dan menyalurkan sperma suami ke istri maka istri jangan langsung bersih-bersih. Pantat istri harus diganjal bantal sambil tiduran dan usahakan agar sperma tidak banyak mengalir keluar vagina. Jumlah sperma yang banyak dibutuhkan untuk membuahi sel telur di dalam sistem reproduksi istri. Lakukan selama 15 s/d 30 menit baru boleh beres-beres tetapi jangan dibersihkan ketika mandi. Cukup bersihkan permukaan vagina saja, jangan di lubang. Mungkin nanti cairan sperma akan masih sering meleleh ke luar, biarkan saja karena itu normal.
8. Pada hubungan intim selanjutnya bisa dicoba posisi lain yang mudah. Ingat istri bukan wanita penghibur sehingga tidak bisa melakukan posisi yang ekstrim dan sulit. Posisi mengangkang pun belum tentu bisa dinikmati istri. Posisi yang mudah hanya posisi yang telah dijelaskan di atas. Posisi tersebut juga memudahkan sperma membuahi sel telur untuk mendapat kehamilan.
Semoga anda sukses mengambil keperawanan / kesucian istri anda yang sah secara hukum dan agama. Hindari melakukan zina dengan perempuan yang bukan pasangan sah anda agar tidak menyesal nanti di akhirat kelak. Hormati istri anda sendiri dan jangan memaksa karena saya yakin anda juga tidak suka dipaksa-paksa.
Bagi yang belum menikah jadikan ini sebagai bahan pelajaran saja dan jangan pernah sekali-sekali dipraktekkan karena dapat menghancurkan hidup anda dan pasangan zina anda seumur hidup. Sex bukan untuk coba-coba dan bersenang-senang tetapi untuk menunjang kebahagiaan hidup. Menikahlah jika sudah siap dan mampu karena menikah / kimpoi yang sah dapat menjaga pandangan dan diri kita dari hal-hal buruk.
Bokong Besar, Sehat ??! Hmmm
Memiliki bokong besar bukan sekadar menampilkan kesan seksi. Studi terbaru mengungkap, timbunan lemak di bagian bokong dan paha dapat meningkatkan harapan hidup pemiliknya.
Berdasar studi yang dilakukan sejumlah pakar kesehatan dari Mayo Clinic, di Rochester, Minnesota, lemak yang terakumulasi di bokong dan pangkal kaki bagian atas justru mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Tidak seperti lemak di perut yang meningkatkan risiko tiga penyakit tersebut.
Tim peneliti yang dipimpin Dr Michael Jensen melibatkan 28 pria dan wanita sebagai partisipan. Selama delapan minggu, mereka memberi perlakuan dan pola makan yang sama terhadap seluruh partisipan. Mereka ingin melihat pertumbuhan lemak di tubuh para partisipan.
Mayoritas partisipan memiliki lemak sekitar 2,45 kg di bagian tubuh atas seperti perut dan dada. Sementara di bagian tubuh bawah seperti bokong, pinggul, dan paha sekitar 1,5 kg. Pengukuran ini dilakukan sebelum dan setelah 'masa karantina'.
Dalam penelitian terungkap, ada perbedaan sel-sel lemak yang melilit bagian tubuh atas dan bawah. Sel-sel lemak di bagian tubuh bawah mengandung agen anti-inflamasi alami yang dapat menghentikan penyumbatan arteri.
Seperti dikutip dari Daily Mail, Jensen mengatakan, temuan ini menantangnya untuk mencari cara meningkatkan produksi lemak di bagian tubuh bagian bawah tanpa menambah timbunan lemak di bagian tubuh bagian atas. "Ini penting untuk membentuk perlindungan tubuh dan membantu mencegah penyakit."
Temuan yang dipublikasikan pada Proceedings of the National Academy of Sciences mungkin bisa menjelaskan manfaat memiliki tubuh berbentuk buah pir. (pet)
Source : http://id.news.yahoo.com/viva/20101007/tls-bokong-besar-pertanda-jantung-sehat-34dae5e.html
Berdasar studi yang dilakukan sejumlah pakar kesehatan dari Mayo Clinic, di Rochester, Minnesota, lemak yang terakumulasi di bokong dan pangkal kaki bagian atas justru mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Tidak seperti lemak di perut yang meningkatkan risiko tiga penyakit tersebut.
Tim peneliti yang dipimpin Dr Michael Jensen melibatkan 28 pria dan wanita sebagai partisipan. Selama delapan minggu, mereka memberi perlakuan dan pola makan yang sama terhadap seluruh partisipan. Mereka ingin melihat pertumbuhan lemak di tubuh para partisipan.
Mayoritas partisipan memiliki lemak sekitar 2,45 kg di bagian tubuh atas seperti perut dan dada. Sementara di bagian tubuh bawah seperti bokong, pinggul, dan paha sekitar 1,5 kg. Pengukuran ini dilakukan sebelum dan setelah 'masa karantina'.
Dalam penelitian terungkap, ada perbedaan sel-sel lemak yang melilit bagian tubuh atas dan bawah. Sel-sel lemak di bagian tubuh bawah mengandung agen anti-inflamasi alami yang dapat menghentikan penyumbatan arteri.
Seperti dikutip dari Daily Mail, Jensen mengatakan, temuan ini menantangnya untuk mencari cara meningkatkan produksi lemak di bagian tubuh bagian bawah tanpa menambah timbunan lemak di bagian tubuh bagian atas. "Ini penting untuk membentuk perlindungan tubuh dan membantu mencegah penyakit."
Temuan yang dipublikasikan pada Proceedings of the National Academy of Sciences mungkin bisa menjelaskan manfaat memiliki tubuh berbentuk buah pir. (pet)
Source : http://id.news.yahoo.com/viva/20101007/tls-bokong-besar-pertanda-jantung-sehat-34dae5e.html
10 CIRI ORG B'PIKIR POSITIVE
a. liat mslh spt tntngan
b. mnikmati hdp'na
c. pkran t'buka wad trma saran n ide
...d. gag mmliHara negative thinkin'
e. syukur dgn pa yg dmiliki
f. gag dengerin gosip yg gag tentu
g. gag alesan, lngsung bkin tndakan
h. ngomong b'nadakan optimisme
i. pake bhs tbuh yg POSITIVE
j. pduli pd citra diri
Rabu, 06 Oktober 2010
MERAMUT HIDAYAH
Ketika Istri tercinta Rasulullah Siti Khadijah dan Paman Beliau Abdul Mutallib Wafat, pada waktu itu Rasulullah SAW sangat bersedih sekali, karena 2 orang tersebut adalah yang terdekat dengan Rasulullah yang menjaga Rasulullah ketika ada yang akan mengganggu, dan yang menghibur Rasulullah ketika beliau bersedih. Tahun itu disebutkan dalam shirah dengan ammul husni (tahun duka cita). Tapi yang membuat Rasulullah sangat bersedih bukan dikarenakan 2 orang yang beliau cintai ini meninggal, akan tetapi Paman beliau maninggal tidak dalam beriman/tidak mendapat hidayah Allah.
Dalam shirah kita lihat bagaimana reka ulang saat paman beliau akan menemuai ajal. Ditelinga sebalah kanan, Rasulullah minta Paman beliau untuk mengucapkan dua kalimah syahadah “kalau paman mengucapkan kalimah ini (2 kalimah syahadah) maka la sholah, la zakah, la shaum wa la hajji, maka Paman akan masuk syurga Allah”. Tapi ditelinga sebelah kiri Abu Jahal juga membisikkan “ wahai Abdul Muthallib, jika engkau ucapkan kalimah tersebut maka engkau akan kami hapus dari para pembesar-pembesar Qurays” sampai kejadian ini berlangsung berulang-ulang kali sampai turun ayat al-qur’an surah al-qasshas ayat 56
Hanya Allah-lah yang dapat memberi hidayah kepada hamba-Nya untuk beriman
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
Hidayah adalah sesuatu yang sangat berharga karena hidayah adalah titik tolak seseorang itu masuk Islam. Kemudian dari situ berlanjut ke usahanya untuk mendapatkan iman serta lain-lain lagi yang ada di dalam ajaran Islam atau seorang Islam itu telah terbuka pintu hatinya untuk beramal maka dari situlah dia berusaha untuk mempelajari ilmu Islam dari sumber Al Quran dan Hadis serta mengamalkannya. Firman Allah dari surah An An'am ayat 125 yang bermaksud:
Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya[503], niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
Kalau seseorang yang belum Islam belum mendapat hidayah artinya hatinya belum terbuka untuk menerima Islam atau masuk agama Islam. Begitu juga seorang keturunan Islam jika hidayah belum dia dapatkan artinya hatinya tidak akan terbuka untuk beramal dan memperjuangkannya. Setelah berusaha mempelajari dan setelah hati terbuka untuk beramal maka setelah itu mungkin akan mendapat taufiq dari Allah Taala artinya apa yang diamalkan itu tepat atau selaras dengan kehendak Allah Taala maka akan sempurna Islam seseorang itu karena seluruh amalan telah bergabung di situ di antara hidayah dengan taufiq.
Bagaimanapun, hanya sebatas hidayah juga sudah merupakan satu anugerah yang sangat berharga dari Allah Taala yang Maha Pemurah, karena dari hidayah pintu hati telah terbuka untuk menjadi seorang Islam atau seorang Islam telah terbuka pintu hatinya untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran Islam. Oleh karena hidayah adalah satu benda yang berharga bukan semua orang mendapatkannya atau memperolehinya. Walau bagaimanapun untuk mendapat hidayah ada bermacam-macam sebab atau ada berbagai-bagai cara di antara satu orang dengan orang lain tidak sama. Di bawah ini saya berikan beberapa sebab seseorang itu mendapat hidayah, seperti berikut:
1 Mereka lahir di dalam keluarga yang beragama, maka mereka mendapat didikan secara langsung dan praktek dari suasana keluarga. Orang ini agak bernasib baik.
2. Mereka yang begitu lahir telah Allah bekalkan kesadaran dan petunjuk. Dari kecil sudah suka kepada kebaikan dan kebenaran. Mereka terus mencari dan mengamalkan. Golongan ini sangat sedikit. Ini adalah pemberian Allah secara wahbiah.
3. Orang yang di dalam perjalanan hidupnya terjumpa golongan atau kelompok yang beragama Islam dan mengamalkan syariat manakala dilihat kehidupan mereka begitu baik dan bahagiasehingga membuatnya mengikuti golongan itu.
4. Orang yang senantiasa mencari-cari kebenaran, mereka senantiasa membaca, mengkaji, membandingkan serta melihat-lihat berbagai golongan dari berbagai-bagai agama dan ideologi serta bergaul dengan golongan itu maka akhirnya mereka bertemu dengan kebenaran itu.
5. Golongan yang mendapat pendidikan Islam, mendengar ceramah agama, ikut kursus agama, menghadiri majlis-majlis agama maka sebagian dari mereka mendapat petunjuk dari mengaji dan mendengar itu.
6. Golongan yang diuji oleh Allah, mungkin setelah kaya jatuh miskin, atau mendapat sakit parah, atau ditimpa bencana alam dan lain-lain lagi saat itu dia sadar dan insaf. Lantaran itu dia kembali mendekati diri kepada Allah SWT.
7. Ada golongan yang mendapat kebenaran, karena Allah beri mereka pengalaman alam kerohanian seperti melihat di dalam mimpi alam barzakh, dia melihat orang kena azab, atau dia sendiri yang kena azab atau melihat Qiamat atau Allah perlihatkan kepadanya pohon bersujud, pohon bertasbih, dan lain-lain lagi hal yang ajaib. Selepas itu mereka pun kembali kepada kebenaran.
8. Ada orang yang sadar setelah melihat ada golongan atau keluarga yang kehidupan dunianya begitu hebat, rumah besar, kaya-raya, kendaraan yang mewah, harta banyak tapi kehidupan keluarga itu senantiasa porak-peranda, krisis sering berlaku, kasih sayang tidak ada, masing-masing membawa keinginan sendiri, ukhwah tiada maka dari peristiwa itu mereka sadar dan insaf bahwa kemewahan hidup di dunia tidak menjamin mendapat kebahagiaan, apa lagi untuk di Akhirat kelak.
9. Ada golongan yang mereka sendiri memiliki kehidupan mewah, serba ada, apapun yang diinginkan dapat, pangkat ada, banyak uang, namun kebahagiaan tidak dirasakan, hidup di dalam keluarga porak-peranda, lalu mereka insaf dan sadar akhirnya mencari jalan kebenaran.
10. Ada golongan yang mendapat petunjuk karena ada orang yang soleh atau orang yang bertaqwa mendoakannya, lalu doanya dikabulkan oleh Allah, maka Islamlah dia seperti Umar Al Khattab yang mendapat petunjuk karena doa Rasulullah SAW.
Dalam shirah kita lihat bagaimana reka ulang saat paman beliau akan menemuai ajal. Ditelinga sebalah kanan, Rasulullah minta Paman beliau untuk mengucapkan dua kalimah syahadah “kalau paman mengucapkan kalimah ini (2 kalimah syahadah) maka la sholah, la zakah, la shaum wa la hajji, maka Paman akan masuk syurga Allah”. Tapi ditelinga sebelah kiri Abu Jahal juga membisikkan “ wahai Abdul Muthallib, jika engkau ucapkan kalimah tersebut maka engkau akan kami hapus dari para pembesar-pembesar Qurays” sampai kejadian ini berlangsung berulang-ulang kali sampai turun ayat al-qur’an surah al-qasshas ayat 56
Hanya Allah-lah yang dapat memberi hidayah kepada hamba-Nya untuk beriman
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
Hidayah adalah sesuatu yang sangat berharga karena hidayah adalah titik tolak seseorang itu masuk Islam. Kemudian dari situ berlanjut ke usahanya untuk mendapatkan iman serta lain-lain lagi yang ada di dalam ajaran Islam atau seorang Islam itu telah terbuka pintu hatinya untuk beramal maka dari situlah dia berusaha untuk mempelajari ilmu Islam dari sumber Al Quran dan Hadis serta mengamalkannya. Firman Allah dari surah An An'am ayat 125 yang bermaksud:
Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya[503], niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
Kalau seseorang yang belum Islam belum mendapat hidayah artinya hatinya belum terbuka untuk menerima Islam atau masuk agama Islam. Begitu juga seorang keturunan Islam jika hidayah belum dia dapatkan artinya hatinya tidak akan terbuka untuk beramal dan memperjuangkannya. Setelah berusaha mempelajari dan setelah hati terbuka untuk beramal maka setelah itu mungkin akan mendapat taufiq dari Allah Taala artinya apa yang diamalkan itu tepat atau selaras dengan kehendak Allah Taala maka akan sempurna Islam seseorang itu karena seluruh amalan telah bergabung di situ di antara hidayah dengan taufiq.
Bagaimanapun, hanya sebatas hidayah juga sudah merupakan satu anugerah yang sangat berharga dari Allah Taala yang Maha Pemurah, karena dari hidayah pintu hati telah terbuka untuk menjadi seorang Islam atau seorang Islam telah terbuka pintu hatinya untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran Islam. Oleh karena hidayah adalah satu benda yang berharga bukan semua orang mendapatkannya atau memperolehinya. Walau bagaimanapun untuk mendapat hidayah ada bermacam-macam sebab atau ada berbagai-bagai cara di antara satu orang dengan orang lain tidak sama. Di bawah ini saya berikan beberapa sebab seseorang itu mendapat hidayah, seperti berikut:
1 Mereka lahir di dalam keluarga yang beragama, maka mereka mendapat didikan secara langsung dan praktek dari suasana keluarga. Orang ini agak bernasib baik.
2. Mereka yang begitu lahir telah Allah bekalkan kesadaran dan petunjuk. Dari kecil sudah suka kepada kebaikan dan kebenaran. Mereka terus mencari dan mengamalkan. Golongan ini sangat sedikit. Ini adalah pemberian Allah secara wahbiah.
3. Orang yang di dalam perjalanan hidupnya terjumpa golongan atau kelompok yang beragama Islam dan mengamalkan syariat manakala dilihat kehidupan mereka begitu baik dan bahagiasehingga membuatnya mengikuti golongan itu.
4. Orang yang senantiasa mencari-cari kebenaran, mereka senantiasa membaca, mengkaji, membandingkan serta melihat-lihat berbagai golongan dari berbagai-bagai agama dan ideologi serta bergaul dengan golongan itu maka akhirnya mereka bertemu dengan kebenaran itu.
5. Golongan yang mendapat pendidikan Islam, mendengar ceramah agama, ikut kursus agama, menghadiri majlis-majlis agama maka sebagian dari mereka mendapat petunjuk dari mengaji dan mendengar itu.
6. Golongan yang diuji oleh Allah, mungkin setelah kaya jatuh miskin, atau mendapat sakit parah, atau ditimpa bencana alam dan lain-lain lagi saat itu dia sadar dan insaf. Lantaran itu dia kembali mendekati diri kepada Allah SWT.
7. Ada golongan yang mendapat kebenaran, karena Allah beri mereka pengalaman alam kerohanian seperti melihat di dalam mimpi alam barzakh, dia melihat orang kena azab, atau dia sendiri yang kena azab atau melihat Qiamat atau Allah perlihatkan kepadanya pohon bersujud, pohon bertasbih, dan lain-lain lagi hal yang ajaib. Selepas itu mereka pun kembali kepada kebenaran.
8. Ada orang yang sadar setelah melihat ada golongan atau keluarga yang kehidupan dunianya begitu hebat, rumah besar, kaya-raya, kendaraan yang mewah, harta banyak tapi kehidupan keluarga itu senantiasa porak-peranda, krisis sering berlaku, kasih sayang tidak ada, masing-masing membawa keinginan sendiri, ukhwah tiada maka dari peristiwa itu mereka sadar dan insaf bahwa kemewahan hidup di dunia tidak menjamin mendapat kebahagiaan, apa lagi untuk di Akhirat kelak.
9. Ada golongan yang mereka sendiri memiliki kehidupan mewah, serba ada, apapun yang diinginkan dapat, pangkat ada, banyak uang, namun kebahagiaan tidak dirasakan, hidup di dalam keluarga porak-peranda, lalu mereka insaf dan sadar akhirnya mencari jalan kebenaran.
10. Ada golongan yang mendapat petunjuk karena ada orang yang soleh atau orang yang bertaqwa mendoakannya, lalu doanya dikabulkan oleh Allah, maka Islamlah dia seperti Umar Al Khattab yang mendapat petunjuk karena doa Rasulullah SAW.
Hidayah itu Bisa Kabur Lho!
Hidayah kalau tidak pandai menjaganya akan diambil kembali oleh Allah atau akan hilang dari kita. Pada waktu itu kita akan hidup terombang-ambing. Tidak ada disiplin, tiada istiqamah, malas beramal, mudah melakukan maksiat, jiwa akan menderita dan sengsara walaupun punya kekayaan yang melimpah ruah atau serba berkecukupan. Di antara sebab-sebab hidayah ditarik Allah adalah:
1. Hilangnya Rasa Malu, tidak malu kalau seandainya bermaksiat kepada Allah
2. Kita durhaka pada guru kita yang pernah memberi pengajaran kepada kita dan lari dari pimpinan/jama’ah dakwah. Di waktu itu kita kehilangan pemimpin/jama’ah dakwah. Maka hidup kita akan terombang-ambing.
3. Durhaka kepada orang tua, apabila kita sia-siakan kedua-duanya, kita biarkan ibu dan bapak kita tidak terurus dan terjaga. Apalagi kalau dia sampai marah atau rasa tidak senang dengan kita
4. Hubbud Dunya/cinta dunia dan takut akan mati. Kalau penyakit ini sudah ada maka kita akan merasa tidak suka beribadah, atau mulai terasa berat mengerjakannya, maka perlahan-lahan akan luntur hidayah tersebut dan dengan halal dan haram mulai tidak dihiraukan sehingga takut kepada Tuhan perlahan-lahan dihapus dari hati kita hingga hilang sama sekali.
5. Menzalimi orang. Dengan sebab menzalimi, rasa takut kepada Tuhan sedikit demi sedikit dicabut. Selepas itu lalai akan datang. Malas beribadah. Kemungkaran dan maksiat sedikit demi sedikit sudah berani dibuat. Begitulah seterusnya hingga hanyut dan tenggelam di dalam maksiat.
6. Mulai bergaul bebas dengan orang-orang yang tidak menjaga syariat. Kemudian terus merasa senang dengan kebebasan itu. Lalu kelepasan. berlebihan dan suka dengan perbuatan tersebut dan setelah itu langsung hanyut dalam arus kemungkaran dan maksiat. Takut dengan Tuhan pun lenyap.
1. Hilangnya Rasa Malu, tidak malu kalau seandainya bermaksiat kepada Allah
2. Kita durhaka pada guru kita yang pernah memberi pengajaran kepada kita dan lari dari pimpinan/jama’ah dakwah. Di waktu itu kita kehilangan pemimpin/jama’ah dakwah. Maka hidup kita akan terombang-ambing.
3. Durhaka kepada orang tua, apabila kita sia-siakan kedua-duanya, kita biarkan ibu dan bapak kita tidak terurus dan terjaga. Apalagi kalau dia sampai marah atau rasa tidak senang dengan kita
4. Hubbud Dunya/cinta dunia dan takut akan mati. Kalau penyakit ini sudah ada maka kita akan merasa tidak suka beribadah, atau mulai terasa berat mengerjakannya, maka perlahan-lahan akan luntur hidayah tersebut dan dengan halal dan haram mulai tidak dihiraukan sehingga takut kepada Tuhan perlahan-lahan dihapus dari hati kita hingga hilang sama sekali.
5. Menzalimi orang. Dengan sebab menzalimi, rasa takut kepada Tuhan sedikit demi sedikit dicabut. Selepas itu lalai akan datang. Malas beribadah. Kemungkaran dan maksiat sedikit demi sedikit sudah berani dibuat. Begitulah seterusnya hingga hanyut dan tenggelam di dalam maksiat.
6. Mulai bergaul bebas dengan orang-orang yang tidak menjaga syariat. Kemudian terus merasa senang dengan kebebasan itu. Lalu kelepasan. berlebihan dan suka dengan perbuatan tersebut dan setelah itu langsung hanyut dalam arus kemungkaran dan maksiat. Takut dengan Tuhan pun lenyap.
take mind...
gunakan otak & pikiran kita secara Digdaya, bukan hanya sekedar main2 krn Allah menciptakan kitapun bukan sekedar utk main2 , namun manusia sering lupa . Dua nikmat ini seringkali dilalaikan oleh manusia termasuk pula hamba yang faqir ini. ...Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)
”Seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya juga sehat. Barangsiapa yang memiliki dua nikmat ini (yaitu waktu senggang dan nikmat sehat), hendaklah ia bersemangat, jangan sampai ia tertipu dengan meninggalkan syukur pada Allah atas nikmat yang diberikan. Bersyukur adalah dengan melaksanakan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan Allah. Barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini, maka dialah yang tertipu.”
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)
”Seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya juga sehat. Barangsiapa yang memiliki dua nikmat ini (yaitu waktu senggang dan nikmat sehat), hendaklah ia bersemangat, jangan sampai ia tertipu dengan meninggalkan syukur pada Allah atas nikmat yang diberikan. Bersyukur adalah dengan melaksanakan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan Allah. Barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini, maka dialah yang tertipu.”
Selasa, 05 Oktober 2010
Menjaga Hati
Berhati-hatilah dalam menjaga hati (qalbu). Karena pangkal dari baik/buruknya diri adalah hati. Rasulullah telah bersabda,
“Ingatlah bahwa di dalam jasad terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasadnya. Dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (H.R. Bukhari no.52 dan Muslim no.1599).
Terkait dengan pentingnya menjaga hati, maka tidaklah beruntung orang yang menghadap Allah pada hari di mana tidak berguna harta dan kerabat, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. Hal ini sebagaimana doa nabi Ibrahim ‘alayhis salaam termaktub di dalam Al-Qur-an, surat Asy-Syu’ara ayat 83-89:
83. (Ibrahim berdoa): “Ya Rabbku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih.”
Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 84
84. “Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian.”
Al-Quran surat Asy-Syuara ayat 85
85. “Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan.”
Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 86
86. “Dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat.”
Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 87
87. “Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan.”
Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 88
88. “(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna.”
Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 89
89. “Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
menjaga hati itu penting. Hati-hati dalam menjaga hati. Semoga kita termasuk orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.
“Ingatlah bahwa di dalam jasad terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasadnya. Dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (H.R. Bukhari no.52 dan Muslim no.1599).
Terkait dengan pentingnya menjaga hati, maka tidaklah beruntung orang yang menghadap Allah pada hari di mana tidak berguna harta dan kerabat, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. Hal ini sebagaimana doa nabi Ibrahim ‘alayhis salaam termaktub di dalam Al-Qur-an, surat Asy-Syu’ara ayat 83-89:
83. (Ibrahim berdoa): “Ya Rabbku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih.”
Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 84
84. “Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian.”
Al-Quran surat Asy-Syuara ayat 85
85. “Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan.”
Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 86
86. “Dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat.”
Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 87
87. “Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan.”
Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 88
88. “(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna.”
Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 89
89. “Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
menjaga hati itu penting. Hati-hati dalam menjaga hati. Semoga kita termasuk orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.
Amalan Pendatang Rizki
1. Memperbanyak istighfar kepada Alloh
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا * يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا * وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا * سورة نوح 10-12
Maka berkata aku (Nuh): “Mohonlah ampun kepada Tuhan kalian, sesungguhnya Dia (Tuhan/Alloh) adalah Maha Pengampun”. (Dia) akan mengutus langit untuk menurunkan hujan yang lebat kepada kalian. Dan akan menambah pada kalian dengan harta dan anak; dan menjadikan kebun dan sungai pada kamu sekalian
Keterangan:
Dengan banyak membaca istighfar, maka Alloh akan mengampuni dosa-dosa kita (pengampunannya tentu tergantung dengan dosa-dosa yang kita perbuat). Jika kita rajin membaca istighfar, maka Alloh juga akan menambah rezeki kepada kita, yang pada ayat di atas digambarkan dengan banyaknya harta dan anak, dan adanya kebun dan sungai.
مَنْ أَكْثَرَ مِنَ اْلاِسْتِغْفَارِ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ * رواه أخمد
“Barang siapa yang memperbanyak dari istighfar, maka menjadikan Alloh dari tiap-tiap kesusahan (pada) kelonggaran/kemudahan, dan dari tiap-tiap kesempitan (pada) jalan keluar, dan memberikan rezeki dari arah yang tidak diduga.”
Keterangan:
Siapa saja yang memperbanyak membaca istighfar akan dimudahkan oleh Alloh jika menemui kesulitan, akan diberikan jalan keluar jika mengalami masalah, dan akan diberikan rezeki yang tidak disangka-disangka sebelumnya.
2. Memperbanyak sodaqoh/infak fisabilillah
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ * سورة سبإ 39
Dan semua yang kamu infakkan, maka Alloh akan menggantinya. Dan Alloh adalah sebaik-baiknya zat yang memberi rezeki.
Keterangan:
Alloh akan mengganti semua yang diinfakkan oleh manusia, baik kecil maupun besar, karena Alloh memiliki kuasa untuk memberikan rezeki. Dalam beberapa hadits lainnya justru diterangkan bahwa Alloh akan mengganti harta yang diinfakkan dengan nilai yang jauh lebih besar, baik di dunia maupun di akhirat.
قَالَ اللَّهُ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ * رواه البخاري
Alloh berfirman: “Berinfaklah kamu, maka berinfak aku padamu”
Keterangan:
Jika kita berinfak atau memberikan shodaqoh di jalan Alloh, Alloh berjanji akan meng-infakkan kita kembali, atau memberikan ganti dari harta yang kita infakkan tersebut. Dalam hal ini, yang diberikan oleh Alloh bisa berupa harta ataupun hal-hal lain yang mungkin lebih berarti dari harta yang kita infakkan.
3. Memperbanyak shilaturrohim
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ * رواه البخاري
“Barang siapa yang senang jika dibentangkan rezeki kepadanya dan dipanjangkan umurnya maka menyambunglah pada famili/keluarganya.”
Keterangan
Orang yang senang bersilaturrohim akan dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya. Silaturrohim di sini adalah mengunjungi keluarga atau sanak famili kita, terutama yang sudah jarang sekali bertemu. Adapun umur yang dipanjangkan ada dua pengertian, yaitu umur yang memang lebih dipanjangkan oleh Alloh, atau kehidupan yang lebih baik, sehingga umur yang dirasakan lebih bermanfaat.
4. Senang menghormati tamu
الضَّيْفُ يَأْتِى بِرِزْقِهِ وَيَرْتَحِلُ بِذُنُوْبِ الْقَوْمِ يُمَحِّصُ عَنْهُمْ ذُنُوْ بَهُمْ * رواه ابو الشيخ
Tamu datang dengan rezekinya dan pergi dengan dosa kaum (tuan rumah), membersihkan dari mereka (tamu) (pada) dosa-dosa mereka (tuan rumah)
Keterangan:
Kedatangan tamu membawa rezeki bagi tuan rumah. Selain itu dengan perginya tamu, maka dosa-dosa yang dimiliki oleh rumah dibersihkan (dihapus) seiring dengan perginya tamu. Perlu dicatat bahwa dalam hal ini bukan berarti yang bertamu kehilangan rezeki dan menanggung dosa :-).
5. Berusaha menjadi orang yang jujur / amanah
اْلأَمَانَةُ تَجْلِبُ الرِّزْقَ وَالْخيانة تَجْلِبُ الْفَقْرَ * رواه الديلمي
Amanah itu menarik rezeki, dan khianat itu menarik kemelaratan
Keterangan
Sifat amanah atau dapat dipercaya itu dapat menarik rezeki, karena biasanya orang yang jujur dan dapat dipercaya akan disukai oleh banyak orang dan makin lama makin jujur, kepercayaan akan semakin diberikan dan akan semakin banyak menambah rezeki. Sebaliknya, orang yang tidak jujur, tidak bisa menjaga amanah atau khianat, biasanya akan dijauhi banyak orang sehingga menjadi melarat karena tidak ada perantara yang memberikan rezeki padanya.
6. Meningkatkan taqwa kepada Alloh (mengerjakan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya)
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ ...الأية * سورة الطلاق 2-3
Dan barang siapa yang taqwa kepada Alloh, Alloh akan menjadikan padanya jalan keluar, dan akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka
وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِخَطِيئَةٍ يَعْمَلُهَا * رواه ابن ماجة
Dan sesungguhnya seorang laki-laki dihalang-halangi (atas) rezeki dengan kesalahan yang dia amalkan.
Keterangan
Dari ayat Al-Qur’an dan hadits di atas bisa kita lihat bahwa Alloh akan memberikan jalan keluar dari setiap masalah yang kita hadapi jika kita bertaqwa kepada Alloh. Selain itu, Alloh akan memberikan rezeki dari arah yang tidak kita duga sebelumnya jika kita bisa selalu bertaqwa kepada Alloh. Misalnya tiba-tiba kita mendapatkan pekerjaan yang hasilnya besar, namun hanya memerlukan sedikit usaha.
Sedangkan jika kita kesulitan mendapatkan rezeki, mungkin kita perlu mengoreksi diri kita, apakah kita banyak berbuat salah dan belum kita taubati. Namun jika ternyata kita sudah bertaqwa kepada Alloh, berusaha menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya, namun tidak diberi rezeki yang mencukupi, mungkin cobaan melarat ini adalah baik bagi kita.
Jika kita tetap melarat walaupun sudah berusaha semaksimal mungkin, mungkin kita adalah termasuk hamba Alloh yang jika dicoba kaya tidak mau bersyukur seperti Qorun, yang tidak mau ber-infak dan berzakat setelah menjadi kaya, namun menganggap bahwa usahanya selama ini adalah karena kepandaiannya dan bukan pemberian dari Alloh.
7. Memperbanyak tawakal kepada Alloh
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ...الأية * سورة الطلاق 3
Barang siapa yang bertawakal kepada Alloh, maka Alloh akan mencukupinya.
Keterangan
Sifat tawakal adalah sifat berserah diri dan bisa menerima apa yang diberikan oleh Alloh kepada kita, apa yang Alloh qodarkan kepada kita. Insya Alloh, bila kita bisa bertawakal, maka pertolongan Alloh akan datang.
8. Selalu husnudzon billah (berprasangka baik kepada Alloh)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا دَعَانِي * رواه مسلم
Dari Abu Huroiroh, berkata dia: Bersabda Rosululloh SAW: Sesungguhnya Alloh berfirman: “Aku di sisi persangkaan hambaku padaku, dan aku bersamanya ketika berdoa dia padaku.”
Keterangan
Sebagai hamba Alloh, kita harus selalu berprasangka baik akan semua yang diberikan oleh Alloh kepada kita, misalnya selalu bisa mensyukuri nikmat yang diberikan Alloh kepada kita walaupun kecil/sedikit, dan tetap berprasangka baik bahwa Alloh akan memberikan yang paling baik kepada kita.
Insya Alloh dengan terus berprasangka baik, Alloh akan terus membantu kita sesuai dengan persangkaan kita tersebut. Namun tentunya kita juga harus terus berusaha, jangan hanya menerima apa adanya tanpa mau berusaha.
9. Menertibkan sholat tahajud dan do’a di sepertiga malam yang akhir
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ اْلآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ * رواه البخاري
Akan turun Tuhan kami yang Maha Barokah dan Maha Luhur setiap malam sampai ke langit dunia sehingga tetap pada 1/3 malam yang akhir. Maka Alloh berfirman : “Barang siapa yang berdoa padaku, maka mengabulkan aku baginya. Barang siapa yang minta padaku, maka aku akan memberikan padanya. Barang siapa yang minta ampun padaku, maka mengampuni aku padanya.”
Keterangan
Berdasarkan hadits di atas, Alloh akan mengabulkan do’a hambanya jika rajin berdo’a pada 1/3 malam yang akhir (sekitar pukul satu pagi sampai menjelang subuh), termasuk bagi orang yang dicoba melarat dan meminta kehidupan yang lebih baik. Orang yang meminta ampun juga diampuni oleh Alloh.
Namun perlu diingat pula bahwa dari hadits lain dijelaskan pula bahwa ada 3 cara Alloh mengabulkan do’a hambanya, yaitu: (1) langsung dikabulkan, (2) ditunda, (3) diganti, entah diganti di dunia maupun di akhirat nanti, mungkin apa yang kita minta tidak baik untuk diri kita. Oleh karena itu, kita jangan sampai putus asa dalam berdo’a, selalu husnudzon billah bahwa Alloh akan mengabulkan setiap do’a yang kita pinta.
Minggu, 03 Oktober 2010
Makna di Balik Panggilan Sayang Pasangan
Panggilan sayang atau kode tertentu dalam hubungan seringkali menjadi ledekan. Tetapi peneliti menemukan, bahasa yang hanya dimengerti Anda dan pasangan bisa jadi gambaran kelanjutan dan kondisi hubungan.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Social and Personal Relationships menemukan bahwa julukan yang lebih konyol, dibuat-buat dan kode rahasia, bisa menggambarkan kecenderungan rasa puas dalam suatu hubungan.
"Menggunakan julukan dan membuat kode bahasa sendiri dalam hubungan adalah cara mudah untuk memasukkan komunikasi positif dalam kehidupan sehari-hari," kata Jamie Turndorf, Ph.D., konselor hubungan, seperti dikutip dari WomensHealthmag.com
Sekonyol apapun kode atau panggilan sayang, sebenarnya menandakan hubungan semakin kuat. "Dengan julukan atau kode tertentu sebenarnya Anda ingin mengatakan bahwa Anda memiliki perhatian besar padanya dan hubungan semakin baik, sehingga tercipta bahasa sendiri untuk menunjukkannya," kata Carol Bruess, PhD, kepala studi keluarga di University of St Thomas, Amerika Serikat.
Julukan tersebut bukan hanya menguatkan hubungan tetapi juga bisa memperbaiki hubungan saat sedang berkonflik. Dari penelitian yang dilakukan oleh profesor psikologidari University of Western Ontario, Lorne Campbell, PhD, julukan konyol bisa membantu menyelesaikan konflik.
Campbell menemukan bahwa ketika julukan atau kode konyol digunakan untuk mengatasi konflik akan memunculkan suasana humor dan membuat tertawa. Hal ini bisa jadi trik jika Anda ingin berbaikan dengan pasangan. Jadi, setelah berkonflik dan diakhiri dengan humor dan kekonyolan hubungan Anda dan pasangan pun akan semakin intim.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Social and Personal Relationships menemukan bahwa julukan yang lebih konyol, dibuat-buat dan kode rahasia, bisa menggambarkan kecenderungan rasa puas dalam suatu hubungan.
"Menggunakan julukan dan membuat kode bahasa sendiri dalam hubungan adalah cara mudah untuk memasukkan komunikasi positif dalam kehidupan sehari-hari," kata Jamie Turndorf, Ph.D., konselor hubungan, seperti dikutip dari WomensHealthmag.com
Sekonyol apapun kode atau panggilan sayang, sebenarnya menandakan hubungan semakin kuat. "Dengan julukan atau kode tertentu sebenarnya Anda ingin mengatakan bahwa Anda memiliki perhatian besar padanya dan hubungan semakin baik, sehingga tercipta bahasa sendiri untuk menunjukkannya," kata Carol Bruess, PhD, kepala studi keluarga di University of St Thomas, Amerika Serikat.
Julukan tersebut bukan hanya menguatkan hubungan tetapi juga bisa memperbaiki hubungan saat sedang berkonflik. Dari penelitian yang dilakukan oleh profesor psikologidari University of Western Ontario, Lorne Campbell, PhD, julukan konyol bisa membantu menyelesaikan konflik.
Campbell menemukan bahwa ketika julukan atau kode konyol digunakan untuk mengatasi konflik akan memunculkan suasana humor dan membuat tertawa. Hal ini bisa jadi trik jika Anda ingin berbaikan dengan pasangan. Jadi, setelah berkonflik dan diakhiri dengan humor dan kekonyolan hubungan Anda dan pasangan pun akan semakin intim.
Sabtu, 02 Oktober 2010
aqu sadar kenapa bnyak orang yg slalu susah trs insa alloh jwbanya krna kbnykn mnsia bnyk mengeluhny sehingga alloh benci semuanya jg diriku pribdi mudah2hn qt jd orng yg sabar krn dgn ksbrn itu alloh brncna lain astagfirulloh jk aq prnh mngluh
Saturday night
Malam minggu malam yang panjang....
Hujan di malam minggu Aku tak datang padamu.....
Apa artinya malam minggu bagi orang yg tidak mampu ....mau kepesta tak ber uang...akhirnya nongkrong dipingkir jalan.....
Padahal, tak ada bedanya malam minggu dengan malam-malam yang lain. Ia tetaplah hari yang biasa, waktu yang biasa, malam yang biasa. Lantas kenapa begitu ditunggu-tunggu?
Jika jawabannya karena malam minggu itu malam yang istimewa karena keesokan harinya adalah hari libur,maka kalau dilihat lagi di kalender, banyak kok hari libur lain yang tidak jatuh pada hari Minggu.
Atau memang karena dalam tujuh hari malam minggu dan hari minggu adalah libur, lantas apa hakikat sebenarnya dari hari libur? Apakah karena ketiadaan jadwal sekolah, kuliah, atau kerja? Tidakkah ada amalan lain yang menunggu digarap, dan amalan harian yang tidak mengenal hari libur?
Bahkan malaikat pencatat amalan tidak libur pada hari Minggu. Juga pada hari-hari lainnya. Maka adakah makna dari bergadang pada malam minggu? Lalu kesiangan shalat Subuh keesokan hari?
Bahkan kewajiban pada umat manusia, tanggungan sebagai seorang hamba, tidak mengenal kata libur, malam mingguan. jadi mengapa harus bingung terhadap apa yang akan dilakukan pada malam minggu?
dan tidak ada perbedaan yang berarti pada tiap malam, dan bahwa setiap malam adalah saat pertanggungjawaban itu dipertanyakan.
sudah siap jika malaikat maut menjemput pada suatu malam minggu yang ramai?
Siapkah?
Ingatlah :...
ٱلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلَىٰٓ أَفۡوَٲهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَآ أَيۡدِيہِمۡ وَتَشۡہَدُ أَرۡجُلُهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (Surat Yasin :65)
مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى. فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى
“Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabb-nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).” (An-Nazi’at: 37-41)
Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang beruntung sehingga mendapatkan surga-Nya dan diselamatkan dari siksa api neraka.
Hujan di malam minggu Aku tak datang padamu.....
Apa artinya malam minggu bagi orang yg tidak mampu ....mau kepesta tak ber uang...akhirnya nongkrong dipingkir jalan.....
Padahal, tak ada bedanya malam minggu dengan malam-malam yang lain. Ia tetaplah hari yang biasa, waktu yang biasa, malam yang biasa. Lantas kenapa begitu ditunggu-tunggu?
Jika jawabannya karena malam minggu itu malam yang istimewa karena keesokan harinya adalah hari libur,maka kalau dilihat lagi di kalender, banyak kok hari libur lain yang tidak jatuh pada hari Minggu.
Atau memang karena dalam tujuh hari malam minggu dan hari minggu adalah libur, lantas apa hakikat sebenarnya dari hari libur? Apakah karena ketiadaan jadwal sekolah, kuliah, atau kerja? Tidakkah ada amalan lain yang menunggu digarap, dan amalan harian yang tidak mengenal hari libur?
Bahkan malaikat pencatat amalan tidak libur pada hari Minggu. Juga pada hari-hari lainnya. Maka adakah makna dari bergadang pada malam minggu? Lalu kesiangan shalat Subuh keesokan hari?
Bahkan kewajiban pada umat manusia, tanggungan sebagai seorang hamba, tidak mengenal kata libur, malam mingguan. jadi mengapa harus bingung terhadap apa yang akan dilakukan pada malam minggu?
dan tidak ada perbedaan yang berarti pada tiap malam, dan bahwa setiap malam adalah saat pertanggungjawaban itu dipertanyakan.
sudah siap jika malaikat maut menjemput pada suatu malam minggu yang ramai?
Siapkah?
Ingatlah :...
ٱلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلَىٰٓ أَفۡوَٲهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَآ أَيۡدِيہِمۡ وَتَشۡہَدُ أَرۡجُلُهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (Surat Yasin :65)
مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى. فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى
“Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabb-nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).” (An-Nazi’at: 37-41)
Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang beruntung sehingga mendapatkan surga-Nya dan diselamatkan dari siksa api neraka.
Jumat, 01 Oktober 2010
[Qs. Al Ankabuut(29): 02]
اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْۤا اَنْ يَّقُوْلُوْۤا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَـنُوْنَ
♣Apakah manusia itu mengira bahwa mrk dibiarkan (saja) setelah mrk mengatakan: Kami Telah beriman", sedang mrk tidak diuji lagi?
♠Do men think that they will be left-alone because they say, ‘We believe,’ and that they will not be tested?
♣Apakah manusia itu mengira bahwa mrk dibiarkan (saja) setelah mrk mengatakan: Kami Telah beriman", sedang mrk tidak diuji lagi?
♠Do men think that they will be left-alone because they say, ‘We believe,’ and that they will not be tested?
اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْۤا اَنْ يَّقُوْلُوْۤا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَـنُوْنَ
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? [Qs. Al Ankabuut(29): 02]
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? [Qs. Al Ankabuut(29): 02]
Langganan:
Postingan (Atom)

