Kamis, 06 Januari 2011

Gunakan Atribut Timnas, Aliansi Suporter Tanggalkan Atribut Klub?

Sejumlah pentolan suporter klub di Indonesia bersama pemerhati sepakbola sepakat membentuk Aliansi Suporter Indonesia (ASI). ASI memiliki tiga agenda besar.

Pembentukan aliansi ini dilakukan di Damos Cafe, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (7/1/2011) malam. Sejumlah suporter datang, dari Snex Semarang, Pasoepati, Kampak Medan, Bobotoh Cirebon, Bonek Jabodetabek, Panser Jabodetabek, Snex Metropolis, Slemania, Joglosemar Community, Singo Lodro, dan The Jak.

Nanang Ariadi, salah satu anggota Tim Sebelas Aliansi Suporter Indonesia, mengatakan, ada sekitar 30 orang yang hadir dalam pertemuan malam itu. "Diundang melalui pertemanan Facebook," katanya via ponsel, Jumat (7/1/2010) pagi.


Aliansi Suporter Indonesia menyiapkan gerakan untuk menyukseskan tiga agenda prioritas dalam upaya revolusi sepakbola di negeri ini.

"Ini bagian dari revolusi. Tidak ada yang jadi pelopor, karena dalam sebuah teori revolusi, semua bergerak bersama dan memiliki peran sama pentingnya dalam memperbaiki persepakbolaan Indonesia," kata Nanang Ariadi, salah satu anggota Tim Sebelas Aliansi Suporter Indonesia.


Bahkan, disepakati dalam setiap aksinya, Aliansi Suporter Indonesia akan menggunakan atribut tim nasional, dan menanggalkan atribut klub masing-masing. Semua bersatu dalam kaos dengan lambang garuda di dada.

"Saya sepakat sekali. Kita di sini menanggalkan atribut masing-masing. Tidak tertutup kemungkinan yang ikut aksi nanti simpatisan dari luar suporter klub. Ini gerakan moral. Sama sekali tidak ada yang jadi pelopor," kata Hanafi, salah satu pentolan Bonek Jabodetabek yang hadir dalam deklarasi pembentukan aliansi semalam.

Aliansi Suporter Indonesia disepakati untuk memperbaiki sepakbola nasional jangka panjang dengan tiga agenda aksi. Pertama, menurunkan Nurdin Halid dan kroni-kroninya, termasuk di dalamnya Nugraha Besoes, Andi Darussalam, dan lain-lain.

Kedua, menuntut dihentikannya politisasi sepakbola nasional. Ketiga, aliansi menuntut reformasi dan audit secara menyeluruh terhadap PSSI, baik manajerial, organisasi, terlebih keuangan.

Nanang mengatakan, aliansi suporter akan melakukan hearing dengan Komisi X DPR RI, partai politik, dan Komisi Pemberantasan Korupsi. "Khusus kepada partai, kami akan meminta menandatangani semacam pernyataan untuk setuju tidak mendudukkan kadernya di kepengurusan puncak PSSI," katanya.

Yang terpenting, Aliansi Suporter Indonesia akan bergerak juga menemui Bakrie. Tujuannya, menekankan tiga agenda di atas. "Kita semua tahu bagaimana peran Bakrie dalam sepakbola Indonesia selama ini," kata Nanang.

behind scene Nurdin Halid#

Ketua Umum PSSI ke-13, Lahir 17 November 1958 (umur 52) Watampone, Sulawesi Selatan, Indonesia, Pada 16 Juli 2004, dia ditahan sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan gula impor ilegal. Ia kemudian juga ditahan atas dugaan korupsi dalam distribusi minyak goreng. Hampir setahun kemudian pada tanggal 16 Juni 2005, dia dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan dibebaskan. Putusan ini lalu dibatalkan Mahkamah Agung pada 13 September 2007 yang memvonis Nurdin dua tahun penjara. Ia kemudian dituntut dalam kasus yang gula impor pada September 2005, namun dakwaan terhadapnya ditolak majelis hakim pada 15 Desember 2005 karena berita acara pemeriksaan (BAP) perkaranya cacat hukum. Selain kasus ini, ia juga terlibat kasus pelanggaran kepabeanan impor beras dari Vietnam dan divonis penjara dua tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 9 Agustus 2005. Tanggal 17 Agustus 2006 ia dibebaskan setelah mendapatkan remisi dari pemerintah bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Pada 13 Agustus 2007, Ia kembali divonis dua tahun penjara akibat tindak pidana korupsi dalam pengadaan minyak goreng. Berdasarkan standar statuta FIFA, seorang pelaku kriminal tidak boleh menjabat sebagai ketua umum sebuah asosiasi sepakbola nasional.Karena alasan tersebut, Nurdin didesak untuk mundur dari berbagai pihak. Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI saat itu), Ketua KONI, dan bahkan FIFA menekan Nurdin untuk mundur. FIFA bahkan mengancam untuk menjatuhkan sanksi kepada PSSI jika tidak diselenggarakan pemilihan ulang ketua umum. Akan tetapi Nurdin bersikeras untuk tidak mundur dari jabatannya sebagai ketua PSSI, dan tetap menjalankan kepemimpinan PSSI dari balik jeruji penjara. Agar tidak melanggar statuta PSSI, statuta mengenai ketua umum yang sebelumnya berbunyi "harus tidak pernah terlibat dalam kasus kriminal" (bahasa Inggris: “They..., must not have been previously found guilty of a criminal offense....") diubah dengan menghapuskan kata "pernah" (bahasa Inggris: "have been previously") sehingga artinya menjadi "harus tidak sedang dinyatakan bersalah atas suatu tindakan kriminal" (bahasa Inggris: "... must not found guilty of a criminal offense..."). Setelah masa tahanannya selesai, Nurdin kembali menjabat sebagai ketua PSSI.  #NURDIN TURUN

BOPI, Lembaga Penyelamat LPI

Keberadaan BOPI sebelumnya jarang diketahui atau diperhatikan. Lembaga ini tiba-tiba menyita perhatian publik bola setelah memberi izin terhadap bergulirnya kompetisi Liga Primer Indonesia. Apakah sebenarnya BOPI?

Badan Olahraga Profesional Indonesia atau boleh disebut BOPI ini sudah berdiri sejak tahun 2004. Dulunya bernama Badan Pengendali dan Pengawasan Olahraga Profesional Indonesia (BP2OPI). Perubahan nama terjadi pada tahun 2009.

Tugasnya sendiri adalah melakukan pengembangan, pembinaan serta pengawasan dan pengendalian terhadap seluruh cabang olahraga profesional di Indonesia. Misalnya tinju profesional, golf profesional, Liga Super Indonesia (LSI), dan dansa.

BOPI bertugas melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap penyelenggaraan olahraga profesional melalui penegakan hukum dan penerapan sanksi. Lembaga ini juga berwenang memberikan advokasi dan upaya keselamatan bagi pelaku olahraga profesional.

BOPI biasa memberikan pengkajian dan pengembangan serta pengawasan dan pengendalian olahraga profesional. Kewenangan ini direalisasikan melalui penyusunan program, kerjasama, bisnis dan evaluasi sesuai dengan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor: PER-0342-J/MENPORA/XI/2009.

Praktek di lapangan, BOPI memang kadang bersentuhan dengan ranah sepakbola. Misalkan ada kerusuhan dalam pertandingan bola, BOPI turut memberikan pengawasan.

Meski berdiri tahun 2004, jauh ke belakang, tahun 1971, badan ini sebenarnya sudah ada. Hanya dulu bernama Badan Pembinaan Olahraga Professional Indonesia disingkat BAPOPI. Keberadaannya diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 63 tahun 1971 tentang Olahraga Profesional.

Waktu itu, BAPOPI masih berada di bawah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Tugasnya, pertama, memberikan saran-saran kepada Menteri dalam mengembangkan dan menyempurnakan Olahraga Professional Indonesia. Kedua, mengawasi pelaksanaan semua peraturan perundangan yang berhubungan dengan penyelenggaraan Olahraga Professional. Tugas ketiga,  membantu usaha-usaha dan kegiatan yang berhubungan dengan penyelenggaran dan pembinaan olahraga professional.

Sekadar diketahui, Menpora Andi Mallarangeng menegaskan bahwa lembaga yang berhak memberi izin kegiatan olah raga profesional adalah BOPI. "Sesuai undang-undang keolahragaan dan peraturan pemerintah, lembaga yang berhak untuk memberikan izin kegiatan olah raga profesional di Indonesia adalah Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI)," ujar Menpora, Kamis (6/1/2011).

Sementara BOPI sudah menegaskan pula bahwa izin telah diberikan untuk LPI, karena itu Polri pun memberikan izin penyelenggaraan. “BOPI telah memberikan izin penyelenggaraan kepada LPI,” ujar Ketua umum BOPI Gordon Mogot.

Sebelumnya, kompetisi LPI nyari tak mendapat izin dari pihak kepolisian. Polri menyatakan, izin bakal diberikan kalau sudah mendapat  rekomendasi dari induk organisasi sepakbola, yakni PSSI. Padahal, PSSI sejak awal menganggap LPI adalah lembaga ilegal.

Angin Sejuk Berhembus ke Liga Primer Indonesia

Indonesia akan memiliki kompetisi sepak bola profesional yang baru. Namanya Liga Primer Indonesia (LPI) hasil prakarsa dari bos perusahaan migas Medco, Arifin Panigoro. LPI hadir karena keprihatinan Arifin Panigoro terhadap kondisi roda kompetisi profesional yang tidak juga menghasilkan pemain berkualitas serta tim nasional yang berprestasi.
Arifin juga sejak lama menyoroti bobroknya kondisi pengelola dan pembina sepak bola negeri ini, PSSI. PSSI di era Nurdin Halid memang patut dikritik. Nurdin Halid yang duduk sebagai ketua umum pernah masuk penjara karena kasus korupsi. Isu suap dan tidak transparannya pengelolaan keuangan PSSI juga sering mencuat.
Terakhir PSSI diprotes masyarakat karena menjual tiket pertandingan Piala AFF 2010 dengan tidak profesional. Menaikkan harga tiket seenaknya tapi tidak diiringi dengan pelayanan yang baik. Serta sistem penjualan tiket yang berujung kepada kekacauan.
Yang paling miris dari PSSI-nya Nurdin Halid ialah Indonesia tidak pernah menjadi juara di level Asia Tenggara.
Kini dengan hadirnya LPI, setidaknya ada aroma perubahan bagi prestasi dan pembinaan sepak bola Indonesia. Karena tak dapat dibantah jika ingin memiliki tim nasional yang kuat dan berprestasi, maka liga kompetisi sepak bola dalam negeri haruslah baik, profesional serta jauh dari suap dan manipulasi.
Jika di Liga Super Indonesia (LSI) milik PSSI klub-klub peserta mendapat kucuran dana dari APBD Pemda sebesar miliaran rupiah setiap musim kompetisi. Maka di LPI klub akan mendapat subsidi. Besarnya tergantung dari kebutuhan masing-masing klub.
Subsidi ini akan terus diberikan selama klub bersangkutan belajar mengelola keuangannya dengan profesional, mencari sponsor resmi dan memperoleh laba. Berbeda dengan di LSI yang mana para klub makan dari uang rakyat.
Padahal uang rakyat tersebut akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk membangun sarana olahraga atau meningkatkan mutu pendidikan.
Menurut rencana, LPI akan mulai bergulir pada 8 Januari 2011 dengan pertandingan perdana mempertemukan klub Solo FC melawan Persema Malang di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah.
Untuk kelancaran bergulirnya roda kompetisi, pihak manajemen LPI pun sudah siap. Sudah ada 19 klub yang menyatakan bersedia ikut LPI.
Antara lain: Aceh United, Bali De Vata, Bandung FC, Batavia Union, Bogor Raya, Cendrawasih Papua, Jakarta 1928, Kabau Padang, Ksatria XI Solo, PSM Makassar, Manado United, Medan Bintang, Medan Chiefs, Persebaya, Persema, Persibo, Real Mataram, Semarang United dan Tangerang Wolves.
Dari 19 klub tersebut, 12 klub di antaranya diasuh oleh pelatih asing yang punya pengalaman segudang dan memiliki sertifikat kepelatihan yang resmi. Tapi juga jangan remehkan klub yang dibesut oleh pelatih lokal, karena ada beberapa nama yang punya prestasi. Seperti Bambang Nurdiansyah (Jakarta 1928), Nandar Iskandar (Bandung FC) atau Aji Santoso (Persebaya).
Selain klub, LPI juga sudah memiliki sederet perangkat pertandingan, seperti wasit, hakim garis dan inspektur pertandingan. Beberapa perangkat kabarnya akan didatangkan dari Australia dan beberapa negara Asia. Tujuannya untuk menciptakan kompetisi yang bersih serta menularkan tradisi bermain bola yang profesional.
LPI juga sudah menggandeng stasiun televisi Indosiar sebagai pemegang hak siar tunggal. Artinya dari segi bisnis LPI punya daya jual yang menarik. Terlebih sponsor resmi pun juga berhasil digaet manajemen LPI.
Namun bukan berarti LPI 100 persen sempurna. Karena LPI belum dimulai, maka belum terlihat letak kekurangannya.
Tapi setidaknya semangat, sistem dan orang-orang baru yang berkecimpung di LPI bisa memunculkan optimisme kalau Indonesia mampu memiliki kompetisi sepak bola yang profesional, sehat, tidak ada suap dan menghasilkan pemain, pelatih, perangkat pertandingan hingga klub yang berkualitas.
Muaranya tentu tim nasional yang punya prestasi yang diukur dengan bisa juara di Asia Tenggara, Asia, bahkan hingga masuk Piala Dunia.

"Mark van der Maarel" Pemain U-21 Belanda akan Perkuat Timnas U-23?

Mark van der Maarel adalah calon Pemain Naturilisasi Indonesia (lahir pada tanggal 12 Agustus 1989 di Arnhem), adalah seorang pemain sepak bola Belanda yang bermain untuk FC Utrecht dan Belanda U21.

Van der Maarel berada di masa mudanya Bernama Argonaut (julukan untuk pemain dari SV Argon di Mijdrecht), dan pemuda Haarlem ini bergabung dengan FC Utrecht pada Mei 2008.

Dia melakukan debut pada tanggal 22 Agustus 2009 di pertandingan persahabatan melawan Elinkwijk sisi non-liga. pertandingan liga pertamanya adalah pada tanggal 20 September di ADO Den Haag, di mana ia menggantikan Sander Keller terluka setelah 67 menit. Karena cedera ke belakang kanan dan kapten tim reguler Tim Cornelisse, ia terus tempatnya di tim pertama dan membuat kontribusi yang mengesankan di awal musim terbaik memperkuat FC Utrecht. dan menang 1-0 melawan juara AZ ia terpilih Man Of the Match.

Pada tanggal 5 Oktober, Van der Maarel dipanggil Timnas Belanda U21, untuk kelompok Umur 21 tahun kualifikasi Piala Eropa di Finlandia dan Polandia. Di sini ia juga diuntungkan dari masalah cedera ia menggantikan bek Feyenoord Kelvin Leerdam.

Van der Maarel dapat memainkan bek tengah atau kanan kembali.

Van der Maarel diajak oleh Stefano lilipay untuk memperkuat Timnas Indonesia U-23

Semoga ajah Van der Maarel mau Ke Timnas U-23.

Saatnya Asia Berpesta!

Piala Afrika sudah lewat setahun silam. Banyak tragedi mengiringi di Angola, juga tentunya suka cita sang juara.

Pesta sepakbola di benua Afrika pun berlanjut enam bulan kemudian, di mana Piala Dunia 2010 dihelat di Afrika Selatan. Spanyol yang kemudian keluar sebagai kampiun, wakil dari benua biru Eropa.

Juga kemudian diumumkan jika perhelatan periode berikutnya akan dilangsungkan di dataran Latin, Amerika Selatan. Brasil yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014. Pesta pembuka pun dihelat publik Samba.

Lalu, apa kabar sepakbola Asia?

Well, ada kado manis baru-baru ini. Salah satu negara Asia, Qatar, ketiban pulung menggelar Piala Dunia 2022. Sebuah penghargaan yang luar biasa tentunya bagi negeri kecil namun dengan kekayaan dan sumber daya minyak melimpah itu. Asia Barat pun berpesta.

Tapi, pesta sebenar-benarnya pesta sepakbola Asia akan terjadi bulan ini, atau besok lebih tepatnya. Piala Asia 2011 akan bergulir. Inilah pestanya publik pecinta sepakbola Asia, di mana negara-negara terbaik Asia dalam sepakbola akan saling berduel di Qatar pada 7 hingga 29 Januari, untuk menentukan siapa yang terbaik di awal dekade ini.

Piala Asia 2011 merupakan Piala Asia edisi ke-15. Qatar menjadi tuan rumah untuk kali kedua setelah pertama kali menjadi host pada 1988.

Ada lima stadion disiapkan untuk menjamu 15 tim, tidak termasuk tuan rumah Qatar tentunya, yang berlaga di turnamen ini. Stadion terbesar adalah Khalifa International Stadium, yang kapasitasnya mencapai 50 ribu tempat duduk. Sedangkan Jassim Bin Hamad Stadium merupakan stadion dengan kapasitas paling sedikit, hanya 17 ribu tempat duduk. Ada pun tiga stadion lain adalah Al-Gharafa, Ahmed bin Ali Stadium (dua-duanya berkapasitas 25 ribu penonton) dan Qatar SC Stadium (kapasitas 20 ribu tempat duduk).

Jaminan menarik? Pastinya. 16 tim yang bersaing di turnamen ini adalah macan Asia yang kerap ambil bagian di kompetisi internasional, baik level Asia mau pun dunia. Sebut saja Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Uni Emirat Arab hingga Australia.

Melihat komposisi pemain, hampir sebagian besar pemain asal Asia yang merumput di Eropa bersama tim elit dunia sudah mengajukan izin pulang kampung dan membela negara mereka, dan mereka diizinkan. Jika sudah begini, sudah barang tentu akan ada laga yang wajib ditunggu.

Pembagian Grup juga sudah dilakukan. Ada empat grup di turnamen ini, di tiap Grupnya dihuni empat tim. Hasil drawing sudah dilakukan pada 23 April 2010 di Doha, Qatar. Hasilnya, tuan rumah Qatar berada di Grup A bersama Kuwait, Cina dan Uzbekistan, Arab Saudi ada di Grup B dengan Jepang, Jordan dan Syria, Grup C ditempati Korea Selatan, India, Australia dan Bahrain dan Grup D bermaterikan juara bertahan Irak, Korea Utara, Uni Emirat Arab dan Iran.

Rabu, 05 Januari 2011

Stefano Lilipaly, 'The Indonesian Iniesta'?

"Saya mulai bermain bola sejak usia 7 tahun, ditempatkan di sebuah klub amatir bernama DCG selama tiga tahun. Dari situ saya pindah ke akademi AZ Alkmaar, tapi hanya bertahan selama satu tahun di sana karena saya tidak menyukai klubnya. Jadi saya masuk Utrecht, dan sampai sekarang di sinilah saya bermain. Perlahan saya naik ke Jong Utrecht [skuad junior] atau tim senior kedua."

POSISI & KHAS

"Gelandang serang. Saya seorang pemain yang fleksibel, suka mencetak gol dan memberikan assist. Gaya bermain ingin meniru salah satu pemain favorit saya, [Andres] Iniesta. Saya bisa bermain defensif, dan kemampuan saya juga mendukung untuk menyerang.

"Saya memiliki kemampuan untuk mencetak gol dari luar kotak. Pemain lawan berpikir saya kecil, tapi begitu menghadapi saya, mereka kemudian bertanya, 'kenapa orang sekecil itu bisa mencetak gol dari jarak sejauh itu?'

"Musim ini saya baru tampil dalam tiga pertandingan. Setiap pertandingan, saya mencetak gol dari luar kotak. Jadi saya sudah mencetak tiga gol."

BELANDA ATAU INDONESIA

"Saya sudah memperkuat timnas Belanda dari U-15 hingga U-18, tapi kalau harus memilih, saya ingin membela tim nasional Indonesia.

"Kedua orang tua selalu mendukung saya dalam bermain bola. Sejak awal mereka sudah melihat talenta saya.

"Saya tidak mengenal banyak tentang Indonesia. Saya belum pernah ke sana, tapi ibu saya orang Belanda dan saya mencintai masakannya seperti nasi goreng. Ibu saya sering memasak makanan khas Indonesia, saya tidak menghafal namanya selain nasi goreng, tapi saya makan semuanya dan menyukai semuanya. Nenek saya juga sering masak."

FC UTRECHT

"Tahun lalu merupakan musim perdana saya di Jong Utrecht. Tiga pertandingan pertama, saya tidak diturunkan. Tapi dalam debut saya mencetak gol. Sejak itu, saya diturunkan dalam semua pertandingan. Hasilnya sangat memuaskan. Saya sukses mencetak delapan gol musim lalu, dan ikut membantu Utrecht masuk final Piala KNVB. Di final kami mengalahkan Jong De Graafschap dengan skor 4-1, dan saya menyumbangkan dua gol dalam pertandingan itu."


STEFANO LILIPALY
Gelandang serang
Nomor punggung 39
Lahir di Arnhem, Belanda
Tanggal 10 Januari 1990
170 cm / 60 kg

KELUARGA
Ayah: Ron Lilipaly
Ibu: Adriana
Kakak: Shemaine
Adik: Sobay, Nino

FAVORIT
Film: Blow, The Godfather, City Of God
Pemain: Andres Iniesta dan Zinedine Zidane
Musik: Snoop Doggy Dogg, R&B
Mode: Christian Dior, Adidas, Nike

PENGALAMAN
Klub: AZ Alkmaar, FC Utrecht
Timnas: Belanda U-15, U-16, U-17, U-18

Akhir Sebuah kesetiaan...

Meski sempat tegak dihantam badai, biduk rumah tangga Abdullah Gymnastiar dengan Ninih Muthmainah Muhsin akhirnya karam. Berita retaknya rumah tangga ustad yang sering disapa Aa Gym tersebut muncul di media massa.

Adik kandung Aa Gym, Abdurrahman Yuri, mengatakan perceraian tersebut masih dalam proses. "Belum diputuskan pengadilan," ujar pria yang akrab disapa Aa Deda itu saat dihubungi Juli Hantoro dari Tempo, Selasa (4/12).

Badai di rumah tangga Aa Gym juga sempat beredar ketika ustad bernama asli Yan Gymnastiar itu memutuskan untuk berpoligami. Pada November 2006, Aa Gym memutuskan untuk menikahi janda beranak tiga bernama Alfarini Eridani atau akrab disapa Teh Rini. Namun,  Teh Ninih tetap setiap mendampingi Aa Gym.

Kisah cinta Aa Gym dan Teh Ninih berawal pada 1986. Mereka bertemu pertama kali di Masjid At Taqwa, Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD), di malam peringatan Nuzulul Quran.

Saat itu Teh Ninih bertugas sebagai pembaca Al Quran. Teh Ninih tak lain sarjana Matematika IKIP Bandung. Dalam acara itu pula Aa Gym menjadi salah seorang panitia.

Dari situlah pertautan jodoh Aa Gym dengan putri KH Muhammad Tasdikin (Pengasuh Pesantren Darussalam Ciamis yang juga guru Aa Gym) dan Hj Nonoh Muhayah ini bermula.

Setelah mendekati Teh Ninih selama berbulan-bulan, Aa Gym akhirnya melamar Teh Ninih. Hati Teh Ninih pun luruh karena melihat Aa Gym getol mendalami ilmu agama. Buah pernikahan Teh Ninih dan Aa Gym menghasilkan tujuh anak.

Teh Ninih setia mendampingi Aa Gym dalam duka. Termasuk saat Aa Gym menghidupi Teh Ninih dan tujuh anak dengan berjualan kalender, koran, maupun bakso. "Subuh-subuh saya sudah ke pasar beli tulang sumsum untuk kuah bakso," ujar Aa Gym saat diwawancarai dalam acara Kick Andy pada 17 Januari 2008 seperti dikutip situs Kick Andy.

Tapi mengapa sang istri waktu itu terganggu dengan profesi sang suami? "Karena setiap hari jualan bakso, badan saya bau bakso semua. Istri enggak tahan dan sering mau muntah," ujar Aa sembari tertawa.

Karier Aa Gym makin kinclong setelah memberikan khotbah pada malam Nuzulul Quran tahun 2001 di hadapan para pejabat negara. Usaha MQ Corporation yang didirikan Aa Gym menggurita. Ada percetakan, penerbitan, stasiun radio, stasiun TV, periklanan, teknologi, kafe dan lain-lain.

Namanya pun beredar di dunia internasional. Ia pernah diwawancarai stasiun televisi berita CNN. Teh Ninih tetap setia mendampinginya.

Namun bintang Aa Gym meredup ketika ia memutuskan berpoligami. Berbagai usaha yang dibangun Aa Gym gulung tikar. Aa Gym pun dihujat. Namun, Teh Ninih pun tetap setia mendampingi Aa Gym.
"Ini keputusan yang paling berat dalam hidup saya. Saya dipaksa ikhlas. Allah tak mau hamba-Nya lebih mencintai selain-Nya. Jadi saya anggap ini ujian berat. Mudah-mudahan Allah akan meridhoi saya," kata Teh Ninih menanggapi keputusan Aa Gym yang memutuskan berpoligami kala itu.
Sampai akhirnya muncul berita soal perceraian mereka.

Kisah Cinta Aa Gym dan Teh Ninih (1)

Kabar mengejutkan datang dari pasangan KH Abdullah Gymnastiar yang akrab disapa Aa Gym dan Ninih Muthmainnah atau Teh Ninih. Mereka diberitakan telah bercerai secara agama. Seperti apa kisah cinta mereka?.
Yan Gymnastiar lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 30 Februari 1962. Ia kemudian lebih dikenal sebagai Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. Selain sebagai pendakwah, Aa- begitu ia biasa disapa-dikenal sebagai penyanyi, penulis buku, pengusaha sukses, dan pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid di Jalan Gegerkalong Girang, Bandung, Jawa Barat.
Nama Aa Gym kian berkibar sejak memperkenalkan cara berdakwah yang unik dengan gaya teatrikal serta sarat pesan-pesan Islami yang penuh kedamaian. Pesan-pesan praktis dan umum itu mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan-pesan dakwah Aa Gym berkisar pada pengendalian diri, hati nurani, toleransi, dan keteguhan iman. Kondisi itu membuat Aa Gym digemari oleh kalangan ibu-ibu rumah tangga karena ia membangun citra sebagai sosok pemuka agama yang berbeda dengan ulama lain. Saat sejumlah ulama “konvensional” berdakwah tentang keutamaan salat, puasa, dan kemegahan surga, Aa Gym lebih memilih untuk bercerita tentang pentingnya hati yang tulus, keluarga sakinah, mawadah, dan warahmah.
Dalam berdakwah ia menggunakan bahasa sehari-hari yang ringan sehingga mudah dimengerti oleh semua kalangan. Topik pembahasannya pun seputar keluarga sehingga jemaahnya lebih banyak ibu-ibu rumah tangga. Oleh karena itu, sebagian jemaah ia disematkan sebagai “ustaz keluarga bahagia.”
Soal kehidupan rumah tangganya dengan Teh Ninih, Aa Gym pernah menceritakan bahwa ia menikahi Teh Ninih pada 12 Rabiul Awal 1987. Pernikahan berlangsung secara sederhana di Pondok Pesantren Kalangsari, Cijulang, Tasikmalaya, Jawa Barat. Pernikahan itu hanya dihadiri kerabat dan para ulama. Maklum, Teh Ninih merupakan anak seorang kiai dari Cijulang.
Ketika itu, untuk menghemat jamuan bagi para tamu, digunakan nampan (niru). Satu nampan disiapkan untuk menjamu delapan tamu. Sesudah menikah, Teh Ninih tak diboyong ke rumah sendiri, melainkan tinggal di rumah orang tua Aa Gym di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD), Gegerkalong, Bandung.

SBY diundang buka LPI?

Pengurus Liga Primer Indonesia (LPI) sudah mengajukan surat undangan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membuka liga pada 8 Januari 2011 di Stadion Manahan, Solo.
Surat dikirim pengurus LPI melalui Sekretariat Negara (Setneg) pada hari Senin (03/01/2011).
“Sudah disampaikan ke bapak presiden. Mungkin sedang dibahas untuk menjadwalkan presiden bisa hadir,” ujar Humas LPI Abi Hasantoso, Rabu (05/01/2011)
Menurut Abi, surat undangan kepada Presiden SBY sudah diterima Sespri Presiden.” Mudah-mudahan, beliau (Presiden SBY) dapat hadir dalam pembukaan nanti, sekaligus membuka liga perdana LPI,” lanjut Abi.
Mengenai kendala perizinan dari Polri, LPI berharap Polri tidak melakukan pelarangan. Abi menduga, hanya soal waktu saja bagi Polri untuk memberikan izin.
“Polri tak berhak melarang kami. LPI itu adalah lembaga diatur dan sudah tercatat di Kementerian Hukum dan HAM. Apalagi, LPI tujuannya adalah memajukan persepakbolaan Indonesia, sehingga tak ada alasan bagi Polri melarang liga ini berjalan,” lanjut Abi.

Kisah Cinta Aa Gym dan Teh Ninih

Selama menjalani rumah tangga bersama Teh Ninih, cinta Aa Gym terhadap Teh Ninih demikian tinggi.
Di mata Aa Gym, kehadiran istri merupakan kunci yang amat penting dalam berdakwah. Teh Ninih merupakan bagian dari skenario pertolongan Allah dalam mengemban amanah dakwah. Terbukti, selama berumah tangga dengan Teh Ninih, Aa Gym telah berhasil mendirikan Pondok Pesantren Daarut Tauhid.
Hal tersebut diungkapkan lelaki kelahiran Bandung, Jawa Barat, 29 Januari 1962 (bukan 30 Februari 1962 seperti diberitakan dalam tulisan sebelumnya, "Kisah Cinta Aa Gym dan The Ninih (1)").
Diakui Aa Gym, karena latar belakang Teh Ninih yang merupakan putri keturunan seorang ulama dan dibesarkan dalam suasana lingkungan dan pendidikan agama Islam yang kental.
Semua itu sangat membantu Aa Gym untuk mengejar ketertinggalan dalam pengetahuan dasar agama Islam yang kurang intensif dipelajari ketika muda.
Selain itu, Aa Gym juga kagum pada kesederhanaan Teh Ninih karena mau diajak prihatin dan tak banyak keinginan duniawi.
Sosok Teh Ninih yang tekun beribadah memberi inspirasi bagi Aa Gym untuk beribadah lebih tekun. Kekaguman itu bukan tanpa alasan, menurut Aa Gym, Teh Ninih tidak akan tidur sebelum salat dan membaca Al Quran. Teh Ninih juga rajin salat tahajud dan tak pernah tertinggal serta selalu berpuasa.
Apalagi, banyak pesan singkat yang dikirimkan Teh Ninih yang memberi Aa Gym motivasi untuk selalu memelihara kualitas ibadah.
Dari perkawinan itu, mereka dikarunai tujuh anak, yaitu ; putri, Ghaida Tsuraya, Ghazi Al Ghifari, Ghina Rhoudotul Jannah, Ghaitsa Zahira Shofa, Ghefira Nur Fatimah, Muhammad Ghaza Al Ghazali, dan Gheriya Rahima.

Cowok Newk york ikut seleksi Timnas U-23

Dari beberapa nama yang dipanggil mengikuti seleksi timnas U-23, tercatat nama James Zaidan Saragih. Mungkin banyak yang belum tahu tentang pemain yang merumput di Amerika Serikat ini. Inilah profil singkatnya, dilansir dari Goal.com.
Kiprah pemain yang biasa dipanggil James ini memang tidak terlalu familiar bagi pecinta sepakbola tanah air. Pria berusia 19 tahun itu lebih banyak berkiprah di negeri Paman Sam. Ia lahir di New York, dari pasangan asal Indonesia, Nazaruddin Saragih dan Artita.
Selama di New York, James menghabiskan waktu dua tahun menekuni ODP (Olympic Development Program), sebuah program pengembangan remaja-remaja berbakat di Amerika Serikat dengan tujuan menyaring peserta Olimpiade dari semua cabang olahraga, termasuk sepakbola.
Hasilnya, James mengikuti berbagai turnamen domestik maupun internasional khusus remaja. Beberapa di antaranya adalah The Score Tournaments, Dallas Cup, Las Vegas Mayor’s Cup, Zadar International Tournament di Kroasia pada tahun 2005, dan setahun kemudian Thessaloniki’s International Tournament di Yunani.
Selain itu, pengagum Wesley Sneijder ini merupakan salah satu pencetak gol terbanyak di ODP, dan sukses membantu timnya juara Region 1. Di sekolahnya, Long Island City High School, James menjadi pemain kunci dan terpilih sebagai Pemain Terbaik 2008.
Pemain berposisi gelandang serang ini sebenarnya pernah mengikuti seleksi Persebaya U-21 pada bulan Maret tahun lalu, namun sayangnya, James terkendala masalah administrasi, dan setelah dua bulan berlatih di Surabaya, dia terpaksa kembali ke New York karena belum memperoleh kewarganegaraan Indonesia.
Selasa (4/1) malam kemarin, James datang lagi ke Indonesia guna mengikuti seleksi timnas U-23 Indonesia. Pelatnas dalam rangka persiapan SEA Games dan kualifikasi Olimpiade akan dimulai besok, dan James akan tergabung dengan 33 pemain lainnya untuk tahap seleksi pertama.
“Saya lahir di New York dan otomatis menjadi warga negara Amerika Serikat. Tapi saya ingin memegang paspor Indonesia supaya bisa masuk tim nasional. Saya rela pindah ke Indonesia dan meninggalkan New York,” kata James dikutip dari Goal.com.
Hadirnya James tentu memperkaya opsi dari seleksi yang akan digelar. ‘Framenya’ yang berlatar belakang sepakbola Amerika diharapkan dapat menambah warna dalam sepakbola nasional.
Profil singkat:
Nama:  James Zaidan Saragih
Lahir:  New York, 23 Maret 1991
Kewarganegaraan: Amerika Serikat
Tinggi: 180 cm.
Berat: 81 Kg.
Klub saat ini: New York Cosmos
Posisi: Gelandang Serang

Menegpora: Irfan di lindungi Undang - undang

Menpora Andi Mallarangeng terus menegaskan dukungannya Irfan Bachdim agar tetap bisa memperkuat tim nasional meski ikut berlaga di Liga Premier Indonesia (LPI) yang rencananya kick-off Sabtu (8/1/2011).
Ia menegaskan, menegaskan, siapapun anak bangsa berprestasi berhak ikut seleksi Pelatnas, tanpa sedikit pun diskriminasi. Irfan Bachdim dilindungi undang-undang.
“Semua ada aturan dan undang-undangnya. Dalam Perpres nomor 22 pasal 9 ayat 2 tentang Program Indonesia Emas (Prima), dikatakan semua atlet yang berprestasi bisa ikut seleksi nasional. Jadi saudara Irfan tentu bisa ikut seleksi,” ujar Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, di Kantor Menpora, Senayan, Jakarta, Rabu (5/1/2011).
“Artinya Irfan dilindungi undang-undang. Jika Irfan mampu mewakili timnas senior, masa sih tak bisa masuk di junior? Kecuali Irfan cedera atau indisipliner. Namun, tentu semua tergantung keputusan pelatih. Karena, seleksi itu dilakukan guna melihat kemampuan pemain,” kata Andi Mallarangeng.
“Undang-undang Prima bisa diajukan induk cabang olahraga atau si atlet sendiri. Dengan catatan, atlet berprestasi di kancah internasional. Irfan bisa saja mendaftarkan sendiri. Namun, belum dia lakukan,” jelas Andi Mallarangeng.
Sebelumnya dikabarkan, lantaran perseteruan PSSI dan LPI, nasib karir Irfan Bachdim di timnas terancam. PSSI mengeluarkan pernyataan, pemain yang bermain di liga ilegal termasuk LPI tidak bisa memperkuat timnas.
Namun, kemarin nama Irfan masuk daftar seleksi pemain timnas U-23 untuk Sea Games dan Pra Olimpiade. PSSI mengklaim, selama belum terbukti pemain itu menendang bola di LPI, induk tertinggi sepak bola nasional itu tak bisa mengambil sikap tegas.

Selasa, 04 Januari 2011

Poligami Aa'

Aa_online :Assalamualaikum?
f_saya : Waalaikum salaam ?
f_saya : Aa .. lama gak online nih, ? kemana aja ?
Aa_online : Ah ? Aa mah disini aja, Kang Oji kumaha damang?
f_saya : Baik A, kumaha bulan madu,udah lewa ya……..?
Aa_online : Ah, eta deui, eta deui ? hehehe ?
f_saya : Sori A, habis waktu dulu kaget nih Aa nikah lagi,sekarang heboh lagi aa cerai
Aa_online : Aduh kenapa atuh mesti kaget segala. Kan berpoligami teh diijinkan Allah.Bercerai juga diperbolehkan……
f_saya : Diijinkan lho A, bukan diwajibkan.
Aa_online : Betul. Hukumnya sunnah.
f_saya : Kenapa sih A, nikah lagi?kan jadi heboh terus nich A'
Aa_online : Aduuh ini lagi pertanyaanya ? Kumaha nya ngajawabnya?
f_saya : Apa ada yg kurang dari Teteh?
Aa_online : Wah, insya Allah bukan karena itu, Teteh itu wanita yang sangat luar biasa.
f_saya : Jadi kenapa?
Aa_online : Begini, pernikahan Aa yang kedua ini latar belakangnya ya sama saja dengan alasan orang lain menikah. Kang Oji dulu kenapa menikah?
f_saya : Mmmm ? Karena saya dan istri saling cinta, dan pengen hidup bareng membangun keluarga yang sakinah?
Aa_online : Begitu juga Aa dengan pernikahan kedua ini.
f_saya : Tapi Aa kan bisa menyakiti hati Teteh. Dan sekarang katanya teteh tidak kuat….Apalagi anak-anak Aa. Anak mana sih yang rela Ayahnya nikah lagi.
Aa_online : Yah, saya juga katakan ini bukan keputusan mudah. Saya mohon maaf sama Teteh dan anak-anak saya, jika keputusan ini tidak enak buat mereka. Namun saya juga berharap ini bisa jadi hikmah bagi mereka untuk melatih keikhlasan mereka. Dan alhamdulillah Teteh dan anak-anak dapat menerima ,adapun sekarang rame.karena penontonnya yang rame…..
f_saya : Maaf nih A, kok tega menyakiti hati orang yang kita cintai?
Aa_online : Sudah tentu saya tidak tega, tapi ?
f_saya : Kalau tidak tega kenapa tetap dilaksanakan?
Aa_online : Begini, karena ada tujuan yang menurut Aa insya Allah baik.
Dan Aa yakin keluarga Aa akan dapat ikhlas menerima keputusan Aa.
f_saya : Maaf A, apakah ini untuk kepuasan seks?
Aa_online : Semua pernikahan bukan nya selalu ada aspek seks? Namun seks tentu bukan satu2 nya aspek dan bukan yang paling utama.
Aa_online : Salah satu hikmah pernikahan adalah untuk mencegah manusia dari kerusakan akibat perilaku seks seperti binatang. Kang Oji bisa lihat perilaku saudara-saudara kita dewasa ini yang lama-lama menganggap seks diluar nikah bukan hal terlarang. Ini harus diluruskan ?
f_saya : Dengan poligami?
f_saya : Bukan kah nanti jadi nya poligami iya, zina jalan terus ?
Aa_online : Yah kalo masalah zina mah, kalo moral orangnya sudah mengizinkan zina ya bagaimana ya? Tapi ada pandangan juga nih. Barangkali masyarakat kita sekarang juga yang mengkondisikan perzinahan.
f_saya : Tapi aa, kalau istri pertama sampai merasa tidak ridha saja kan sudah tidak adil. Saya pernah baca sih, ada beberapa istri yang dari awal ikhlas suami nya menikah lagi, bahkan membantu mencarikan istri baru. Tapi kan angkanya sangat sedikit. Artinya, poligami baru bisa dilaksanakan dalam kondisi yang hampir mustahil.
a_online : Tapi mungkin
f_saya : Ya iya sich…tapi aa kan hampir gagal…..
Aa_online : Apa tidak mungkin ada istri yang ikhlas suaminya menikah lagi karena sesuatu hal, katakan yang sifatnya darurat?
f_saya : Ya mungkin saja, tapi kecil ?
Aa_online : Tetap saja mungkin.
Aa_online : Dan hukum agama dimaksudkan untuk memberi jalan keluar bagi hal yang mungkin tadi.
f_saya : OK Aa, saya tidak pernah mempertanyakan legalitas berpoligami.
Tertulis dalam teks dengan sangat jelas itu diperbolehkan.
f_saya : Tapi bukankah sesuatu yang boleh belum tentu baik.
Aa_online : Misalnya ?
f_saya : Misalnya saya membeli mobil mewah sementara saudara-saudara saya ada yang putus sekolah karena kurang biaya, terjepit hutang, atau bahkan kelaparan ..
f_saya : Beli mobil pake uang saya sendiri, halal, ya boleh dong. Tapi tidak baik saya lakukan karena akan menyakiti hati saudara-saudara saya ?
Aa_online : Membeli mobil tadi "tidak baik" ukuran nya apa? Dibandingkan dengan apa?
f_saya : Dibanding dengan misalnya menyedekahkan uang saya tadi ?
Aa_online : Setuju. Nah, kalau dibanding dengan menggunakan uang tadi untuk berjudi di kasino?
f_saya : Ya lebih baik beli mobil.
Aa_online : Sangat relatif ya?
f_saya : Hmm ? ya.
Aa_online : Poligami itu seperti pintu darurat di sebuah pesawat. Boleh digunakan, kalau memangkeadaan mengharuskan. Tapi juga jangan digunakan kalau pesawatnya baik-baik saja.
Jadi harus tahu ilmunya.
f_saya : Hehehe ? Memang pernikahan Aa sama Teteh tidak baik2 saja ya ?
Aa_online : Tuh kan ? Kalo ini mah jadi ngegosip ?
f_saya : Iya sori Aa, becanda. Thanks penjelasannya.
f_saya : BTW ini lagi online di Daarut Tauhid ya A?
Aa_online : Lha koq Daarut Tauhid?
f_saya : Lho? Ini Aa Gym kan ?
Aa_online : Aduh Ji! Ini mah saya atuh, Aa Dadang, temen kerja kamu dulu ?
f_saya : Astaghfirullah ? Kirain dari tadi teh Aa Gym ?

Cara Sederhana Mencintai Wanita?

Wanita menyukai pujian. Tak mengherankan jika memuji dapat menjadi cara paling sederhana yang bisa dilakukan pria untuk membuat pasangannya merasa dicintai dan diperhatikan.
Bahkan, jika hal ini menjadi kebiasaan, pujian dapat membantu membuat hubungan Anda dan pasangan kian langgeng. Namun sayangnya, kebanyakan pria mengabaikannya. Setelah hubungan berjalan lama, biasanya mereka menganggapnya pujian tidak relevan lagi.
Pujian juga dapat dimaknai sebagai hadiah istimewa bagi orang lain. Dalam suatu hubungan, pujian merupakan sumber dorongan bagi pasangan. Misalnya, memuji seorang wanita yang sukses menurunkan berat badan, ini bisa membikin dia makin bersemangat untuk diet dan menjaga bentuk tubuh.
Pujian juga bisa menjadi cara membangun kepercayaan diri wanita. Memuji di kala dia berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan, dapat menaikkan kepercayaan dirinya sekaligus meningkatkan keharmonisan hubungan.
Memuji itu seni. Untuk mengetahui caranya memang tidak sulit. Tapi, saat menyampaikannya tidak bisa asal mengeluarkan kata-kata indah karena bisa salah. Berikut ini beberapa tips yang akan membantu Anda memberikan pujian dengan cara tepat, dikutip dari laman Dating Tips.
- Pujian tulus
Pujian tidak boleh sekadar untuk mencari perhatian wanita. Inilah yang terjadi selama ini. Kebanyakan pria kurang tulus saat memberikan memuji pasangan. Padahal, itu dapat mengurangi nilai seorang pria di mata wanita. Kaum hawa menginginkan pasangannya memuji dengan tulus.
- Pujian terbaik
Wanita menyukai pujian yang cerdas dan rinci. Jadi, tidak hanya pujian singkat, seperti "Pakaianmu bagus" atau "Kamu cantik". Ini tidak akan membuatnya terkesan.
Wanita ingin mendengar penjelasan lebih banyak, misalnya Anda menjelaskan di mana letak bagusnya atau di mana letak kecantikannya. Makin rinci pujian Anda, hatinya makin melambung.
- Sering dipuji
Kebanyakan wanita tidak cukup hanya mendapatkan sekali pujian dari pasangan. Mereka menerjemahkan pujian juga sebagai bukti bahwa pasangannya selalu memikirkan dirinya.
Bila pujian hanya disampaikan sebulan sekali, biasanya hubungan tidak terlalu bergairah. Pujian harus diberikan sesering mungkin (tidak peduli apakah yang dipuji sebenarnya hal sepele) selama disampaikan dengan tulus, akan membuat hubungan makin kuat.
- Pujian di tempat umum
Pujian yang tulus memiliki efek yang lebih besar jika disampaikan di depan teman-teman atau keluarga. Pujian yang diutarakan di depan orang lain akan membuatnya merasa bangga. Dia akan memaknainya sebagai ekspresi penghormatan dan penghargaan Anda kepadanya.
Sayangnya, saat ini banyak pria yang mengabaikan hal ini. Padahal, saat-saat seperti itu harusnya menjadi bagian terpenting untuk membuat pasangan bahagia.

Kefadholan SUSIS (Suami sayang istri)

Kata orang; Behind every great man there's a great woman (di belakang setiap lelaki yang hebat pasti ada seorang wanita (istri) yang hebat juga, ungkapan ini walaupun mungkin tdk sepenuhnya
benar akan tetapi setidak2nya bisa menjadi bahan renungan bagi kaum suami untuk lebih menghargai peranan istrinya, sebab di dalam al-Qur’an terdapat ayat yg bisa menjadi pembenaran atas “ungkapan” tsb, yakni firman Allah;

….. dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik [pula]…. QS. An-Nur : 26

Pada ayat di atas tersirat pesan kepada kita (kaum lelaki); Bahwa kalau anda merasa menjadi “orang hebat” maka jangan sekali-kali merendahkan istri anda, sebab dengan merendahkan istri anda maka dengan sendirinya anda merendahkan martabat anda sendiri.

Diantara kita mungkin ada yang pernah mendengar lagunya Sule; SUSIS…. suami sayang istri…. sebenarnya dalam lagu itu kalimat Susis kepanjangan dari; suami sieun (bhs sunda, artinya; takut) istri…., tapi saya lebih setuju jika diartikan; SUSIS …. suami sayang istri…., biar seperti saya …ehm..

Memang benar kaum lelaki dinasehatkan untuk tidak menjadi “pak Bungkring”, yaitu tokoh pada kisah yang menjadi “cantholan” di dalam nasehat Abah alm.; tentang lelaki yang saking sayangnya kepada istri sehingga rela disuruh melakukan apa saja, termasuk ketika disuruh sang istri untuk memakan (maaf) tahi bakar, hiii…..

Tapi yang harus kita ingat wahai kaum lelaki…,
Untuk tidak menjadi pak Bungkring bukan berarti harus selalu “mengeluarkan keris” (padahal kerisnya hanya satu, antic lagi he..he..he..) contohnya sedikit2 marah, mudah menghukumi istri sebagai perempuan yang tidak taat, apalagi kalau sampai mengatakan; kamu perempuan laknat, ahli neraka ! wal iyadzu billah.

Sebagian orang beranggapan bahwa lelaki yang senantiasa “sabar” terhadap istri itu menunjukkan bahwa dia adalah pria lemah, ternyata anggapan seperti ini tidak sepenuhnya benar, bahkan lelaki yang seperti itu bisa jadi menyimpan “kehebatan dan keperkasaan” yang luar biasa, sehingga singa pun dapat ditundukkannya

Guru yang kita hormati Abah alm (KH. Nurhasan) mempunyai sikap “sayang istri” yang patut kita jadikan tauladan, yaitu ketika salah satu istri beliau sedang uring-uringan / marah2 (penyebabnya, biasa ….. masalah “perwayuhan”..ehm) beliau diam saja tdk merespon dg kemarahan yg sama, bahkan dicubit dan dipukuli oleh sang istri, beliau juga tidak menanggapi dg emosi, sehingga ketika sang istri kelelahan, maka dengan mesra sang istri dipijat/diurutnya.

Hal ini juga sebagaimana yang sering dijadikan bahan oleh para penasehat, kisah tentang Khalifah Umar bin Khattab radiallahu anhu, beliau adalah seorang sahabat yang dikenal ketegasan dan istiqamahnya atas hukum-hukum Allah, yang jika setan melihatnya melewati suatu jalan, maka si setan akan menghindar dari jalan tersebut, namun sikapnya terhadap istri ternyata sangat lembut dan penyayang, dikisahkan oleh Imam al-Haitami dalam kitabnya az-Zawajir : 2/98

Seorang lelaki datang kepada Khalifah Umar r.a untuk melaporkan (kejelekan) akhlaq istrinya, saat dia berhenti menunggu di depan pintu rumah Umar, ternyata dia mendengar (dari dalam rumah) istrinya sang Khalifah sedang memanjangkan ucapan (Melayu; membebel atau memarahinya) sedangkan Umar diam saja tidak membalasnya.

Akhirnya lelaki tersebut pergi seraya berkata kalau keadaan Amirul Mukminin saja seperti ini bagaimana dengan aku ? pada saat yang sama Umar berjalan keluar rumah dan melihat si lelaki tsb sedang beranjak pergi, maka Umar memanggilnya; apa hajatmu ..? lelaki itu menjawab wahai Amirul Mukminin aku datang sebenarnya mahu lapor kepada anda tentang akhlaq istriku dan membebelnya padaku, tapi kemudian aku mendengar istri anda juga sama seperti itu, maka aku berkata kalau keadaan Amirul Mukminin saja seperti ini bagaimana dengan aku ?

Khalifah Umar berkata; Wahai saudaraku aku menanggung (meramut) istriku karena itu adalah haknya yang menjadi kewajibanku, dialah yang memasak makanan untukku, membuatkan aku roti, mencucikan pakainku serta menyusui anakku padahal itu semua bukan kewajibannya, dan dialah yang mententramkan hatiku dari hal yang haram (zina) maka karena itulah aku meramutnya, maka lelaki itu berkata; Wahai Amirul Mukminin seperti itu jugalah istriku, Umar berkata; kalau begitu ramutlah dia wahai saudaraku…, sesungguhnya masa (kamu sabar dari kemarahannya) itu hanya sebentar saja.

Dan dalam kitab yang sama juga diriwayatkan;

Kisah orang shalih yang memiliki saudara, yang biasa dikunjunginya setahun-sekali, suatu-saat ketika ia berkunjung, ia mengetuk pintu rumah saudaranya itu, dari dalam rumah istri saudaranya bertanya (dengan nada tdk ramah); Siapa itu ? dijawabnya; Saya saudara suamimu dalam urusan agama Allah, saya datang untuk mengunjunginya, dijawab oleh sang istri; dia sedang pergi mencari kayu bakar, semoga saja Allah tdk mengembalikannya (tdk membuatnya pulang dg selamat), kemudian perempuan itu menyangatkan dalam mencaci dan mencela suaminya.

Tak lama kemudian, orang yang ditunggu–tunggu datang sambil menuntun seekor singa yang di atas punggungnya terdapat seikat kayu bakar, dia menyambut hangat tamunya tersebut kemudian menurunkan kayu bakar dari punggungnya singa, setelah itu dia berkata kepada si singa; Pergilah “barolkallahu fiik” (semoga Allah paring barokah)

Kemudian, ia mempersilakan tamunya masuk sedangkan istrinya masih terus mengomel. Setelah makan, tamunya itu pamit pulang dengan penuh heran akan kesabaran saudaranya atas perlakuan istrinya.

Tahun berikutnya ia berkunjung lagi. Ketika mengetuk rumah saudaranya, dari dalam terdengar suara perempuan (dengan nada yg ramah), “Siapa ya?” ia menjawab, “Saya saudara suamimu, yang mahu mengunjunginya.” wanita itu berkata lagi; Selamat datang, kemudian perempuan itu memuji hubungan keduanya dg pujian yg luar biasa, dan meminta agar dia bersedia menunggu sebentar,

Tak lama kemudian, saudaranya datang sambil memikul sendiri kayu bakarnya, setelah itu si pemilik rumah mempersilakan tamunya. tdk lama kemudian, istri saudaranya itu menghidangkan makanan dengan sopan, disertai pujian yang luar biasa atas hubungan persahabatan keduanya.

Ketika akan pulang, dia bertanya mengenai apa yang dia saksikan dari sikap istri saudaranya itu yang setahun yang lalu dan yang saat ini, juga perihal singa yang memikulkan kayu bakar di saat istrinya adalah orang yang jelek lisannya dan sedikit kebaikannya, juga tentang mengapa dia harus memikul sendiri kayu bakar di saat istrinya adalah wanita iman yang peramah dan lemah lebut serta tutur kata yang penuh sanjungan, apakah sebabnya ?

Dia berkata; Wahai saudaraku, istriku yang cerewet itu telah wafat, dulu ketika kami hidup bersama, aku selalu bersabar dan memaafkan segala perilakunya yang buruk padaku, karena itulah Allah menjinakkan seekor singa kepadaku yang kamu lihat membawakan kayu bakar untukku karena kesabaranku atas istriku.

Kemudian aku menikah dengan istriku yang shalihat ini, aku istirahat (dari kejelekan istri pertamaku) dan singa itupun meninggalkanku, maka aku harus memikul kayu bakar di punggungku, karena aku telah istirahat bersama istriku yang shalihat ini.

What is your passion...

Menurut Anda, Bill Gates yang terkenal itu memiliki sebuah impian yang ditulisnya
untuk menjadi orang terkaya di dunia?

Menurut Anda, apakah Bill Gates memiliki impian bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi raja piranti lunak yang berada di bawah naungan Microsoft?

Ijinkan saya menceritakan kepada Anda, bagaimana Bill Gates memulai suatu momen bersejarah, dimana pada momen itulah kerajaan Microsoft mulai menanjak naik secara drastis. Bill Gates dikala itu adalah seorang pemuda yang bersahabat dengan Paul Allen.

Mereka berdua senang sekali menggeluti dunia komputer dan piranti lunak. Satu hal yang mereka sadari bahwa komputer di masa itu belum memiliki bahasa program. Dan pasti Anda sudah tahu, ketika sebuah komputer belum memiliki bahasa program, maka komputer itu hanya merupakan seonggok timah yang bisa menyala saja, tidak dapat dioperasikan.

Hingga suatu ketika, ia bersama dengan Paul Allen datang ke kantor IBM, dan menawarkan bahasa program bagi komputer-komputer rakitan IBM.

Menariknya, Bill Gates yang berbicara kala itu memberikan sebuah pernyataan menarik, "Kami punya jawaban atas masalah Anda. Kami mempunyai bahasa program bagi komputer Anda, dan kami patenkan yang diberi nama dengan 'DOS"
Di sinilah momentum bersejarah itu terjadi.
Mereka bahkan tidak tahu bahwa pertemuan dan kalimat tersebut akan menjadi sebuah momentum bersejarah akan kejayaan Microsoft.

Kenapa mereka tidak tahu bahwa hal tersebut akan menjadi momentum bersejarah kala itu?

Karena di saat mereka keluar dari kantor IBM, Paul Allen sedikit marah dengan Bill Gates karena mereka berdua tahu bahwa bahasa program (DOS) tersebut belum ada samasekali di tangan mereka.

Jawaban Bill sederhana saja kepada Paul, "Bukankah kau pernah bilang bahwa kau kenal seseorang yang kita bisa beli system operasinya, karena tidak mungkin kita memberi jawaban tidak pasti kepada IBM".

Dan akhirnya Paul Allen mendatangi orang tersebut, dan mencoba menawar system operasi tersebut seharga $50.000. Sementara Paul mendatangi orang tersebut, Bill Gates menunggu dengan perasaan gelisah, khawatir orang tersebut tidak mau menjual system operasinya.
Tapi akhirnya, orang tersebut mau menjual kepada mereka. Inilah sebuah momentum yang menghantarkan microsoft berjaya dan menjadikan Bill Gates menjadi orang terkaya di dunia.

Apa yang hebat dari Bill Gates dan Paul Allen? Dari sekian banyak hal, saya melihat satu hal yang sangat jelas.

Apa itu? Mereka memiliki passion. Mereka menyukai apa yang mereka kerjakan. Mereka dari dulu menyukai dunia komputer dan senantiasa mencari berita-berita di majalah yang berkenan dengan komputer, sebuah barang langka dan belum canggih kala itu.

Begitu intensnya dengan dunia itu, sehingga mereka tahu bahwa sebuah komputer yang diproduksi memiliki masalah yang sama, yaitu bahasa program yang hebat.

Bahkan dalam buku Outliers yang ditulis oleh Malcolm Gladwell menyebutkan bahwa orang-orang yang sangat sukses adalah orang-orang yang begitu menyukai dan mencintai apa yang mereka kerjakan.
Begitu cintanya sehingga mereka rela melakukannya hingga 10.000 jam.

Inilah passion, sesuatu yang membuat kit suka melakukannya.
Bahkan apapun yang kita kerjakan akan terasa ringan karena adanya PASSION ini.

Saya sangat suka dengan defenisi impian dari John Eliot, seorang Ph.D yang juga seorang motivator dan pengajar bisinis juga psikologi. Katanya, impian adalah perasaan.

Menjadi demikian mudah apa yang kita capai jika apa yang
kita kerjakan itu sangat menyenangkan, karena impian kita adalah PASSION kita sendiri.

Gelombang Baru Sepakbola Nasional

TAHUN 2010 telah berlalu. Prestasi sepakbola nasional belum juga keluar dari kubangan. Tetapi, di tahun 2011, banyak momen akan terjadi.

Perubahan
Tahun 2011 adalah tahun perubahan bagi sepakbola nasional. Gelombang baru telah datang. Tanda-tandanya telah tumbuh di tahun 2010 dan bakal menyeruak untuk mewarnai momen-momen penting di tahun 2011.

Perubahan. Siapapun tahu, perubahan (seperti juga revolusi) kerapkali memakan anak kandungnya sendiri. Maka banyak orang menghadapi perubahan dengan sikap gamang.

Perubahan bisa pula gagal. Di ranah politik, kegagalan perubahan sungguh sangat sering terjadi. Sering berulang. Kita ingat, perubahan yang didengungkan PKI di tahun 1960-an: gagal total. Reformasi di tahun 1998 juga tidak sepenuhnya sukses.

Nah, kegagalan perubahan pun bisa terjadi pada ranah sepakbola. Dan begitulah, bayang-bayang kegagalan itu membuat beberapa orang jadi gamang. Sebab perubahan dapat membawa korban. Dan itu sangat pedih. Sehingga orang-orang gemar bersandar pada status quo. Mungkin mereka berpendapat, daripada bersandar pada angin akan lebih realistis bersandar pada tembok. Bersandar pada yang pasti-pasti saja. Jika ini yang jadi pilihan, perubahan sudah mati sebelum terealisasi. Kalah sebelum bertanding.

Padahal, pada situasi tertentu, perubahan (secara alamiah) tak bisa dihindari. Mungkin ia bisa ditunda, diundur satu atau dua jengkal. Tetapi ia sama sekali tak bisa dihentikan. Nah, sepakbola nasional sedang dalam situasi tersebut. Meminjam istilah zaman orde lama, sepakbola nasional sedang hamil tua.

Di tahun 2011, tahun perubahan ini, setidaknya ada 3 indikasi urgen. Pertama soal Liga Primer Indonesia (LPI). Kedua soal naturalisasi pemain. Ketiga soal Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Ketiganya telah tumbuh dan merebak di tahun 2010. Kini, ketiganya bakal menyeruak dan mewarnai momen-momen penting bagi masa depan sepakbola nasional.

Liga Primer Indonesia
Januari tanggal 8 ini, kalau tidak mundur lagi, kompetisi LPI bakal dimulai. Jika sesuai dengan yang dicanangkan, kualitas iklim sepakbola nasional dipastikan melonjak tajam.

Klub menjadi lebih profesional. Ketergantungan dari birokrasi pemerintahan ditepis dan jeratan dana APBD dihilangkan. Manajemen klub sepenuhnya swasta dan berorientasi pada prestasi. Tingginya prestasi inilah yang akan ditawarkan kepada sponsor untuk meraup pemasukan.

Obsesi LPI untuk berkembang terlihat amat besar. Lihat saja, LPI mendatangkan pemain-pemain mahal. Salah satunya yang dikontrak sebesar Rp 3 miliar. LPI mendatangkan pelatih-pelatih hebat. Salah satunya yang telah membesarkan bintang Madrid Kaka. Mereka juga berkeras hati menyokong lahirnya belasan klub baru.

Tetapi hitungan di atas kertas dan hitungan di realitas bisa berbeda jauh. Faktanya, sampai satu minggu jelang digulirkan, LPI belum mendapat legalitas. FIFA belum memberi sinyal positif dan PSSI terang-terangan menolak. Lebih dari itu, LPI mendapat ancaman serius dari PSSI. Berulangkali PSSI mengancam akan memberi sanksi terhadap siapapun yang terlibat dalam kegiatan LPI.

Kasus PSM Makassar bisa dijadikan contoh. Akibat bergabung dengan LPI, nasib klub papan atas ISL itu kian runyam. Beberapa pemain memilih mengundurkan diri. Manajemen terbelah dua. Ketua umum memaksa bergabung ke LPI sedangkan ketua harian memaksa mengambil alih untuk tetap berlaga di ISL. Kasus yang hampir sama terjadi pada Persibo. Kasus lebih parah terjadi pada Persebaya.

Saat ini, jangankan menjalankan kompetisi yang lancar dan profesional, klub LPI itu membuat laga uji coba saja susah. Terbukti laga pra musim LPI yang sedianya digelar di Surabaya tiba-tiba dipindahkan. Laga uji coba Persebaya melawan Persibo mendadak batal karena tidak memperoleh izin dari Polda Jatim.

Publik sepakbola menunggu jurus-jurus maut dari manajemen LPI. Bagaimanakah memanfaatkan waktu yang mepet agar kompetisi bisa terrealisasi tanggal 8 Januari. Mungkin saja manajemen LPI melobi langsung ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mungkin saja LPI tiba-tiba mendapat izin dari FIFA. Mungkin saja PSSI melunak. Sungguh, publik bola tidak tahu pasti. Publik hanya bisa menunggu.

Mungkin pula LPI tetap seperti sekarang, yakni dianggap ilegal oleh PSSI. Jika sampai 8 Januari tetap ilegal, kompetisi bisa dipastikan tidak bergulir lancar. Perizinan dari pihak kepolisian pasti sulit didapat. Pemain juga tidak bisa berorientasi masuk tim nasional (timnas).

Kemungkinan paling buruk, LPI bakal bubar. Jika ini yang terjadi, sungguh, energi besar yang keluar selama tahun 2010 menjadi sia-sia. Padahal LPI terlanjur melibatkan banyak orang, banyak pihak, banyak dana, dan banya konflik. Jadi pilihannya hanya satu, LPI pantang mundur!

Pemain Naturalisasi
Di penghujung tahun 2010, satu peristiwa besar telah terjadi. Peristiwa itu terkait keikutsertaan timnas di ajang Piala AFF. Timnas nyaris merebut juara. Sayangnya gagal karena kalah agregat gol dari timnas Malaysia. Tetapi, bukan hasil itu yang perlu dicermati. Antusiasme masyarakat terhadap sepakbola tiba-tiba melambung tinggi. Perempuan-perempuan yang biasanya jarang bersinggungan dengan sepakbola mendadak beramai-ramai datang ke stadion Gelora Bung Karno Jakarta. “Dukung timnas,” katanya.

Tidak hanya perempuan biasa, artis-artis papan atas pun turun bergerombol bersama suporter. Mereka berteriak-teriak lantang, sekali lagi, mendukung timnas. Sedangkan di luar lapangan, pemain timnas bolak balik disanjung di televisi layaknya selebriti. Bukan hanya pemain, hampir tiap hari, istri dan pacar pemain diwawancarai presenter televisi. Sungguh, ini momen yang tidak biasa.

Rupanya, magnet dari semua itu adalah sosok Irfan Bachdim. Pemain keturunan Indonesia-Belanda ini mampu menyerobot perhatian publik non bola. Memang, Irfan punya segalanya untuk menjadi bintang idola. Dia ganteng, dia punya skill bagus, dia punya pacar model, dan dia warga keturunan.

Bermula dari kekaguman pada Irfan, publik non bola atau suporter dadakan itu mulai mencintai pemain-pemain timnas lainnya. Mulai mencintai Cristian Gonzales, mulai kagum pada kelincahan Okto, mulai hormat pada kepemimpinan Firman Utina, dan terakhir terpesona oleh mobilitas permainan Bustomi.

Namun di balik munculnya suporter-suporter dadakan, program naturalisasi dan program pengikatan pemain keturunan membawa risiko lain bagi perkembangan sepakbola nasional. Saat ini, ada dua pemain keturunan dan ada satu pemain naturalisasi. Irfan Bachdim, Kim Kurniawan, dan Cristian Gonzales. Dalam waktu dekat, PSSI berjanji menaturalisasi satu lagi pemain keturunan.

Risiko buruknya, ini merupakan program instan. PSSI ingin agar timnas segera meraih sukses dengan cara mengambil pemain-pemain impor. Mengapa impor? Ya karena mereka tidak lahir dari tradisi pembinaan di tanah air. Mereka bukan berasal dari SSB milik Persebaya, Persija, Persib, maupun Persipura. Mereka berasal dari tradisi klub-klub Eropa.

Seorang teman pernah bilang, tidak ada cara instan yang meraih sukses besar kecuali korupsi. Lazimnya, sukses besar dihasilkan dari usaha bertahap-tahap. Perjuangan tak kenal lelah. Itu seperti yang ditunjukkan oleh timnas Malaysia. Mereka bisa juara Piala AFF berkat pembinaan bertahun-tahun.

Itu artinya, program naturalisasi dan impor pemain keturunan bukanlah jawaban tepat bagi mandegnya prestasi timnas. Bila hanya untuk sesaat, bisa saja menghasilkan permainan bagus. Namun untuk jangka panjang, program tersebut tampaknya jauh panggang dari api. Tidak tepat sasaran. Justru sebaliknya, PSSI terkesan meremehkan pembinaan internal tiap klub di tanah air.

Saat ini ada Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan yang permainannya mengagumkan. Tidak bisa dipastikan mereka bakal stabil ketika sudah membaur dengan pemain-pemain lokal dalam ajang kompetisi reguler. Apalagi kalau praktik kotor masih melekat dalam iklim Superliga. Bisa-bisa, potensi keduanya justru semakin pudar. Kasus ini pernah terjadi pada pemain-pemain Primavera di era 1990-an awal.

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia
PSSI memang harus membenahi sistem kompetisi yang amburadul. PSSI harus pula serius memerangi praktik suap terhadap wasit. Sebab, kinerja wasitlah yang kerap memicu kerusuhan di lapangan. Penalti-penalti yang “aneh” sudah selayaknya dicermati ulang. Harus dibentuk tim investigasi.

Lebih dari itu, PSSI harus membenahi internal dirinya. Dalam momen Piala AFF, teriakan “Nurdin Turun” tidak bisa diatasi dengan jawaban “Ada Provokator”. Bukan, bukan sekadar itu jawabannya.

Teriakan itu begitu menggema. Ribuan orang yang melafalkannya. Sebab, tidak ada asap bila tidak ada api; teriakan itu tentu bersumber pada buruknya kinerja Nurdin Halid dalam memimpin institusi sepakbola tertinggi di tanah air. Pembuktiannya gampang, yakni prestasi timnas dan buruknya sistem kompetisi.

Bahkan sebelum laga Piala AFF, teriakan “Nurdin Turun” berulangkali menggema di pertandingan kompetisi Superliga. Sebuah teriakan yang mengalir dari kota ke kota, dari pulau ke pulau, menyebar rata di hampir seluruh penjuru tanah air. Suatu kali, di dekat Stadion Gelora Bung Karno, seseorang membeli kaos timnas. Kepada penjualnya dia bilang, “Mas, minta kaos timnas yang tanpa tulisan dan logo PSSI.” Ironis.

Januari ini, mungkin diundur, PSSI berencana menggelar kongres. Momen ini sangat tepat untuk Nurdin Halid mengundurkan diri. Nurdin tidak perlu menunggu anggota PSSI memintanya mundur. Sungguh tidak perlu. Orang sudah paham, mayoritas anggota PSSI adalah orang-orang yang setia kepada Nurdin. Kongres di Malang tahun lalu bisa dijadikan bukti. Toh, Nurdin telah dicalonkan untuk menjadi exco AFC. Bahkan, dia calon tunggal. Apa susahnya meninggalkan PSSI.

Namun sebenarnya, mundurnya Nurdin dari PSSI bukan jawaban final atas kritik publik bola. Publik membutuhkan pembenahan sistem dalam PSSI. Itu artinya, mundurnya Nurdin dipakai untuk simbol dari perubahan sistem PSSI dan sistem persebakbolaan nasional.

Tahun 2011 ini, perubahan pasti terjadi. Entah menuju pada situasi yang pelik atau sebaliknya. Namun, rakyat Indonesia merindukan prestasi sepakbola nasional. Untuk itu, perubahan diharapkan bergerak ke arah yang lebih baik. Semoga kompetisi Superliga lancar, semoga kompetisi LPI lancar, dan semoga timnas juara Sea Games. Amin.

Disebut Jadi Sebab Perceraian, Teh Rini Kesal

Sejak pertama kali bakal dinikahi dai Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym, istri kedua Aa Gym, Alfarini Eridani alias Teh Rini, sudah jadi buruan wartawan. Kini ketika beredar kabar retaknya rumah tangga dai pemilik pesantren Daarut Tauhid dengan istri tuanya, Ninih Mutmai'inah, Rini kembali jadi buruan.

Teh Rini disebut-sebut menjadi pemicu retaknya hubungan Aa Gym dengan Teh Ninih. Teh Ninih dikabarkan menggugat cerai Aa Gym.

Dai yang memiliki tujuh anak dari istri pertama itu disebut-sebut berlaku tidak adil. Aa Gym kabarnya lebih sering tinggal bersama Teh Rini di Tangerang ketimbang di Bandung. Dalam kesepakatan yang dibuat selama ini, Teh Rini mendapat jatah dikunjungi setiap Senin sampai Rabu, sedangkan Teh Ninih di Bandung setiap Kamis hingga Minggu.

"Saya kesal dengan kabar itu. Kita baik-baik saja dengan Teh Ninih, dan memang nggak ada itu gugatan di Bandung. Itu fitnah, kok jahat sekali yang ngabarin itu," kata Teh Rini tanpa bisa menyembunyikan kegundahannya. Eskpresi mukanya terlihat benar-benar kesal.

Selama ini, aku dia, antara dia dengan suaminya dan Teh Ninih tidak pernah ada masalah. "Saya sama Teh Ninih baik-baik saja, tetap komunikasi. Nggak akurat itu beritanya, saya juga kesal, kaget, capeklah ngurusin gosip," kata dia.

Renungkanlah wahai wanita?

Saudariku, simaklah peringatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini. Agar anda dapat menjadikan bahtera rumah tangga Anda seindah dambaan Anda.
أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ، قِيلَ: أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ، وَيَكْفُرْنَ الإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَا...هُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا، قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ
“Aku diberi kesempatan untuk menengok ke dalam neraka, dan ternyata kebanyakan penghuninya ialah para wanita, akibat ulah mereka yang selalu kufur/ingkar.” Spontan, para shahabat bertanya, “Apakah yang engkau maksud adalah mereka kufur/ingkar kepada Allah?” Beliau menjawab, “Mereka terbiasa ingkar terhadap perilaku baik, dan ingkar terhadap jasa baik. Andai engkau berbuat baik kepada mereka seumur hidupmu, lalu ia mendapatkan suatu hal padamu, niscaya mereka begitu mudah berkata, ‘Aku tidak pernah mendapatkan kebaikan sedikit pun darimu.’” (Muttafaqun ‘alaihi)
Anda mendambakan kebahagian dalam rumah tangga?
Temukanlah bahwa kebahagian hidup dan berumah tangga terletak pada genggaman tangan suami Anda. Pandai-pandailah membawa diri, sehingga suami Anda rela membentangkan kedua telapak tangannya, dan memberikan kebahagian berumah tangga kepada Anda.
Percayalah Saudariku, suami Anda adalah pasangan terbaik untuk Anda.
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا اُدْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
“Bila seorang istri telah mendirikan shalat lima waktu, berpuasa bulan Ramadan, menjaga kesucian dirinya, dan taat kepada suaminya, niscaya kelak akan dikatakan kepadanya, ‘Silakan engkau masuk ke surga dari pintu mana pun yang engkau suka.’” (Hr. Ahmad dan lainnya)
Tidakkah Anda mendambakan termasuk orang-orang mukminah yang mendapatkan kebebasan masuk surga dari pintu yang mana pun?

Senin, 03 Januari 2011

Irfan Bachdim Masih Ingin Bertahan

Gagalnya Timnas meraih juara di ajang AFF Suzuki Cup 2010 tak membuat Irfan Bachdim ingin hengkang dari Indonesia. Striker Timnas itu tetap ingin bertahan. bertahan di Indonesia.

Melalui akun Twitter, Irfan meminta pendukung Timnas maupun penggemarnya tak khawatir. Irfan menegaskan bahwa dirinya tetap bertahan di Indonesia. "For people they think i leave Indonesia!! Dont worry I STAY HERE!!!"

Meski demikian Irfan masih tak yakin apakah tetap bertahan di Timnas. Pasalnya, hal itu tergantung PSSI. "That's not up to me, but up to the pssi!" tulisnya.

Meski demikian Irfan tetap tak melupakan dukungan besar supporter. "It's almost new year. Lets forget the tournament but please always remind the great supporters!! I will never forget you!! INDONESIA!!! (Hampir tahun baru. Mari lupakan turnamen (Piala AFF), tetapi tetaplan mengenang dukungan luar biasa. Aku tak akan melupakanmu !!! Indonesia!!!).

Irfan juga berterima kasih pada pendukung Timnas. Meski gagal menjadi Juara, tapi Irfan masih yakin Timnas adalah tim terbaik selama ajang AFF Suzuki 2010.

Bahkan seusai Indonesia menang 2-1 atas Malaysia pada final leg kedua pada Rabu (29/12) lalu, Irfan mengaku bangga dengan supporter Timnas yang disebutnya sebagai supporter terbaik di dunia. "I'm proud of you and to be a Indo!" akunya.

Minggu, 02 Januari 2011

A'a Gym Cerai?

Aa Gym dan Teh Ninih dikabarkan telah memutuskan untuk bercerai. Meski demikian, salah satu kerabat Aa Gym berharap agar keduanya masih sama-sama mengajar di pondok pesantren Daarut Tauhid, Bandung.

"Iya, itu harapan kami dari sebagai umat (masih mengajar). Kalau saya pribadi semoga rukun-rukun aja, silaturahmi harus tetap terjamin," ujar kerabat Aa Gym dan Teh Ninih, Farihin Abdul Fatah saat dihubungi wartawan, Minggu (2/1/2011).

Perceraian Aa Gym disebut-sebut terjadi karena isu poligami. Namun Farihin tidak ingin terlalu ikut campur masalah pribadi dai bernama lengkap KH Abdullah Gymnastiar itu. Ia hanya mendoakan yang terbaik bagi keduanya.

"Sebelum Aa nikah lagi juga mereka mah tetep baik, figur seorang guru, sebagai panutan istilahnya mereka itu melakukan yang terbaik buat umatnya," tambahnya.

Aa Gym menikahi Teh Ninih pada tahun 1987. Pasangan ini dikaruniai tujuh anak, yakni Ghaida Tsuraya, Muhammad Ghazi Al-Ghifari, Ghina Raudhatul Jannah, Ghaitsa Zahira Shofa, Ghefira Nur Fatimah, Ghaza Muhammad Al-Ghazali, dan Gheriya Rahima.

Pada November 2006, Aa Gym menikahi janda beranak tiga Alfarini Eridani atau akrab disapa Teh Rini. Dari istri keduanya ini, Aa Gym dikaruniai satu orang putra.

Bola Salju

cintaku kepadamu bagaikan bola salju
bergulir-gulir semakin kencang
rinduku kepadamu bagaikan bola salju
waktu ke waktu kian membesar

dimanapun kau berlari
takkan ku lelah mengejarmu
dan walau pun kau menghindar
takkan ku bosan untuk bersabar

reff:
aku lelaki sejati, cintaku tak akan mati
aku lelaki perkasa, cintaku tak kenal dusta
cintaku kepadamu bagaikan bola salju
cintaku kepadamu sesuci bola salju

repeat *
repeat reff [2x]

Lirik Lagu Bola Salju

"Ryan Giggs Indonesia" yang Bisa Main di Eropa

Sukses Oktovianus Maniani masuk daftar 10 Pemain Potensial Asia bukan tanpa alasan yang kuat. Okto tampil gemilang bersama timnas Indonesia selama Piala AFF 2010 akhir tahun lalu.
Gelandang asal Papua yang bermain di Sriwijaya FC itu bahkan mampu menarik perhatian khusus jurnalis ESPN, John Duerden. Kecepatan, kelincahan dan kehebatan Okto dalam bermain di sayap kiri Indonesia membuat Duerden menjulukinya sebagai "Ryan Giggs Indonesia". Julukan itu menggarah kepada sayap kiri veteran milik Manchester United, Ryan Giggs.

"Sangat menyenangkan melihat aksi Oktovianus di sayap kiri. Di usianya yang baru 20 tahun, bakatnya akan terus berkembang. Jika "Ryan Giggs Indonesia" masih muda maka ia harus terua mengembangkan kariernya hingga titik terbaik. Ia masih mentah, tapi telah menunjukan sesuatu yang mengejutkan," puji Duerden di ESPNsoccernet, Minggu (2/1).

Kelincahan dan kecepatan Okto memang menjadi senjata andalannya. Ia mampu melewati lawan dengan memanfaatkan dua keunggulan itu. Sayang, Okto masih lemah dalam melepaskan umpan silang ke jantung pertahanan lawan.

INILAH PERBEDAAN LSI DENGAN LPI?

Pendiri grup PSSI Tandingan di situs jejaring sosial, Ian Rajagukguk,membeberkan perbedaan antara Liga Super Indonesia (LSI) dengan Liga Primer Indonesia (LPI) yang sedianya digelar 26 oktober kmrn dulu.
Menurut Ian,LPI memiliki keuntungan lebih banyak dibanding klub yg ikut ISL.
Salah satunya,klub akan menerima pembagian keuntungan dana dari sponsor sebesar 100 persen. Berikut rincian perbedaan LSI dengan LPI yg dibeberkan Ian.
Liga Super Indonesia (LSI):
LSI di bawah payung PSSI.
Afiliasi regional: AFC
Afiliasi Internasional: FIFA
-Sruktur Saham:
Yayasan: 5 persen
Klub: 0 persen
PSSI: 95 persen
-Pembagian hak siar TV
(kompensasi siaran langsung): 0 persen
-Pembagian sponsor utama: 0 persen
Keuntungan : 100 persen untuk PSSI/PT Liga Indonesia
-Wasit: lokal
-Sumber dana: APBD
-Badan Yudisial: komdis dan komding PSSI
-Peserta: 18 klub
- Sponsor: PT Djarum (Rp 41,5 miliar)
-Hadiah: Rp 1,5 miliar
LIGA PRIMER INDONESIA (LPI)
LPI di bawah payung PSSI
Afiliasi Regional: AFC
Afiliasi Internasional: FIFA
-Struktur saham
Yayasan: 100 persen klub
-Pembagian Hak Siar TV
Klub: 100 persen
-Pembagian sponsor utama
klub: 100 persen
-keuntungan
Kuota klub peserta: 80 persen
Kuota pembinaan: 20 persen
-Wasit: asing (2 tahun)
-Sumber dana: investasi Rp
15-20 miliar pet klub
-Badan yudisial: komdis dan komding LPI
-Peserta: 18-20 klub
-Sponsor: konsorsium investor
-Hadiah: 5 miliar.

Firman: The Next, Kita Angkat Trofi Itu

Sabtu (1/1) kemarin, bertepatan dengan hari pertama tahun 2011, Cirebon kedatangan tamu istimewa. Kapten Timnas Indonesia, Firman Utina akhirnya berkunjung ke Cirebon. Dia lebih memilih ke Cirebon dibandingkan memenuhi undangan Gubernur Sumatera Selatan di hari yang sama. Masa liburan setelah tim Merah Putih -sebutan Timnas Indonesia- menjadi runner up Piala Suzuki AFF tahun 2010 dimanfaatkan play maker ini untuk bersilaturahmi dengan klub binaannya, Bina Putra FC Kabupaten Cirebon.

Pemain yang dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) Piala Suzuki AFF tahun 2010 tiba di Cirebon sekitar pukul 12.00. Melangsungkan makan siang di kediaman manajer Bina Putra FC, Subagja SSos, memberikan motivasi kepada para pemain Bina Putra FC saat latihan di Stadion Utama Bima Kota Cirebon, berkunjung ke rumah dinas Bupati Cirebon Drs Dedi Supardi MM, dan kemudian mengikuti talkshow di Radar Cirebon Televisi (RCTV) secara live malam harinya.

Saat memberikan motivasi kepada para pemain Bina Putra FC di Stadion Utama Bima Kota Cirebon, ternyata Firman Utina tidak sendirian. Dia didampingi juga mantan pemain Persema Manado, Persikota Tangerang, dan terakhir PSM Makasar, Edi Musriza. Hadir juga beberapa tokoh sepakbola, manajer Bina Putra FC Subagja SSos, perwakilan bupati Cirebon oleh Kadisnakertrans Kabupaten Cirebon Erus Rusmana, serta Redpel Radar Cirebon Iing Casdirin. Tidak heran, dalam kesempatan tersebut masyarakat Cirebon langsung berbondong-bondong ingin foto bersama, tandatangan, dan bersalaman dengan pemain Sriwijaya FC tersebut.

Kepada Radar Cirebon (grup JPNN), Firman mengakui kalau Cirebon sudah tidak asing lagi baginya. Sebab, kata pemain spesialis umpan ini, dirinya sudah beberapa kali mengunjungi Cirebon. Tujuan kedatangannya adalah memberikan arahan kepada para pemain di Bina Putra FC. "Yang saya berikan (motivasi, red) tidak akan pernah putus kepada para pemain Bina Putra FC di Cirebon. Saya sering ke Cirebon dan menjadi rumah kedua saya. Untuk kunjungan kali ini lebih istimewa karena saya meraih MVP di Piala Suzuki AFF 2010 sekaligus mengantarkan Timnas Indonesia menjadi runner up," tuturnya.

Ketika ditanya kegagalannya mengeksekusi tendangan penalti di laga final Piala Suziki AFF tahun 2010 ke gawang Malaysia, Firman mengatakan bahwa dirinya hanya mengikuti instruksi pelatih. Dia pun menyatakan bahwa sebelum eksekusi sudah ditanyakan kepada dua striker naturalisasi yakni Christian Gonzales dan Irfan Bachdim.

Namun, mereka semua enggan melakukan tendangan. "Kalau ada Bambang Pamungkas, saya tentu serahkan ke dia, karena dia yang paling siap. Saya ingat saat melakukan tendangan yakni saya bermain untuk diri saya, keluarga, masyarakat Indonesia, bangsa, dan negara. Saya hanya menjalankan tugas sebaik-baiknya. Tekanan juga sempat saya rasakan karena harus memenangkan pertandingan di babak final," lanjutnya.

Pemain berumur 29 tahun ini mengaku kecewa karena di Piala Suzuki AFF tidak meraih gelar juara. "Kita menang 6 pertandingan sejak penyisihan. Tapi kalah saat final. Sungguh mengecewakan," ungkapnya.

Meski belum bisa meraih trofi Piala Suzuki AFF tahun 2010, Firman berharap, potensi pemain di Cirebon mampu meregenerasi pemain Timnas Indonesia di masa mendatang. "The next, kita harus bisa mengangkat trofi itu (AFF). Pemain muda harus dibina agar terbentuk Firman Utina yang lain, dan tercipta Bambang Pamungkas berikutnya," kata dia.

Lebih jauh mantan pemain Persija Jakarta tersebut berpesan kepada para pemain di Cirebon untuk memberikan kontribusi dengan cara kerja keras saat ini, latihan sesuai jadwal klub, serta tidak hilang menggelar kompetisi. "Cirebon belum bisa memberikan sumbangsih di level tertinggi negeri ini. Semoga saja, kedatangan saya ke Cirebon bisa memacu mereka (pemain muda). Lambat-laun, muncul dengan sendirinya walaupun kultur daerah sangat berpengaruh. Tergangtung pemain itu sendiri. Kalau ingin maju, harus kerja keras," ungkapnya.

Firman juga mengakui kalau peran pemain naturalisasi sangat berpengaruh terhadap pemain lokal. "Termasuk saya. Ada perbedaan bermain dengan pemain naturalisasi yakni Christian Gonzales dan Irfan Bachdim," ujarnya.

"Satu lagi, peran pemerintah dan masyarakat akan berpengaruh terhadap kinerja sebuah tim. Jadi, keduanya harus bersinergis jika ingin maju," pungkasnya. Manajer Bina Putra FC, Subagja SSos berharap, para pemain lebih bersatu dalam hal kerjakeras dan kekompakkan dari kunjungan Firman Utina. "Pemain Cirebon ke depan mudah-mudahan ada yang masuk ke jajaran Timnas Indonesia di masa depan. Gambaran dan cerita dari Firman semoga bisa menjadi manfaat bagi pemain kami," tuturnya.

Saat talkshow live di RCTV semalam, Firman dan rombongan ternyata sudah ditunggu penggemar di Cirebon. Firman langsung menuju ruang redaksi Radar Cirebon dan selanjutnya ke Studio 1 RCTV. Firman menceritakan kalau dirinya saat berusia 15 tahun bekerja keras antara bekerja dengan bermain sepakbola.

"Saat itu saya suka mencuci mobil dan sore hari bermain sepakbola. Lalu Pak Subagja merekrut saya bermain di Persma Manado junior. Hingga akhirnya, saya bisa seperti sekarang," ujar Firman saat talkshow. Tak hanya menceritakan kisah dirinya, Firman juga merasa nyaman ketika berkunjung ke Cirebon. Sebab, keluarga dari istrinya ada di Cirebon.