Senin, 08 Agustus 2011

MENGENAL DIRI SENDIRI.....

Kunci proses pengembangan diri adalah mengenal diri sendiri. Ini tidak hanya
berlaku bagi keberhasilan di bidang karier, melainkan juga di berbagai
bidang kehidupan lainnya, termasuk keluarga, sosial masyarakat, dan
spiritual. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang mengetahui apa yang mesti
jadi tujuan hidupnya. Ia menyadari kemampuan dan bakat-bakatnya serta tahu
bagaimana menggunakannya demi mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian ia
lebih mampu menemukan makna dan kepenuhan dari hidupnya.

~Jawablah dengan jujur, apakah anda benar-benar mengenal diri anda sendiri?

Ada banyak metode mengenal diri. Salah satunya adalah dengan mengisi
kuisioner. Apa pun bentuk metode yang dipilih, tuntutan dasarnya adalah
seseorang harus jujur pada dirinya sendiri. Ambil contoh ringan, banyak
orang tidak jujur saat mengisi kuisioner mengenai dirinya, terlebih lagi
bila hasil kuisioner tersebut dinilai oleh pihak lain. Mereka mengira dengan
menulis jawaban yang ideal, mereka akan mendapatkan hasil penilaian yang
baik, padahal mereka sedang membohongi diri mereka sendiri, yang justru
mengagalkan proses pengembangan diri. Penyebab utamanya adalah karena banyak
orang bersikap untuk memenuhi harapan orang lain. Ketidakjujuran dan
ketidakmampuan untuk bersikap apa adanya membuat mereka tidak menjadi diri
mereka sendiri.

~Apakah anda jujur pada diri anda sendiri?

Seringkali menjadi jujur pada diri sendiri terasa menyakitkan. Banyak orang
merasa mandek dalam kariernya. Mereka menganggap orang lain dan lingkungan
sebagai sumber kegagalan. Mereka mengingkari bahwa penyebabnya justru
berasal dari dalam diri mereka sendiri. Di lain pihak, seringkali pula orang
tidak mampu jujur pada diri sendiri karena salah dalam memahami keberhasilan
yang sedang diraihnya. Banyak orang berhasil lalu mengira mampu melakukan
apa saja. Mereka mengembangkan kedua belah lengannya lebar-lebar dan
menyangka akan berhasil di semua hal. Mereka tak mau mengakui bahwa ada
batas-batas yang tak mungkin dilalui. Jujur pada diri sendiri adalah
bersedia untuk menerima segala sesuatu apa adanya.

~Apakah anda sanggup melakukan disiplin diri?

Salah satu bentuk disiplin yang menuntun pada pengenalan diri adalah
mengamati diri secara cermat - mengamati setiap perasaan, pikiran, harapan,
keinginan, kegembiraan dan lain-lain yang terjadi dalam diri sendiri. Para
spiritualis biasa melakukan ini dengan bermeditasi, khusyu', mengheningkan
cipta, atau berbagai istilah lain. Pengamatan ini menumbuhkan kesadaran yang
lebih tenang, yang mampu melihat secara jernih pikiran dan perasaan yang
sedang terjadi, kemampuan, bakat dan ketrampilan yang dimiliki, kekuatan dan
kesempatan untuk menggunakan semua pikiran, perasaan, kemampuan, bakat dan
ketrampilan itu untuk sebaik-baiknya kehidupan karier. Pengamatan diri ini
dapat dilakukan di setiap saat sembari melakukan kegiatan sehari-hari.
Justru dalam kegiatan sehari-hari itulah seseorang berkesempatan untuk
menyadari betapa banyak gejolak pikiran, perasaan yang muncul silih
berganti.

~Apakah anda bersedia menjadi diri anda sendiri?

Banyak orang mengaburkan arti menjadi "diri sendiri" dengan "semaunya
sendiri". Menjadi diri sendiri melalui proses mengenal diri adalah
menumbuhkan pengendalian diri karena dalam mengembangkan dirinya seseorang
harus senantiasa berjalan pada potensi-potensi yang dianugerahkan padanya.
Selain itu, banyak orang menjadi apa yang dikatakan orang lain dan
menganggapnya itu sesuai dengan dirinya. Yang perlu disadari adalah bahwa
setiap orang itu berbeda dan unik. Tak ada orang yang sama. Mereka
dianugerahi kemampuan, potensi dan bakat yang berbeda-beda.Tugas manusia
adalah menggunakan semua itu untuk kemajuan kehidupan ini. Tujuan mengenal
diri untuk pengembangan karir adalah mengenal apa potensi-potensi,
bakat-bakat, kemampuan dan ketrampilan yang ada pada diri agar bisa
digunakan untuk kemajuan karir. Selain itu, mengenal diri akan menumbuhkan
kesadaran dan pengendalian diri, suatu bentuk pengembangan emosi dan
spiritual yang dibutuhkan untuk mengiringi langkah kemajuan...

Sholat 5 waktu dapat melebur Dosa

Kita telah diperintahkan untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala tatkala kita berada dalam keadaan sendirian maupun di hadapan orang banyak. Namun sudah merupakan kepastian dalam melakukan ketaatan tersebut, terkadang kita lalai. Boleh jadi kita meninggalkan hal yang diperintahkan atau terjerumus dalam hal yang dilarang. Ketika dalam keadaan demikian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memerintahkan kita untuk menghapus kejelekan tersebut dengan kebajikan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan sebuah nasehat berharga kepada Abu Dzar Al Ghifariy Jundub bin Junadah,
اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
“Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada dan ikutkanlah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan akan menghapuskannya dan berakhlaqlah dengan sesama dengan akhlaq yang baik.” (HR. Tirmidzi no. 1987. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirihi, hasan dilihat dari jalur lain. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib 2655)
Allah Ta’ala juga berfirman,
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ
Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Hud: 114)
Ketika Allah menceritakan sifat-sifat orang yang bertakwa, Allah pun berfirman,
إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ
Apabila mereka mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka.” (QS. Ali Imran: 135). Ayat ini menunjukkan bahwa sifat orang yang bertakwa adalah terkadang terjerumus dalam dosa-dosa besar (faahisyah) dan juga dosa-dosa kecil (zhulmun nafs). Akan tetapi mereka tidak terus menerus berbuat dosa. Bahkan mereka mengingat Allah setelah mereka terjerumus dalam dosa tersebut. Mereka pun memohon ampunan kepada-Nya dan bertaubat.
Shalat Lima Waktu Pelebur Dosa
Maksud “perbuatan-perbuatan yang baik” dalam surat Huud ayat 14 di atas adalah shalat lima waktu. Karena ayat ini dalam konteks membicarakan masalah shalat. Tafsiran ini adalah tafsiran dari Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Abbas, Mujahid dan mayoritas ulama. Sedangkan yang dimaksud dengan perbuatan-perbuatan yang buruk dalam ayat tersebut adalah dosa-dosa kecil dan bukan semua dosa. Tafsiran ini berdasarkan pada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
Antara shalat yang lima waktu, antara jum’at yang satu dan jum’at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim no. 233)
Bahkan dikuatkan pula dengan ayat dalam surat An Nisa’,
إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (QS. An Nisa’: 31). “Kesalahan-kesalahanmu” ditafsirkan dengan dosa-dosamu yang kecil sebagaimana yang dikatakan oleh As Sudiy. Dalam tafsir Al Jalalain juga dikatakan bahwa yang dimaksudkan adalah dosa-dosa kecil dan dosa tersebut dihapus dengan ketaatan.
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa dosa-dosa kecil bisa terhapus dengan amalan ketaatan, di antaranya adalah shalat wajib. Antara shalat Shubuh dan Zhuhur, Ashar dan Maghrib, Maghrib dan Isya, Isya dan Shubuh, di dalamnya terdapat pengampunan dosa (yaitu dosa kecil) dengan sebab melaksanakan shalat lima waktu.
Namun perlu diketahui bahwa dosa-dosa kecil ini bisa terhapus dengan amalan wajib apabila seseorang menjauhi dosa-dosa besar. Pendapat inilah yang dianut mayoritas ulama salaf. Artinya, menjauhi dosa besar merupakan syarat agar dosa kecil itu bisa dihapus dengan amalan-amalan wajib. Jika dosa besar tidak dijauhi, maka dosa kecil tidak bisa terhapus dengan sekedar melakukan amalan wajib.
Ibnu Mas’ud mengatakan, “Shalat lima waktu menghapuskan setiap dosa di antara waktu-waktu tersebut selama seseorang menjauhi dosa besar.”
Salman mengatakan, “Jagalah shalat lima waktu karena shalat lima waktu adalah pelebur dosa yang diperbuat tubuh ini selama seseorang tidak melakukan dosa pembunuhan.”
Adapun dosa besar bisa terhapus dengan taubat nashuhah. Yang namanya taubat adalah dengan menyesali setiap dosa, bertekad untuk tidak mengulanginya lagi, tidak terus menerus dalam dosa.
Semoga Allah mengampuni setiap dosa kita dan memberi taufik untuk menjadi lebih baik dengan bertaubat pada-Nya.
Masih ada amalan lainnya sebagai pelebur dosa, mudah-mudahan dapat kami sajikan dalam tulisan lainnya. Semoga sajian yang singkat ini bermanfaat.

TALK LESS DO MORE

Ini sebuah cerita kecil di balik kesuksesan Columbus yang menemukan Benua Amerika. Setelah penemuan yang fenomenal itu, Columbus menjadi sangat terkenal dan diagung-agungkan oleh Raja dan seluruh rakyat. Columbus pun diangkat menjadi bangsaan kehormatan kerajaan. Kepopuleran Columbus itu membuat beberapa orang menjadi iri kepadanya.

Pada suatu hari, Columbus mengadakan perjamuan makan. Dalam perjamuan makan itu. Dia menceritakan semua kisah yang dihadapi dalam pencarian Benua baru tersebut. Semua tamu undangan terpukau dan mengakui kehebatan Sang Penemu Benua Baru tersebut, namun beberapa orang yang iri dengan sinis berkata," "Apa hebatnya dia ?? Dia cuma berlayar dan kebetulan saja menemukan benua baru. Siapa saja juga bisa melakukan itu". Mendengar hal tersebut, Columbus kemudian menantang para orang yang iri tersebut. "Marilah kita bertanding untuk membuktikan siapa yang lebih baik. Barangsiapa yang bisa membuat telur-telur rebus itu berdiri di atas meja makan ini, maka ialah orang yang terbaik dan semua gelar-kekayaanku akan kuserahkan padanya"

Orang-orang yang iri tersebut menerima tantangan Columbus.

Kemudian mereka mulai berusaha untuk membuat telur-telur rebus itu berdiri di atas meja makan. Namun karena telur adalah benda yang ellips/hampir bundar, maka cukup mustahil untuk bisa berdiri di atas meja. Setiap dicoba didirikan, telur-telur itu langsung saja menggelinding jatuh. Akhirnya mereka pun menyerah.

Kini tiba giliran Columbus. Columbus memegang telur rebus itu di atas meja
dengan posisi berdiri sambil dipegangi, kemudian dengan tangan yang satunya Columbus menekan ujung atas telur rebus itu ke meja sehingga ujung bawah telur menjadi remuk dan memipih (tidak lonjong lagi) sehingga telur tersebut bisa berdiri tegak di atas meja. Melihat hal tersebut, orang-orang yang iri dengan sinis berkata "Ah... kalo caranya seperti itu, kami juga bisa membuat telur rebus itu berdiri" Dengan bijak dan sambil tersenyum, Columbus berkata "KALO BEGITU, MENGAPA KAMU TIDAK MELAKUKANNYA ?

"Keberhasilan Bukan terletak pada kita bisa atau tidak, tapi terletak Pada kita sudah melakukan seesuatu atau tidak, jangan cuman mengeluh, mengejek tindakan orang ataupun mencemooh, sedangkan kita sendiri tidak melakukan apapun. Karena itu lakukanlah sesuatu yang berguna, TALK LESS DO MORE!"

Mana Mungkin Aku Setia… (B.J. Habibie for Ainun Habibie)


Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan
bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada.
“Aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.”
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta,
sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
Selamat jalan, calon bidadari surgaku ….

Kamis, 04 Agustus 2011

Imbas Penerapan Syarat Liga Profesional: Banyak Klub Indonesia Terancam Bubar

Klub-klub Liga Super Indonesia (LSI) yang belum memenuhi syarat sebagai klub profesional terancam bubar. Hal ini sebagai akibat PSSI menerapkan sejumlah kebijakan ketat berupa deposito partisipasi senilai Rp 5 miliar.

Mayoritas klub sebetulnya tidak keberatan menyerahkan deposito sebesar Rp5 miliar. Namun, klub-klub LSI itu masih kebingungan dengan anggaran selanjutnya saat berkiprah di LSI, seperti belanja dan gaji pemain serta akomodasi selama satu musim kompetisi.

"Pada saat workshop PSSI-AFC itu, mayoritas klub berteriak karena masih kebingungan dengan anggaran yang harus didapat untuk membiayai tim selama satu musim kompetisi. Ini yang jadi masalah, karena tahun 2012 akan diberlakukan aturan Permendagri terkait larangan penggunaan dana hibah APBD kepada klub profesional," kata Umuh ditemui wartawan di kediamannya.

Umuh pun mengatakan, pada acara workshop PSSI itu, mayoritas peserta yang terdiri dari klub-klub LSI dan Divisi utama dibuat kaget dengan peraturan yang dibacakan perwakilan AFC soal klub profesional yang boleh berlaga pada kompetisi yang diakui FIFA dan AFC itu.

klub-klub yang secara administrasi dinyatakan sebagai klub profesional harus memenuhi 5 aspek profesional sebuah klub, yakni Legal, Keuangan, Infrastruktur, SDM, dan sporting.

"Sebetulnya AFC sudah menerapkan aturan tersebut sejak 4 tahun lalu, hanya saja pengurus PSSI lama di-nina bobokan sehingga wajar jika saat ini mereka menekankan dan mempertegas agar klub LSI secara administrasi harus memenuhi 5 aspek itu. Kalau tidak, maka klub itu dinyatakan gugur dan tidak boleh berlaga di LSI," beber Umuh.

Persib, lanjut Umuh, memang sudah hampir memenuhi sebagian dari kriteria klub profesional. Namun, bagaimana dengan nasib tim lainnya? Sebab, sesuai aturan AFC, LSI boleh berjalan jika diikuti paling sedikit 10 klub yang dianggap sudah profesional.

"Saat ini saja hampir 80% klub LSI masih menggunakan anggaran murni APBD. Dalam workshop kemarin AFC mengatakan sangat mudah mendapatkan sponsor, seperti di Bandung banyak perusahaan BUMN. Tapi pada kenyataannya, walau Persib sudah tidak mengunakan dana APBD, namun masih tetap kesulitan dan babak belur. Karena perhitungannya kan bisnis, jadi penyandang dana juga pasti tidak mau rugi. Kecuali kita dapat pengusaha yang memang punya hati dan hobi sepak bola, pasti tidak akan perhitungan," papar Umuh.

Umuh membebekan salah satu faktor PSSI belum menentukan format kompetisi yang akan diterapkan pada LSI 2011/2012. Yakni masih terkendala dengan urusan finansial yang menjadi salah satu syarat utama klub berlaga di Liga Super.

"Hingga berakhirnya acara workshop, persoalan itu belum ditemukan solusinya. Maka PSSI akan kembali mengumpulkan klub-klub untuk membahas persoalan tersebut. Hanya saja kita belum diberitahu kapan agenda itu akan kembali digelar. Itu alasan kita belum mau melakukan persiapan, karena semuanya memang masih belum jelas," pungkanya.

PSSI memang menyorot dua aspek yang kerap menjadi kendala utama sebuah klub. Yaitu, aspek legal dan keuangan. Untuk aspek legal, PSSI mewajibkan seluruh klub sepak bola profesional memiliki badan hukum yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau koperasi serta yayasan.

Sedangkan untuk aspek keuangan, PSSI menerapkan sejumlah kebijakan ketat, berupa deposito partisipasi senilai Rp5 miliar bagi klub yang akan berlaga di LSI. Selain itu, klub pun harus memiliki budgeting cap sebesar Rp15 miliar.

Seluruh klub LSI dan Divisi Utama diberi waktu oleh PSSI hingga 22 Agustus 2011 untuk memenuhi seluruh persyaratan tersebut. Selanjutnya, pada tanggal 23 Agustus, PSSI mulai memverifikasi seluruh dokumen yang telah diserahkan oleh klub. Sebab pada 14 Oktober nanti LSI harus sudah bergulir

nikmat sehat itu sebenarnya lebih baik dari nikmat kaya.

Perlu diketahui bahwa nikmat sehat itu sebenarnya lebih baik dari nikmat kaya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لاَ بَأْسَ بِالْغِنَى لِمَنِ اتَّقَى وَالصِّحَّةُ لِمَنِ اتَّقَى خَيْرٌ مِنَ الْغِنَى وَطِيبُ النَّفْسِ مِنَ النِّعَمِ “Tidak men...gapa seseorang itu kaya asalkan bertakwa. Sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan hati yang bahagia adalah bagian dari nikmat.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad ) Orang kaya namun tidak bertakwa maka akan binasa karena ia akan mengumpulkan harta yang bukan haknya dan akan menghalangi yang bukan haknya serta meletakkan harta tersebut bukan pada tempatnya. Jika orang kaya itu bertakwa maka tidak ada kekhawatiran seperti tadi, bahkan yang datang adalah kebaikan. Orang yang kaya namun tidak bertakwa akan memanfaatkan harta semaunya saja, tidak bisa memilih manakah jalan kebaikan untuk penyaluran harta tersebut. Akhirnya harta tersebut dihamburkan foya-foya. Hadits di atas juga menunjukkan bahwa tidak mengapa seorang muslim itu kaya asalkan bertakwa, tahu manakah yang halal dan haram, ia mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram. Terdapat hadits dari Jabir bin ‘Abdillah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِىَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ "Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram." (HR. Ibnu Majah )

Cara Melihat Orang Yang Sedang Berbohong

Gerakan tubuh orang yang sedang berbohong menurut para ahli mengiyaratkan ketidaknyamanan dibandingkan orang yang menceritakan sebenarnya. Ada beberapa indikasi yang bisa memberi petunjuk apakah seseorang berbohong atau tidak.

Ucapan

Studi menunjukkan orang yang berbohong mengubah cara mereka berbicara dan pilihan kata-kata mereka. Para pembohong biasanya menggunakan kata-kata yang sulit dimengerti.

Mereka jarang menggunakan kata ganti orang pertama dan lebih banyak menggunakan kata ganti orang ketiga. Sebuah studi pada 2003 oleh peneliti di Universitas Texas menyimpulkan selain mengurangi kalimat orang pertama (Saya, Aku), mereka juga menggunakan kata-kata yang berefek negatif.

Para pembohong juga biasanya lebih lama merespon pertanyaan dari lawan bicara agar memberikan jeda untuk memikirkan jawaban yang masuk akal bagi kebohongannya.

Intonasi


Seorang yang sering berbohong biasanya akan meninggikan suara saat sedang menceritakan kebohongan. Bisa juga mendeteksi apakah seseorang berbohong melalui bahasa tubuh walaupun tidak semuanya benar. Biasanya, orang yang berbohong akan melindungi tubuhnya karena tidak ingin orang lain mengetahui hal yang ada dalam pikirannya.

1. Posisi tubuh dapat menjadi bukti yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong, karena disadari ataupun tidak disadari ada hubungan yang kuat antara pikiran dan ekspresi.

2. Nafas yang tiba-tiba. Dalam setiap kebohongan, detak jantung akan meningkat dan nafas akan menjadi dangkal/cepat. Biasanya pembohong akan mengambil nafas dalam-dalam untuk menenangkan perasaannya. Cara ini juga yang diterapkan oleh mesin pendeteksi kebohongan, yaitu dengan mengukur detak jantung orang yang sedang diinterogasi/diwawancara.

3. Kegelisahan di bagian-bagian tubuh. Hal ini dapat terlihat dengan berbagai cara, tergantung dari orangnya. Gerakan yang gugup akan menarik perhatian kita terutama dapat kita rasakan ketika kita berbicara dengan seseorang yang kita kenal dan orang tersebut melakukan gerakan yang tidak seperti biasanya. Berikut adalah contoh kegelisahan di bagian-bagian tubuh :

  •  Gerakan tubuh yang maju-mundur, apakah dalam posisi duduk maupun berdiri.
  •  Posisi yang tiba-tiba berubah. Sebagai contoh, lawan bicara kita sedang menyilangkan salah satu kakinya diatas kaki yang lain, dan ketika mulai menjawab pertanyaan kita, dia merubah posisi kakinya. Orang yang berbohong, sekalipun dia seorang profesional, akan merasakan ketidaknyamanan ketika dia berbohong. Tubuh akan selalu menyesuaikan perasaan kita tanpa kita sadari, jadi posisi yang tiba-tiba berubah ini adalah sinyal yang baik yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong.
  • Gerakan-gerakan yang tidak disadari dari tangan dan kaki. Sebagai contoh: menggoyangkan kaki, menggoyangkan tangan diatas meja, kedua tangan direkatkan kuat-kuat, kedua paha saling menekan bersama-sama. Jika lawan bicara kita sedang dalam posisi duduk dan kemudian ia merubah arah telapak kaki ke arah yang lain, itu juga merupakan tanda bahwa orang tersebut sedang berbohong.
  •  Senyuman yang palsu. Senyuman identik dengan keakraban dan kepercayaan, dan para pembohong seringkali menyalahgunakannya. Jadi bagaimana membedakan senyuman pembohong? Para pembohong biasanya akan tersenyum cukup sering dan tiba-tiba, yang sebetulnya tidak pada tempatnya dia harus tersenyum.
  • Terlalu banyak aksi-aksi ’sok akrab’, seperti : menepuk punggung anda, menyentuh anda ataupun mendekatkan posisinya pada anda. Lawan bicara anda akan merasa kikuk ketika berbohong sehingga mereka akan menyembunyikan kekikukannya dengan melakukan tindakan-tindakan tersebut. Akan sangat sulit memutuskan bahwa seseorang sedang berbohong jika dia melakukan tindakan-tindakan yang bersahabat seperti itu. Ini adalah respon manusia yang alamiah. Tetapi tetap perlu diingat, bahwa jika anda merasa bahwa keakraban dari lawan bicara anda sudah berlebihan, berhati-hatilah.

Sumber lain :

1. Menyentuh wajah

Hal yang paling umum saat seseorang berbohong adalah dengan menyentuh wajah mereka. Terutama dua bagian yaitu mata dan hidung.

Saat seseorang berbicara dengan menggosok-gosok matanya. Percayalah dia ingin menghindari kontak mata dengan anda. Dan 100% yakinlah bahwa dia sedang berbohong. Kecuali jika memang ruangan penuh debu, bisa jadi mata orang itu memang kemasukan debu.

2. Perubahan suara dan Menjawab terlalu berhati-hati

Ciri-ciri pembohong bisa di dengar dari nada bicaranya, jika sedang meninggi, artinya sebuah dusta sedang diceritakan.Selain itu lihat juga suaranya yang tegang dan jeda antar kalimat berlangsung lama. Itu sudah pasti deh pembohong

Hal-hal diatas selain karena tegang mereka juga mengulur-ngulur waktu untuk menyusun jawaban yang rasional. Sehigga selalu menjawab pertanyaan dengan berhati-hati.

3. menggaruk-garuk

Cara paling gampang mendeteksi kebohongan adalah melalui gerakan tangan. Kebanyakan pembohong tidak banyak menggerakkan tangan saat mereka melakukan aksinya. Tapi ada satu yang sering mereka lakukan yaitu menggaruk. Biasanya lima kali saling susul mereka menggaru-garuk tubuhnya.

4. Gerakan kaki

PERHATIKANLAH! saat seseorang yang sedang berdiri, lihatlah saat kaki mereka muali mengetuk ke tanah. Sudah pasti mereka sedang menjadi pembohong

Dan Juga…

Saat Pembohong sedang duduk, Maka kemungkinan besar dia akan mengayun-ayunkan kaki mereka.

5. Senyum Terpaksa.

Andaikata teman anda menyeringai maka itu adalah senyum palsu dan menunjukkan sebuah kebohongan. Karena senyum yang sebenarnya saat sebuah senyum merebak ke seluruh wajah dan mengeriputkan mata.

Biasanya hal-hal diatas digunakan oleh pengetes wawancara kerja apakah pelamar pekerjaan sedang berbohong ataukah sedang jujur. Atau anda dapat menggunakannya untuk membongkar cara menipu paranormal gadungan.

Misteri Raja Firaun

Menurut studi yang dilakukan oleh Sejarawan Alan Gardiner, setelah kematian Thutmose I dan masa persinggahannya selama 40 tahun di Madyan / Midian, Musa memutuskan untuk kembali ke tanah Mesir tempat beliau dibesarkan. Allah menugaskan Musa untuk menyampaikan ajaran agama yang hakiki kepada Fir'aun. Pada saat itu, Mesir dipimpin oleh Raja Thutmose II yang memperistri Ratu Hatshepsut.

Thutmose II, menurut sejarah bukanlah sosok Fir'aun yang hebat, sebaliknya istrinya Hatshepsut yang banyak berperan penting bagi kemajuan kerajaan. Walaupun bukan merupakan sosok pemimpin yang dikatakan berpengaruh, Gardiner tetap meyakini Thutmose II merupakan kandidat terkuat fir'aun yang melakukan pengejaran terhadap Musa beserta kaum Bani Israel. Hal itu dikarenakan banyaknya kecocokan dengan studi sejarah yang ia lakukan.

Garnier juga menambahkan bahwa di pusara tempat berdiamnya mummi Thutmose II, hampir tidak ditemukan ornamen-ornamen dan benda-benda berharga "semewah" pusara raja-raja Mesir kuno yang lainnya. Ada kesan bahwa raja ini tidak begitu disukai dan dihormati oleh rakyatnya, sehingga mereka tak peduli dengan kematian sang Raja. Selain itu, kematiannya yang mendadak juga menjadi salah satu alasannya.

Penelitian terhadap Mummi Thutmose II yang ditemukan di situs Deir el-Bahri pada tahun 1881 mengungkapkan bahwa terdapat banyak bekas cidera di tubuhnya, dan Mummi-nya ditemukan tidak dalam kondisi yang bagus. Hal ini mungkin menandakan Thutmose II mati secara tidak wajar. Apakah cidera di tubuhnya itu akibat hempasan kekuatan gelombang Laut Merah yang secara tiba-tiba tertutup kembali? Wallahu 'alam Bishawab (Hanya Allah Yang Maha Tahu: red)

Al-Quran sendiri mengisahkan detik-detik terakhir kehidupan Sang Fir'aun :
Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah ia ;" Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". ( QS Yunus 90).

Dari ayat diatas kita dapat mengetahui bahwa Fir'aun mencoba memohon kepada Allah agar ia diselamatkan ketika air mengenggelamkan raganya. Namun sangatlah jelas bahwasannya tindakan Fir'aun hanyalah suatu kebohongan semata sebagai alasan untuk menyelamatkan dirinya sendiri dari maut. (Baca : Bukti Malaikat Menyumpal Mulut Firaun Sesaat Sebelum Ditenggelamkan)

Setelah sang Fir'aun tewas pada periode pemerintahannya yang tergolong singkat, besar kemungkinan jalannya roda pemerintahan diambil alih sementara oleh sang Ratu yang tak lain ialah Hatshepsut sebelum akhirnya Thutmose III naik tahta.

Jika benar Thutmose II merupakan Fir'aun yang dimaksud, ada suatu kemungkinan kronologi sejarahnya menjadi demikian :

Pertama, Musa dibesarkan dilingkungan kerajaan Mesir saat Thutmose I berkuasa, dan istri Thutmose I yang menemukan bayi Musa saat hanyut di Sungai Nil.

Kedua, selang puluhan tahun setelah Musa melarikan diri dari tanah Mesir karena ancaman hukuman mati akibat peristiwa terbunuhnya seorang prajurit kerajaan olehnya, ia kembali untuk menyampaikan ajaran Allah kepada Fir'aun. Namun pada saat itu mungkin Thutmose I telah meninggal dan digantikan putranya Thutmose II.

Mummi Thutmose II
Mengapa Thutmose II Diyakini Sebagai Firaun Yang Tenggelam di Laut Merah Sedangkan Mummi-nya Sendiri Berhasil Ditemukan?

Pertanyaan diatas memang kerap ditanyakan. Mereka yang bertanya kebanyakan beranggapan bahwa Jasad Fir'aun tidak mungkin berhasil ditemukan apalagi dalam bentuk Mummi, sebab telah tenggelam di Laut Merah bersama bala tentaranya.

Kiat Menjadi Orang Ganteng

Istilah ganteng dalam arti luas (tidak hanya menyangkut fisik) memiliki definisi sebagai berikut : suatu kondisi yang dialami pria dimana ia memiliki wajah, tubuh, suara dan perilaku (attitude) yang menarik/memikat orang lain terlebih lagi bagi wanita. Ganteng bisa merupakan suatu gift atau anugerah dari Tuhan (disebut ganteng alami), namun bisa juga dimunculkan oleh pria itu sendiri (disebut ganteng rekayasa). Tehnik memunculkan ganteng rekayasa bisa melalui operasi plastik di tubuh sampai memakai kekuatan gaib misalnya susuk. Efek yang ditimbulkan oleh akibat kegantengan tersebut biasanya cukup menyenangkan : dicintai banyak wanita, mudah bergaul,  mudah mendapat pekerjaan (jika bosnya wanita), punya kans besar menjadi selebriti. Jika berlanjut, bisa ngorbit menjadi kepala daerah (ikut pilkada).

Berikut adalah kiat-kiat penting agar anda bisa menjadi orang ganteng yang sukses :

1. Bersyukur.
Ini adalah aturan no.1 yang harus dijalankan. Cara paling jitu memunculkan inner-handsome (kegantengan alami) yakni dengan cara banyak bersyukur kepada Tuhan. Meski memiliki wajah ndeso tapi jika banyak bersyukur, nasib anda bisa seperti Tukul Arwana yang kaya raya dan banyak dikelilingi wanita cantik. Dengan banyak bersyukur, wajah dan aura kita akan terpancarkan secara maksimal. Nantinya berbagai keberuntungan/kemudahan hidup akan secara otomatis menghampiri kita.
Ciri orang bersyukur adalah tidak banyak mengeluh. Memang tidak mudah, apalagi kondisi Indonesia lagi sulit seperti sekarang ini. Boro-boro beli pakaian mahal atau parfum mewah, beli sembako aja banyak saudara kita yang mengalami kesulitan. Banyak dari mereka yang masih jomblo karena menganggur sehingga sulit mendapatkan wanita idaman. Maklum saja, wanita mana sih yang mau calon suaminya jadi pengangguran? kecuali kalo orangtuanya kaya raya. Nah bagi yang menganggur silahkan baca artikel tentang Tenaga Kerja Internet. Siapa tau bisa jadi solusi. Tapi jangan lupa, kalo udah jadi orang kaya, bersedekahlah agar rejeki makin lancar dan terhindar dari musibah.

2. Pakaian.
Agar makin ganteng, gunakan pakaian yang serasi dan rapi. Inga! Inga! pakaian tidak mesti mahal. Gunakan pakaian sesuai bentuk tubuh anda dan warna kulit anda. Browsing saja di internet untuk mencari tau jenis pakaian yang tepat untuk fisik anda. Atau kalo anda kenal, silahkan konsultasi ke madam Ivan Gunawan hihihi.

3. Kesehatan Tubuh
Tubuh harus fit bin energik termasuk wajah pun harus dirawat.  Caranya harus sering olahraga dan cuci muka sehabis dari perjalanan yang penuh polusi. Banyak pemuda di kampung saya yang jomblo dan nganggur kerjaannya cuma nongkrong di pos hansip dan ngerokok. Mestinya mereka harus rajin berolahraga agar jiwa pemalas bisa berkurang. Kualitas kegantengan akan terdongkrak drastis jika anda rajin berolahraga karena olahraga akan membuat kita fit, energik, percaya diri dan wajah nampak lebih ceria.

4. Be a Real Man
Cara berbicara dan bersikap akan menentukan kualitas anda sebagai pria. Wajah ganteng, body six pack tapi bicara dan sikapnya seperti wanita tentu akan membuat orang lain yang melihat anda geleng-geleng kepala. Jadilah pria sejati! bicaralah dengan intonasi dan body language yang menunjukan kalau anda laki-laki 100%.

5. Bersosialisasi
Ganteng tapi gak banyak teman tentu sangat disayangkan karena berarti menyia-nyiakan aset yang diberikan Tuhan. Makin banyak anda berteman/bergaul maka makin banyak orang yang akan mengenal anda. Dengan bersosialisasi (silaturahmi) anda akan mendapat banyak rejeki dan umur panjang sesuai yang dikatakan di hadist Nabi. Siapa tau pada saat gaul, ketemu produser/sutradara yang melihat kegantengan anda kemudian ngajak main film/iklan. Yang namanya rejeki itu seringkali datang diluar perhitungan kita alias tidak disangka-sangka. Betul?

Strategi Menambah Rejeki

Tuhan Maha Adil. Tuhan Maha Bijaksana. Dan Tuhan Maha Kaya. Namun, kita sering menggunakan kepercayaan itu sebatas di otak. Kita belum menggunakan kepercayaan itu sebagai modal untuk membuktikan ke-ADIL-an, ke-BIJAKSANA-an, dan ke-KAYA-an-Nya itu. Maka, kita pun menjadi makhluk kerdil. Sulit berkembang karena kita membonsaikan diri di tengah menjulangnya hutan kemakmuran. Sebuah ungkapan yang sering kugunakan untuk membangkitkan semangat bekerja.

Tuhan telah menganugerahkan banyak hal kepada manusia, tanpa mempertimbangkan aspek agama, ras, suku, bangsa, status social, dan bahkan fisik. Tuhan ingin menunjukkan keadilan-Nya seraya memberikan semua milik-Nya kepada yang dikehendaki-Nya. Dan itu terbukti dan dapat dibuktikan sehari-hari. Kita mempunyai waktu yang sama= 24 jam. Kita mempunyai volume otak yang sama= 2 liter. Kita mempunyai tataran pendidikan yang bahkan lebih tinggi daripada yang lain. Namun, mengapa kita mendapatkan rezeki lebih sedikit daripadanya? Ini adalah kesalahan kita.

Berdasarkan analisis sederhana dan dari pengalaman pribadi, aku menawarkan lima strategi untuk menambah pundi-pundi rezeki. Kelima strategi itu adalah tekun beribadah, konsisten bekerja, rajin bersilaturahmi, gemar berbagi, dan sering mempromosikan diri. Mari kita kupas kelimanya.

Strategi 1: Tekun Beribadah
Kita adalah makhluk, bukan khalik (pencipta). Jadi, kita harus memposisikan diri sebagai makhluk. Maka, kita harus menyadari bahwa kita ada karena ada yang mengadakan. Dan itu adalah Tuhan. Ibarat anak minta uang kepada orang tuanya, tentu sikap itu perlu ditiru. Anak yang baik pasti menurut perintah orang tua. Ia jarang, bahkan tak pernah, membantah perintah. Ia terus mendekati orang tuanya sembari berharap bahwa permintaannya akan dikabulkan. Dan orang tua tidak akan menutup mata. Tanpa diminta, orang tua akan berlega hati dengan sikap anaknya. Tanpa diminta pula, pasti orang tua akan memberinya. Bahkan, pemberian itu sering berlebih dari permintaannya.
Sedemikian halnya kita kepada Tuhan. Kalau kita memang percaya kepada Tuhan, wujudkan kepercayaan itu seraya rajin menemuinya. Sampaikanlah beragam permntaan itu kepada-Nya. Suatu ketika, pasti permintaan itu akan dikabulkan. Percayalah itu, karena Tuhan Maha Mendengar setiap permintaan.

Strategi 2: Konsisten Bekerja
Banyak orang mencari pekerjaan. Namun, Anda telah bekerja. Artinya, Anda sudah berada satu tingkat lebih baik daripadanya. Dan itu perlu disyukuri. Bagaimanakan cara mudah mensyukurinya? Tentu saja menjaga konsistensi ketika bekerja.
Bekerjalah dengan sungguh-sungguh. Lakukanlah pekerjaan itu dengan penuh tanggung jawab. Hendaknya kita bekerja karena pangilan hati dan tidak disebabkan rasa takut kepada pimpinan. Selama ini, kita sering beranggapan dan berpikir bahwa kita bekerja karena atasan. Atasan bukanlah pemberi rezeki. Jika kita bekerja dengan sungguh-sungguh, tentu tidak akan ada alasan untuk menindak kita. Maka, jagalah konstensi dalam bekerja. Ada atau tidak ada pimpinan, bekerjalah dengan senang dan sepenuh hati.

Strategi 3: Rajin Bersilaturahim
Banyak teman, banyak kesempatan. Itu harus menjadi pola piker kita. Ketersediaan sarana seperti internet harus digunakan untuk menambah kawan. Dan jangan pernah itu digunakan untuk menambah lawan. Haramkan lawan atau musuh. Satu lawan kebanyakan, seribu kawan kurang. Begitulah jika kita memang mempercayai khasiat silaturahim
Tentu kita bersepakat bahwa kompasiana adalah sebuah media yang sarat manfaat. Kita harus menggunakan media ini sebagai sarana menyambung silaturahmi. Mari kita jadikan media ini sebagai ajang kreasi dan silaturahmi untuk memancing rezeki. Kita haru berkeyakinan bahwa rezeki itu akan datang sendiri jika kita mampu menjaga silaturahim. Percayalah itu!

Strategi 4: Gemar Berbagi
Kalau Anda memancing, tentu Anda akan kehilangan umpan. Namun, besaran umpan dan ikan, tentu tidak sebanding. Umpan itu kecil dan ikan yang memakan itu jauh lebih besar. Jadi, rajinlah mengeluarkan umpan agar mendapat ikan yang besar-besar dan banyak. Dan itu adalah hikmah berbagi.
Bagaimana mungkin kita akan mendapat banyak rezeki sementara kita pelit dan kikir berbagi. Kita begitu enggan mengeluarkan isi kantong sekadar mengisi kotak amal atau memberi ke fakir miskin. Tentu saja kita akan semakin menjauh dari rezeki yang berlimpah itu. Kita suka menyebut diri sebagai orang kaya. Namun, sesungguhnya kita itu miskin karena masih lebih suka menerima daripada memberi.

Strategi 5: Mempromosikan Diri
Inilah strategi kelima: aktif mempromosikan potensi diri.
Setiap manusia sudah diberi keistimewaan oleh Tuhan. Artinya, keistimewaan itu berbeda dengan manusia lainnya. Karena manusia saling membutuhkan, tentu manusia akan mencari sarana agar kebutuhannya terpenuhi. Maka, manusia pun mencari informasi. Dengan mesin goegle, mereka memanfaatkan sarana itu. Dan itu terbukti. Jadi, aktifkanlah potensi Anda itu. Promosikan semua kelebihan Anda agar mudah dideteksi banyak orang. Ketika mereka membutuhkan potensi Anda itu, tunggulah keajaiban rezeki!

8 Alasan Mengapa Manusia Perlu Dipijat

Bagi kebanyakan orang Indonesia, pijat sudah jadi kebutuhan saat badan terasa lelah atau sakit. Tapi memang ada alasan kenapa orang perlu dipijat. Jadi pijat bukan hanya sekedar hobi atau kebiasaan saja.

Mendapatkan pemijatan yang tepat dan dilakukan oleh orang yang memang benar-benar tahu cara memijat akan memberikan banyak manfaat, terutama untuk relaksasi santai dan menghilangkan stres.

Pijat ada yang dilakukan dengan cara tradisional, moderen atau campuran keduanya, serta ada juga yang mengembangkan pemijatan untuk terapeutik.

ada beberapa hal yang membuat setiap orang perlu dipijat, yaitu:

1. Pijat secara signifikan dapat mempengaruhi sistem saraf perifer, meningkatkan rangsangan dan konduksi impuls saraf, melemahkan dan menghentikan rasa sakit dengan mempercepat proses regenerasi (pemulihan) saraf yang cedera, serta mencegah gangguan pembuluh darah dalam hal komunikasi dan suplai.

2. Pijat mempengaruhi jaringan tubuh untuk memperluas kapiler dan kapiler cadangan. Hal ini akan meningkatkan aliran darah ke jaringan dan organ, meingkatkan proses reduksi oksidasi, memfasilitasi jantung dan berkontribusi terhadap redistribusi darah dalam tubuh. Serta memberikan sedikit peningkatan jumlah trombosit, leukosit, eritrosit dan hemoglobin tanpa mengganggu keseimbangan asam-basa.

3. Pijat mempercepat aliran getah bening yang meningkatkan gizi jaringan, mengurangi stasis pada sendi serta organ dan jaringan lain.

4. Pijat memiliki efek fisiologis yang beragam terhadap kulit dan fungsinya, seperti membersihkan saluran keringat, kelenjar sebaceous, meningkatkan fungsi sekresi, ekskresi dan pernapasan kulit. Setelah dipijat kulit akan menjadi lebih kenyal seta meningkatkan pengaruhnya terhadap suhu (sensitifitasnya menurun terhadap suhu dingin).

5. Pijat bisa membuat otot menjadi fleksibel, meningkatkan fungsi kontraktil yang mempercepat keluarnya metabolit (hasil metabolisme). Hal ini tergantung dari seberapa kuat dan cepat pijat yang dilakukan.

6. Pijat membantu mengeluarkan cairan yang terdapat di dalam otot-otot dan memulihkan keadaan normalnya.

7. Piijat membantu memperbaiki sirkulasi dan menurunkan tekanan darah. Karena sirkulasinya membaik, maka pada gilirannya organ-organ yang ada di dalam tubuh akan berfungsi dan bekerja lebih baik.

8. Pijat bisa membantu mengatasi nyeri otot superfisial dan memperbaiki postur tubuh yang buruk, hal ini karena pijat dapat bekerja memanipulasi otot dan sendi.

Seseorang tidak perlu terlalu banyak mendapatkan pijat. Efek terapi dan santai yang didapatkan dari pijat sangat baik untuk tubuh, karenanya setiap orang perlu mendapatkan pemijatan yang baik.

Tentang CINTA

Jika dalam cintamu,
hatimu lebih sering terluka
daripada digembirakannya,
maka lepaskankah dia
dari genggaman penuh khawatirmu.
...
Jika dia memang cinta sejatimu,
dia akan kembali sebagai belahan jiwa
yang memuliakanmu.

Tapi jika dia tak pernah kembali,
maka memang dari awal
dia tak pernah direncanakan bagimu.

Hapuslah sedihmu, indahkanlah dirimu,
dan harumkanlah ruang tamu di hatimu
bagi cinta yang baru.

Rabu, 03 Agustus 2011

4 September, AC Milan Glorie versus Legenda Indonesia

AC Milan Glorie, yang terdiri dari para pemain legendaris AC Milan akan berkunjung ke Indonesia. Franco Baresi tak sabar untuk segera menghadapi pemain legendaris liga Indonesia.

Milan Glorie bertandang dalam rangka amal, dengan tema Asia Disaster Relief Tour. Selain Indonesia, hanya Jepang yang disambangi Baresi dkk. "Milan menyediakan 100 ribu euro (Rp 1,2 miliar) untuk disumbangkan. Awalnya seluruhnya untuk Jepang, namun kemudian Milan mau membagi dua, 50 ribu untuk Indonesia dan 50 ribu untuk Jepang," terang Iqbal Alan Abdullah, chairman PT Asia Sports Development (ASD).

Sementara itu, kapten legendaris Rossoneri Franco Baresi, yang pernah berkunjung ke Jakarta sebelumnya, merasa terkesan dengan kunjungan pertamanya itu dan tak sabar mengalami atmosfer yang lebih hebat pada laga amal yang digelar Minggu, 4 September 2011.

"AC Milan Glorie sangat senang datang ke Asia, tempat yang indah dengan orang-orang yang menyenangkan yang menyukai Milan. Kami berharap bisa memberikan sedikit kebahagiaan bagi mereka yang baru saja mengalami penderitaan," ungkapnya.

"Saya pernah ke Jakarta tahun kemarin dan saya lihat ada banyak suporter Milan di sana. Jadi, saya harap mereka semua datang ke pertandingan nanti. Saya akan senang sekali menjadi kapten tim ini. Semoga kami bisa menyajikan pertandingan yang menghibur,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan AC Milan Glorie dan mantan penyerang Rossoneri Daniele Massaro membeberkan skuad para legenda yang sudah dipastikan akan datang ke Indonesia.

Skuad Milan: Dida, Massimo Taibi, Franco Baresi, Alessandro Costacurta, Pietro Vierchowood, Roberto Musi, Stefano Nava, Stefano Eranio, Gianluigi Lentini, Diego Fuser, Amedeo Carbone, Bartolazzi, Roberto Lorenzini, Serginho, Maurizio Ganz, Christian Vieri, Jean Pierre Papin, dan Daniele Massaro.

Skuad Indonesia: Ricky Yacobi, Yeyen Tumena, Hendro Kartiko, Rully Nere, Rochy Puttiray, Philippe n’Dioro, Patar Tambunan, Fachry Husaini, Ponaryo Astaman, Jaya Hartono, Hermansyah, Roger Milla, Widodo CP, Aji Santoso, Bima Sakti, Charis Yulianto, Robby Darwis, dan Kurniawan DJ.
positif thinking is the best

Selasa, 02 Agustus 2011

Man Jadda, Wa Jadda


Gelandang jangkar tim nasional, Ahmad Bustomi, menjadi asa baru bagi jutaan masyarakat Indonesia. Penampilan lugas dan pantang menyerah ditunjukkannya tiap mengenakan seragam Garuda di dada.
Laga melawan Turkmenistan di putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2014 menjadi ajang Bustomi unjuk gigi. Penampilan primanya menjadi kunci bagi kelolosan bersejarah Indonesia ke putaran ketiga Pra-Piala Dunia.
Di balik sosok lugasnya di lapangan, Bustomi dikenal sebagai pribadi yang religius. Bulan Ramadhan ini dijadikan momen baginya untuk beribadah sekaligus berjuang bagi bangsa dan  negara. Dia pun siap berjihad di atas lapangan hijau bagi kemenangan merah putih.
''Yang jelas persiapan fisik harus kita jaga benar. Karena, persiapan digelar pada bulan ramadhan,'' katanya. ''Pola makan sahur dan berbuka harus dijaga betul. Begitu juga istirahat. Menjaga fisik menjadi hal yang utama bagi kami dalam masa persiapan ini.''
Pria kelahiran Jombang, Jawa Timur, 13 Juni 1985 ini tidak melihat Ramadhan akan menganggu persiapan timnas. Dia menilai Ramadhan malah memberi motivasi dan semangat baru.
''Dengan persiapan matang dan keseriusan dalam berlatih, kita yakin hasilnya akan maksimal. Man Jadda Wa Jadda (siapa yang bersungguh-sungguh, maka akan berhasil). Insyaallah kita akan melakukan yang terbaik bagi bangsa dan negara,'' katanya.
Bustomi pun tak lupa mengucapkan puasa Ramadhan bagi para suporter Indonesia. ''Selamat menunaikan ibadah puasa. Kami harap momentum Ramadhan ini memberi hasil yang terbaik bagi tim nasional Indonesia. Kami juga memohon doa dari masyarakat bagi perjuangan tim nasional Indonesia di babak kualifikasi Piala Dunia,'' ujarnya.

MUSLIMAH CANTIK, BERMAHKOTA RASA MALU

Muslimah cantik, menjadikan malu sebagai mahkota kemuliaannya…” (SMS dari seorang sahabat)
Membaca SMS di atas, mungkin pada sebagian orang menganggap biasa saja, sekedar sebait kalimat puitis. Namun ketika kita mau untuk merenunginya, sungguh terdapat makna yang begitu dalam. Ketika kita menyadari fitrah kita tercipta sebagai wanita, mahkluk terindah di dunia ini, kemudian Allah mengkaruniakan hidayah pada kita, maka inilah hal yang paling indah dalam hidup wanita. Namun sayang, banyak sebagian dari kita—kaum wanita—yang tidak menyadari betapa berharganya dirinya. Sehingga banyak dari kaum wanita merendahkan dirinya dengan menanggalkan rasa malu, sementara Allah telah menjadikan rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاء
“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain,
الحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَر
“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”(HR. Al Hakim dalam Mustadroknya 1/73. Al Hakim mengatakan sesuai syarat Bukhari Muslim, begitu pula Adz Dzahabi)
Begitu jelas Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam memberikan teladan pada kita, bahwasanya rasa malu adalah identitas akhlaq Islam. Bahkan rasa malu tak terlepas dari iman dan sebaliknya. Terkhusus bagi seorang muslimah, rasa malu adalah mahkota kemuliaan bagi dirinya. Rasa malu yang ada pada dirinya adalah hal yang membuat dirinya terhormat dan dimuliakan.
Namun sayang, di zaman ini rasa malu pada wanita telah pudar, sehingga hakikat penciptaan wanita—yang seharusnya—menjadi perhiasan dunia dengan keshalihahannya, menjadi tak lagi bermakna. Di zaman ini wanita hanya dijadikan objek kesenangan nafsu. Hal seperti ini karena perilaku wanita itu sendiri yang seringkali berbangga diri dengan mengatasnamakan emansipasi, mereka meninggalkan rasa malu untuk bersaing dengan kaum pria.
Allah telah menetapkan fitrah wanita dan pria dengan perbedaan yang sangat signifikan. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam akal dan tingkah laku. Bahkan dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 228 yang artinya; ‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang sepatutnya’, Allah telah menetapkan hak bagi wanita sebagaimana mestinya. Tidak sekedar kewajiban yang dibebankan, namun hak wanita pun Allah sangat memperhatikan dengan menyesuaikan fitrah wanita itu sendiri. Sehingga ketika para wanita menyadari fitrahnya, maka dia akan paham bahwasanya rasa malu pun itu menjadi hak baginya. Setiap wanita, terlebih seorang muslimah, berhak menyandang rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.
Sayangnya, hanya sedikit wanita yang menyadari hal ini…
Di zaman ini justeru banyak wanita yang memilih mendapatkan mahkota ‘kehormatan’ dari ajang kontes-kontes yang mengekspos kecantikan para wanita. Tidak hanya sebatas kecantikan wajah, tapi juga kecantikan tubuh diobral demi sebuah mahkota ‘kehormatan’ yang terbuat dari emas permata. Para wanita berlomba-lomba mengikuti audisi putri-putri kecantikan, dari tingkat lokal sampai tingkat internasional. Hanya demi sebuah mahkota dari emas permata dan gelar ‘Miss Universe’ atau sejenisnya, mereka rela menelanjangi dirinya sekaligus menanggalkan rasa malu sebagai sebaik-baik mahkota di dirinya. Naudzubillah min dzaliik…
Apakah mereka tidak menyadari, kelak di hari tuanya ketika kecantikan fisik sudah memudar, atau bahkan ketika jasad telah menyatu dengan tanah, apakah yang bisa dibanggakan dari kecantikan itu? Ketika telah berada di alam kubur dan bertemu dengan malaikat yang akan bertanya tentang amal ibadah kita selama di dunia dengan penuh rasa malu karena telah menanggalkan mahkota kemuliaan yang hakiki semasa di dunia.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128) Di antara makna wanita yang berpakaian tetapi telanjang adalah wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17/191)
Dalam sebuah kisah, ‘Aisyah radhiyyallahu ‘anha pernah didatangi wanita-wanita dari Bani Tamim dengan pakaian tipis, kemudian beliau berkata,
إن كنتن مؤمنات فليس هذا بلباس المؤمنات وإن كنتن غير مؤمنات فتمتعينه
“Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.” (disebutkan dalam Ghoyatul Marom (198). Syaikh Al Albani mengatakan, “Aku belum meneliti ulang sanadnya”)
Betapa pun Allah ketika menetapkan hijab yang sempurna bagi kaum wanita, itu adalah sebuah penjagaan tersendiri dari Allah kepada kita—kaum wanita—terhadap mahkota yang ada pada diri kita. Namun kenapa ketika Allah sendiri telah memberikan perlindungan kepada kita, justeru kita sendiri yang berlepas diri dari penjagaan itu sehingga mahkota kemuliaan kita pun hilang di telan zaman?
فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman: 13)
Wahai, muslimah…
Peliharalah rasa malu itu pada diri kita, sebagai sebaik-baik perhiasan kita sebagai wanita yang mulia dan dimuliakan. Sungguh, rasa malu itu lebih berharga jika kau bandingkan dengan mahkota yang terbuat dari emas permata, namun untuk mendapatkan (mahkota emas permata itu), kau harus menelanjangi dirimu di depan public.
Wahai saudariku muslimah…
Kembalilah ke jalan Rabb-mu dengan sepenuh kemuliaan, dengan rasa malu dikarenakan keimananmu pada Rabb-mu…

25 PERTANYAAN DARI ISTRI SHOLEHAH BUAT CALON SUAMI

Jangan hanya bertanya tentang penghasilan, hobby atau dimana akan membangun rumah. Tanyakanlah hal2 yg jauh lebih penting kepada calon suami- misalnya, sedalam apa cintanya kepada Allah…
Dia ingin berkenalan lebih jauh dengan anda. Tujuannya untuk menjajaki apakah hubungan suami isteri ygsuci dan dahsyat itu bisa dibangun bersama anda. Anda berdua sudah saling bertukar curriculum vitae, kawan-kawan dan kerabat sudah saling bertukar informasi kepada anda dan dia. Dia ingin bertemu dan mengajukan beberapa pertanyaan. Sebaliknya, dia juga siap membuka dirinya untuk ditanya-tanya oleh anda.
Berwudhu’-lah dulu, laksanakan shalat sunnat dua rakaat, mintalah Allah merengkuh anda dan mengendalikan lisan serta gerak-gerik anda. Ucapkanlah ta’awudz, dan bismillah dg jelas di hadapannya, lalu ajukan pertanyaan2 dibawah ini sambil menggantungkan diri anda hanya kepada Allah yg telah menciptakan anda dan dia.
1. Bagaimana anda pertama kali mengenal Allah? Tolong ceritakan sedetil mungkin.
 2. Kapan pertama kali anda bertaubat yg sungguh sungguh? Kalau boleh tahu, kesalahan apakah yang anda mintakan ampun kpada Allah waktu itu? Pernahkah anda mengulangi kesalahan itu? Apa yg akan mungkin membuat anda terjerumus lagi pada kesalahan itu di masa mendatang? (jika dia menganggap itu aib yang anda tak perlu tahu, jangan sekali-kali anda mendesaknya untuk menjawab. Tunjukkan rasa hormat anda atas pilihannya untuk tidak menjawab).
3. Adakah kesalahan kepada Allah yang selalu anda lakukan dan sampai hari ini belum anda mintakan ampun kpada Allah? Kalau boleh tahu kesalahan apakah itu? (Begitu juga yang ini)
4. Seberapa sering anda ingkar kepada Allah terutama kalau sedang sendirian? Dalam bentuk apa keingkaran anda itu? (Begitu juga yang ini)
5. Tolong ceritakan bagaimana hubungan anda dengan Allah saat ini
6. Dalam seminggu terakhir, Berapa kali anda gagal mengikuti shalat fardhu berjamaah sesudah adzan berkumandang? Kenapa?
7. Dalam seminggu terakhir, Berapa kali anda gagal membaca Quran minimal 50 ayat per hari? Kenapa?
8. Dalam seminggu terakhir, Berapa kali anda gagal bangun shalat malam/ tahajjud?
9. Dalam seminggu terakhir, Berapa hari yg anda lewatkan tanpa bershodaqoh atau berinfaq untuk orang miskin dan sabilillah?
10. Tolong sebutkan 5 langkah pertama dan yang akan anda lakukan secara istiqomah untuk membangun rumah tangga yang taat kpada Allah dan Rasul-Nya? Kenapa anda memilih ke-5 langkah tersebut ? Bagaimana cara anda melaksanakannya?
11. Saya mau buka rahasia. Sebenarnya, saya sudah memiliki seorang laki-laki yang sangat saya cintai. Orangnya kalem, pintar, ganteng, dan sangat sopan. Hanya kepada dia saya memberikan cinta saya lebih dari kepada lelaki lain. Bersediakah anda mengizinkan saya melanjutkan cinta saya kepada lelaki ini, kalau anda suami saya? (Biarkan dia salah tingkah dulu. Mungkin juga dia akan menjawab secara emosional. Perhatikan mimic wajahnya, wajah seperti itulah yang akan anda lihat setiap kali kelak anda bertengkar dan mengingatkan dia dengan ayat Allah atau hadist Rasulullah. Setelah anda merekam mimic wajahnya, barulah anda katakana…)laki-laki itu bernama Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam. Bagaimana caranya supaya saya semakin mencintai beliau, lebih dari saya mencintai suami saya?
12. Apa saja rencana anda dalam menghidupkan sunnah nabi Muhammad Shallallohu ‘alaihi wa sallam dalam rumah tangga yang akan anda bangun? Bagaimana anda akan melaksanakannya?
13. Ada 3 hal yg insyaAllah akan selalu saya perbaiki dalam diri saya secara bersungguh2 sampai saya mati yaitu ibadah, ilmu dan ‘amal shalih saya. Apa saran anda untuk saya?
14. Tentang Ibu anda, ceritakan sebanyak mungkin hal penting yg menurut anda perlu saya ketahui tentang beliau?
15. Sejak anda dewasa, pernahkah anda membuat beliau sangat marah? Apa sebabnya? Apa yg anda lakukan setelah itu?
16. Dalam seminggu terakhir, berapa kali anda mencium tangan dan memeluknya dengan mesra? Kalau anda tinggal kota dengan beliau, berapa kali anda menelponnya dalam seminggu terakhir? Apa kata2 yang paling sering anda sampaikan ke beliau sebelum anda menutup telepon?
17. Jika Ibu anda melakukan kesalahan, apa yg anda lakukan utk mengingatkannya?
18. Menurut anda, adakah hal tertentu dari ibu anda- apakah itu perkataan maupun perbuatan- yang sangat mempengaruhi cara anda memperlakukan wanita, terutama kelak isteri anda? Apakah itu? 19. Jika kelak terjadi pertengkaran atau ketegangan antara Ibu dan isteri anda, apa yg akan anda lakukan? 20. Tentang Ayah anda, ceritakan hal2 penting yg menurut anda perlu saya ketahui ttg beliau?
21. Apa saja yg menurut anda bisa menghancurkan sebuah hubungan suami isteri? Apa rencana anda untuk menghindarinya?
22. Apa saja menurut anda bisa menggagalkan sebuah rumah tangga dalam menghasilkan anak2 yg shalih? Apa rencana anda utk menghindarinya?
23. Ttg mencari nafkah, kalau pendapatan ekonomi RT anda kurang memadai, jenis pekerjaan apa yg sebaiknya dilakukan oleh isteri anda utk membantu mencari nafkah?
24. Ta’adud ( menikahi lebih dari satu isteri) merupakan salah satu aturan Allah yg Maha sempurna, berikut syarat dan akibat2nya baik utk laki2 dan perempuan. Apa pandangan anda ttg ta’addud?
25. Bagaimana mati yg anda inginkan? Apa rencana2 anda utk itu?
Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala membuka segala sesuatu yang paling mendasar, untuk anda ketahui tentang dia, lewat pertanyaan-pertanyaan diatas. Tetapi ada satu hal kecil yang perlu anda lakukan sebelum anda bertemu dia. Pergilah kedepan cermin, pandangilah bayangan mata anda, lalu tanyakan satu persatu pertanyaan diatas tadi kepada diri anda sendiri, dan jawablah dengan jujur.

Untuk calon suami dunia akhiratku

Duhai calon pemilik tulang rusukku, aku akan segera hadir dalam dinginnya malam dengan hangatnya jiwa. Ku tunggu hingga Ijab Kabul terucap dari lisanmu. Aku akan menjaga dalam harumnya semerbak dalam jiwaku, menunggu hingga engkau menahkodai bahtera kita. Ku kan berhijab dengan sempurna dengan tak selalu mengikuti arah arus angin yang berhembus.
 Duhai calon imam dalam sholatku, aku kan selalu hadir dalam cintamu kepada Allah, dengan sigap aku akan menghamparkan sajadah sebagai alas sujudmu, dengan hadirku sebagai makmum Insya Allah akan menyempurnakan sholat kita. Deru do’amu teiring “aamiin” dari lisanku.
 Dalam hening malam bulir air mata tak henti ku teteskan bercahayakan munajat doa.
 Duhai calon pemilik tangan gagah yang menolongku ketika aku terpuruk dan jatuh.. lindungi aku dalam perjalanan hidup kita, ketika engkau terluka kan kubalut dengan cinta jiwa yang merona, menyembuhkan segala perih dalam jiwamu.
 Duhai calon pengusap air mataku, sungguh engkau takkan rela calon bidadarimu ini menangis, usaplah lembut pipi kemerah-merahan ini agar tak menangis, dan kan kuhaluskan telapak kakimu dengan mencucikannya ketika engkau pulang dari berjihad.

Duhai calon ayah dari para mujahi-mujahidah kita, aku sebagai madrasah pertama sebagai sumber ilmu dari anak anak kita, kan kutanammkan ilmu agama agar mujahidah kita takut akan Rabbnya, santun pada kedua orang tuannya, menghormati orang-orang yang lebih tua. Akhlakul karimah yang baik kan kusisipkan dalam prilakunya semenjak kecil.
 Duhai calon nahkoda yang kan membawa keluargaku ke surga…
Mari kita hiasi rumah kita dengan cahaya cahaya iman…

Aku dalam diam sengaja tak menampakkan diri, agar engkau benar benar menemukanku dalam cahaya sujudmu
Aku tak banyak bicara karna aku takut ketika aku menyapa, engkau tepesona pada apa yang kuucap
Aku menunduk malu, tak berani menatap mata binar yang engkau miliki, karena aku takut dapat memudarkan imanku.
Temukan aku wahai calon imam dalam sujudku…
Aku menunggu lisan ijab darimu..

TIPS SABAR II : PERSEPSI DAN POLA PIKIR

Coba Anda renungkan, apakah Anda termasuk tipe orang yang sensitif (mudah marah) ataukah tipe orang yang berpikir positif?
Apa yang dibenak Anda ketika sedang dijalan ada orang yang berteriak (maaf) "Anjing!" sambil melihat Anda?
Jika Anda merasa tidak terima, artinya Anda adalah tipe orang yang sensitif, Anda merasa diremehkan dan dilecehkan bukankah begitu?
...Tentunya akan berbeda ceritanya jika Anda bisa berpikir yang baik contoh : ketika mereka berteriak seperti itu dihadapan Anda, (inilah saatnya Anda mainkan pikiran Anda sendiri, jangan terburu2 dimasukkan hati) Anda bisa menahannya dengan berpikir "ohhh... Anjing adalah hewan berkaki empat yang bersuara guk-guk (tanpa sempat berpikir lebih jauh, jika sampai Anda mempersepsikan Anda adalah Anjing, adalah kesalahan Anda sendiri)" atau secara spontan Anda bertanya2 pada diri Anda sendiri seperti "Mana Anjingnya?????" itu semua adalah persepsi dipikiran Anda, dan Anda pula lah yang mampu mengkontrol persepsi tersebut.
Begitu pula jika ada orang mencaci maki Anda.. Anda jangan jadikan diri Anda sebagai Obyek penderita melainkan jadikan diri Anda sebagai subyek,
contoh menjadi obyek penderita "Dia memaki-maki Saya (otomatis pasti akan timbul amarah)"
contoh sebagai subyek : "Saya sedang mendengarkan orang Curhat (maka tidak perlu sampai dimasukkan hati)"
Semua itu kejadiannya ada didalam pikiran kita, maka gunakanlah pikiran kita semau pikiran kita dan yang terbaik buat diri kita sendiri.

SABAR ITU INDAH DAN TAK TERBATAS!

Sebelumnya Saya ingin bertanya kepada Anda semua, Siapakah yang masih memiliki pendapat bahwa Sabar ada batasnya?
Nah, disini saya akan jelaskan sedikit wedangan tentang definisi SABAR versi Saya dan semoga berguna bagi saudara-saudaraku disini...
...Rasulullah SAW, telah memberi contoh bagaimana sabar itu, seperti yang diceritakan di suatu Hadist bagaimana kesabaran Rasulullah menghadapi seorang pengemis buta yang selalu menjelek-jelekan Beliau. Beliau setiap hari tidak henti-hentinya menyuapi makanan kepada pengemis buta itu sampai akhir umurnya.
disini ada pelajaran yang bisa kita ambil yaitu IKHLAS.

Sabar dan sodaqoh hakikatnya adalah sama, yaitu IKHLAS..
Lebih spesifiknya, kesabaran adalah IKHLAS pada TAKDIR yang sudah diberikan oleh ALLAH kepada kita.
Pernah ada beberapa orang berkonsultasi kepada Saya, mereka berkata "Saya sudah sabar pak, tapi... bla bla bla"
Mengungkit-ungkit bukanlah ciri-ciri orang yang IKHLAS, dengan kata lain dia belum bisa sabar.
Lalu bagaimana cara bersabar yang benar?
Pernahkah Anda dijahili oleh teman sekolah Anda yang pada saat itu, Anda benar2 marah? coba Ingat kembali kejadian itu sekarang.. jika sudah TIDAK ADA rasa Marah, seperti itulah Ikhlas/memaafkan.
Orang sabar ketika mendapatkan suatu kejadian yang tidak menyenangkan, dia selalu dapat melupakannya dengan cepat. Bukan berati tidak boleh marah, tetapi dengan cepat pula dia meredam emosi dan melupakannya. Rasulullah juga pernah marah, tetapi dengan cepat pula Beliau duduk dan tenang kembali.
Itulah Sabar, jika kita hubungkan dengan keimanan adalah Iman pada takdir!
Dalam berumah tangga, pasti banyak ketidak cocokan.. Itu pasti!
Semua kembali ke niat, Niat menikah Anda adalah IBADAH, dan jadikan KESABARAN ADALAH IBADAH juga!
Sekian dari Saya, saya minta maaf jika ada yang kurang berkenan dengan wedangan saya ini ^_^

WANITA CANTIK DAN SHOLEHAH

“Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah.” (HR. Ibnu Majah)


Setiap tanggal 21 April di setiap daerah di Indonesia, di kantor-kantor ataupun sekolah-sekolah disibukkan dengan kegiatan-kegiatan perlombaan untuk memperingati hari Kartini, salah seorang pejuang nasional pembebas kaum wanita.Mulai dari anak-anak sampai perlombaan untuk orang dewasa. Peragaan busana kebaya lengkap dengan konde di kepala, sambil berlenggang-lenggok di atas pentas, mereka bergaya bak Kartini muda.Itu diantara perlombaan yang kerap diadakan. Kartini sebagai pahlawan yang memperjuangkan emansipasi wanita,memperjuangkan bagaimana wanita bisa bebas dari kebodohan, punya hak yang sama dalam pendidikan. Ini semua bisa dengan tuntas kita baca dalam kumpulan surat-surat Kartini kepada kawannya,yang kemudian dibukukan dengan judul “Habis Gelap terbitlah terang”.

Apapun yang dilakukan oleh Kartini,ia sebenarnya hanya sedikit meneruskan apa yang telah diperjuangkan oleh Nabi Muhammad Saw belasan abad yang silam. Wanita di masa sebelum Islam hanya menjadi budak pemuas nafsu, dijajah, dihina dan disamakan dengan syetan (karena telah ikut membujuk Adam untuk memakan buah khuldi sehingga mereka dikeluarkan dari syurga oleh Allah SWT). Wanita tidak mendapat haknya, malah disamakan dengan barang sehingga bisa diwariskan dan diperjual belikan. Di tanah Arab, sang ayah akan malu bila istrinya melahirkan anak perempuan, sehingga mereka akan tega mengubur anaknya hidup-hidup. Lalu ketika agama Islam datang yang dibawa oleh manusia pilihan Nabi Muhammad, kedudukan wanita diangkat dan dimuliakan.

Hal ini bisa kita kita lihat dalam beberapa haditsnya : “ Sesungguhnya Allah mengharamkan padamu durhaka kepada ibu dan mengubur hidup-hidup anak perempuan.” (HR Bukhari) “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Saw sambil bertanya: Ya Rasulullah,siapa gerangan yang paling berhak aku pergauli dengan baik? Beliau menjawab: ibumu. Ia bertanya lagi, lalu siapa? Beliau menjawab: ibumu. Ia bertanya lagi, lalu siapa?Beliau menjawab: ibumu. Ia bertanya lagi lalu siapa? Beliau menjawab: bapakmu.” (HR.Bukhari dari Ab Hurairah) “Sesungguhnya syurga itu di bawah kedua kaki ibu.” (HR.An-Nasa’I dari Mu’awiyah bin Jahimah Al-Salami)
Kemudian di dalam Al-Qur’an, Allah membuat khusus dalam salah satu surah-Nya yaitu surat An-Nisa’, yang memuat diantaranya tentang pembagian warisan yang menjadi hak wanita.

Lihatlah! Betapa agungnya Islam yang memuliakan wanita, saudara kandung laki-laki. Wanita diberikan hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki dalam beribadah kepada Allah dan beramal sholeh, sehingga dijanjikan pahala yang sama-sama dengan laki-laki yang juga bertakwa dan beramal sholeh. “Siapa yang melakukan perbuatan yang baik, dari laki-laki dan wanita, dan dia itu beriman, niscaya Kami akan memberinya kehidupan yang baik, dan akan Kami balas mereka dengan pahala yang baik sebaik apa yang pernah mereka lakukan.” (QS.An-Nahl:97)

Wanita di masa Rasulullah juga ikut dalam majelis ilmu yang diadakan oleh Rasulullah. Mereka tidak segan-segan juga bertanya tentang permasalahan agama yang tidak mereka pahami. Begitulah posisi wanita yang telah diangkat dan dimuliakan oleh Islam. Apapun posisi dan kedudukan seorang wanita dalam pekerjaannya jangan sampai membuat fitrah kewanitaannya berkurang. Emansipasi yang digaungkan oleh yang bukan Islam, banyak membuat wanita kehilangan fitrah dan jati dirinya. Karena bagaimanapun seorang wanita sebagai seorang hamba Allah, dia punya hak dan kewajiban kepada Allah. Wanita juga ketika sebagai seorang istri, walaupun ketika dia bekerja, gaji atau posisinya lebih tinggi dari suaminya,tidaklah membuat wanita berubah menjadi pemimpin dalam rumah tangganya. Dia tetap harus memenuhi hak dan kewajiban sebagai seorang istri. Karena bagaimanapun kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan kaum laki-laki terhadap kaum wanita (baca selengkapnya di QS.An-Nisa’ ayat 34). Wanita dengan segala kelebihan dan kekurangannya juga adalah seorang ibu bagi anak-anaknya.

Wanita adalah perhiasan dunia, yang indah, menyilaukan dan melenakan siapapun yang melihatnya. Siapapun ingin menjadi wanita cantik yang mempesona. Sehingga banyak yang merubah penampilan aslinya. Yang kulit hitam berusaha memutihkan kulitnya dengan kosmetik pemutih, yang pesek ingin mancung, yang gemuk melangsingkan tubuhnya dan sebagainya. Karena dalam dunia iklan digambarkan yang cantik itu hanya yang berkulit putih, rambut digerai,tubuh semampai dan sebagainya. Lalu bagaimana dengan wanita yang diberi Allah kulit yang hitam atau yang gemuk atau yang wajahnya biasa-biasa saja? tak pantaskah ia diperhatikan? Tentulah tidak! Karena kecantikan bukan hanya yang terpancar secara lahir saja, kecantikan yang sebenarnya apa yang terpancar dari dalam batin seorang wanita.

Lalu bagaimana caranya agar seorang wanita bisa cantik batinnya? Yang pertama : Harus mempunyai keimanan yang tinggi kepada Allah. Berusaha untuk selalu mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Wanita yang senantiasa mencuci mukanya dengan air wudhu’ dan selalu memakai pakaian taqwa. Kedua : Mempunyai sifat sabar, penyayang dan mempunyai sifat malu Ketiga : Mempunyai kecerdasan bukan hanya IQ tapi juga kecerdasan Spritual dan kecerdasan Emosional. Yang Keempat: Wanita yang selalu menjaga kehormatan dirinya.

Memperingati hari Kartini tidaklah salah, namun jangan sampai setiap tahun kita hanya memperingati tanpa kesan untuk meneladani semangat Kartini. Menjadi wanita yang cantik lahir batin juga sholehah harus menjadi cita-cita setiap wanita. Karena wanita adalah tiang Negara, bila baik wanitanya maka baiklah bangsa dan negaranya.

Sebulan Penuh Mencari Jati Diri

Dalam mengarungi kehidupan maya ini, kita sebagai makhluk yang paling sempurna dari yang lainnya, memerlukan suatu masa untuk menyegarkan sekaligus merenungkan untuk memulai dan menata kembali alur dan arah kehidupan kita yang sebenarnya. Hanya saja, keidealismean masing-masing manusia dapat menyatukan dan pada saat yang sama dapat pula menceraiberaikan jalur menuju arah yang sebenarnya sama. Karena, cara dan mekanisme manusia dalam mencari jati dirinya cenderung diluar rel kebenaran, baik disebabkan karena hadirnya masa penyegaran yang terlalu lama, atau karena terlupa atas khitah perjalanannya, Tak pelak, segala macam perkumpulan dan persatuan yang ditata rapi merupakan bukti nyata betapa keidealismean manusia itu terarah pada satu jalur yang sama.

Maka, dalam waktu yang relative singkat dan masih dalam hitungan jari, masa penyegaran dan perenungan sekaligus penyucian jati diri akan segera kita hadapi, akan kita lakoni dan bahkan akan segera kita nikmati, yaitu masa di mana pintu surga dibuka dan masa ditutupnya pintu neraka, serta masa yang tidak diberikan kepada setiap insan, tak lain ia adalah Ramadan.

Ramadan adalah momen berharga bagi setiap insan, bukan hanya untuk membersihkan harta lewat zakat fitrah (Q.S. Alan'am: 141), namun juga penggemblengan jiwa melalui puasa sebulan penuh untuk selanjutnya dijadikan sebagai penataan karakter jati diri manusia. Sebab betapa sifat-sifat tidak terpuji seperti emosi, mengumbar kejelekan orang, mencaci maki bawahan dan sifat kurang hormat pada orang lain terbina secara otomatis oleh keadaan perut lapar, lemah badan dan mulut kering dari makanan serta lingkungan yang bermerk RAMADAN.

Aroma Ramadan senantiasa akan kita hirup di waktu siang dan malam yang menandakan kerahmatan dan keberkahan tidak hanya bagi orang beriman, namun juga bagi mereka yang berada di lingkungan di mana syariat islam dijalankan. Di waktu siang tanpa kita pungkiri, ketika emosi dan amarah sedang membelenggu, lingkungan akan bilang, "Pak … Ramadan… Ramadan, tidak boleh marah". Sementara di waktu malam, komitmen untuk menepati waktu terus teraplikasikan, karena tanpa menepatinya, shubuh tiba, perut kosong tanpa dukungan (makanan).

Itulah lika liku kehidupan dalam rangka mendidik jiwa, raga dan harta.

Dalam masa pendidikan itu, raga dan harta tidak bisa menjadi andalan, karena sebesar apapun tubuh manusia, tidaklah mudah mempertahankan perut yang hidup tanpa dukungan, bahkan sekaya apapun, harta tidaklah mudah untuk membangunkanmu di malam yang bisu itu. Maka kehadiran jiwa atau jati diri menduduki pada posisi utama guna menjadikan hati, raga dan harga berada pada rotasi kesinambungan.

Nah, dalam menciptakan masa pendidikan berkesinambungan, hal utama yang perlu dicari adalah jati diri. Jati diri adalah kunci utama, sedang yang lainnya bias mengikutinya, tetapi, apakah jati diri itu dan bagaimana cara menemu-kenali jati diri? Itulah yang hendak disampaikan oleh Vatsyayana, penyusun buku Kamasutra. Melalui refleksi yang dilakukan atas momen-momen dalam kehidupannya yang diperkuat oleh berbagai pemahaman tentang pentingnya karakter dan jati diri dari berbagai bacaan, ia tiba pada suatu kesimpulan bahwa proses pembentukan dan pengembangan karakter pada hakikatnya adalah suatu kebutuhan bagi setiap pribadi manusia yang menyadari eksistensi kehidupannya.

Menurutnya, ada empat upaya untuk menemukan jati diri, pertama, adalah kama (keinginan), keinginan kuat, tunggal untuk menemukan jati diri. Sebagai manusia, kadang segala keinginan kita terdorong oleh hawa nafsu, nafsu untuk menguasai manusia lain, nafsu untuk mengumpulkan dan memiliki berbagai kekayaan dan nafsu untuk mencari serta memperistri wanita idaman. Nah solusi yang ditawarkannya adalah kita harus mengklarifikasi segala keinginan kita, menulisnya dalam satu buku keinginan, dan selanjutnya menyandingkannya pada ajaran agama, untuk dideteksi kehalalan dan keharamannya.

Kedua, artha (makna atau arti), temukan makna dan arti hidup dengan cara pertama, yaitu mengklarifikasi segala keinginan dalam satu buku keinginan, selanjutnya mencari makna dan arti sebuah kehidupan. Jika harta adalah hasilnya, maka carilah harta dengan hasil klarifikasi point pertama, yaitu harta yang didapat sesuai dengan ajaran agama. Dan jika wanita juga menjadi arti kehidupan bagi anda, maka carilah wanita dengan hasil spesifikasi point pertama, yaitu wanita yang direstui oleh agama. Sebab sesugguhnya, harta yang didapat dengan cara biadab, tidaklah ada rasa kepuasan untuk menikmatinya, dan sesungguhnya wanita yang memberi makna pada hidup kita ialah wanita yang yang direstui oleh agama.

Ketiga adalah dharma (kebajikan). Dalam bahasa sufi di sebut syariat, pedoman perilaku. Pedoman perilaku inilah yang selanjutnya membersihkan jiwa manusia dari kekotoran budi pekerti, itulah dharma, jangan berbuat baik hanya karena kita dijanjikan sebuah kapling disurga, itu bukan kebajikan, tapi perdangangan belaka, jual beli berbuat baik tiak pelu di paksa.

Keempat adalah moksha, kebebasan mutlak, kebebasan mutlak berarti "kebebasan dari" sekaligus "kebebasan untuk". Kita bebas dari segala ancaman atau gangguan, sebagaimana kita bebas untuk berekspresi dan berkreasi. Artinya, manusia sebagai kholifah tuhan di muka bumi ini, diberi kepercayaan untuk sebaik mungkin menata dan melindungi bumi ini dari segala kerusakan untuk dijadikan bumi yang bersahabat, bukan bumi yang keramat.

Kama, artha, dharma dan moksha harus bertemu dan titik temu keempat upaya itulah tujuah hidup, itulah jati diri kita, titik temu itu adalah antara pasangan yang berseberangan, jangan mempertemukan kama dengan artha, karena kedua titik itu masih segaris, pertemuan antara kama dan artha itulah yang selama ini terjadi, kita hanya berkeinginan untuk mengumpulkan uang, mencari keuntungan dan menambah kepemilikaan.

Kama harus bertemu dengan moksha, itulah titik di seberangnya, berkeinginan utk meraih kebebasan mutlak. Kemudian, artha harus bertemu dengan dharma, carilah harta sehingga anda dapat berbuat baik dan pat berbagi dengan mereka yang kekurangan.

Sekali lagi, pemantapan dan pencarian jati diri di bulan suci ini adalah modal pembentukan dan pengembangan karakter yang pada hakikatnya adalah suatu kebutuhan bagi setiap pribadi manusia yang menyadari eksistensi kehidupannya.

Maka, kinilah saatnya, satu-satunya kesempatan bagi kita untuk dapat menjadikan bulan Ramadan ini penuh dengan pencarian jati diri, Selamat berramadan ria.

Hikmah Puasa Ramadhan

Takwa adalah buah yang diharapkan dan dihasilkan oleh puasa. Buah tersebut akan menjadi bekal orang beriman dan perisai baginya agar tidak terjatuh dalam jurang kemaksiatan. Seorang ulama sufi pernah berkata tentang pengaruh takwa bagi kehidupan seorang muslim; “Dengan bertakwa, para kekasih Allah akan terlindungi dari perbuatan yang tercela, dalam hatinya diliputi rasa takut kepada Allah sehingga senantiasa terjaga dari perbuatan dosa, pada malam hari mengisi waktu dengan kegiatan beribadah, lebih suka menahan kesusahan daripada mencari hiburan, rela merasakan lapar dan haus, merasa dekat dengan ajal sehingga mendorongnya untuk memperbanyak amal kebajikan". Takwa merupakan kombinasi kebijakan dan pengetahuan, serta gabungan antara perkataan dan perbuatan.

Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terhindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri dan sebagainya.

Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita menahan diri untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari, karena mematuhi perintah Allah. Begitu juga isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya ketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah SWT.

Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah: "Wahai orang-orang yang beriman" dan diakhiri dengan: "Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertakwa". Jadi jelaslah bagi kita bahwa puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketakwaan. Untuk menjadi orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama bulan Ramadhan: melatih diri dari menahan hawa nafsu, makan dan minum, mencampuri isteri, menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan umat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya. Rasullah SAW bersabda:"Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong kosong dan kata-kata kotor." (HR. Ibnu Khuzaimah).

Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan saja dapat membersihkan ruhani manusia, tapi juga akan membersihkan jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak pernah istirahat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat mengistirahatkan alat pencernaan lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan efektif.

Perlu diingat, ibadah puasa Ramadhan akan membawa faedah bagi kesehatan ruhani dan jasmani kita apabila dilaksanakan sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan, jika tidak, maka hasilnya tidak seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia belaka.

Allah SWT berfirman "Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf:31)

Nabi SAW juga bersabda "Kita ini adalah kaum yang makan apabila merasakan lapar, dan makan dengan secukupnya (tidak kenyang)."

Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi sesuai keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa mudarat kepada kesehatan kita. Bisa menyebabkan badan menjadi gemuk, efek lainnya adalah mengakibatkan sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Dengan demikian maka puasa bisa dijadikan sebagai media diet yang paling ampuh dan praktis.

Puasa tidak diwajibkan sepanjang tahun, juga tidak dalam waktu yang sebentar melainkan pada hari-hari yang terbatas, yaitu hari-hari bulan Ramadan, dari mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Karena, jika puasa diwajibkan secara terus menerus sepanjang tahun atau sehari semalam tanpa henti, tentu akan memberatkan. Begitu juga jika hanya untuk waktu separuh hari, tentu tak akan memiliki pengaruh apa-apa, akan tetapi puasa diwajibkan untuk waktu sepanjang hari mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam, dan dalam hari-hari yang telah ditentukan.

Selain keringanan dalam masalah waktu, Allah juga membuktikan kasih sayang-Nya kepada hamba dengan memberikan keringanan-keringanan yang lain, di antaranya kepada: orang sakit (yang membahayakan dirinya jika berpuasa) dan orang yang menempuh perjalanan jauh (yang memberatkan dirinya jika melaksanakan puasa) diperbolehkan untuk berbuka dan menggantinya pada hari yang lain, sesuai dengan jumlah puasa yang ia tinggalkan.

Dengan kalam-Nya Allah telah menegaskan kepada manusia, keutamaan puasa di bulan suci Ramadhan sebagai bulan keberkahan, dimana Allah memberikan nikmat sekaligus mukjizat yang begitu agung kepada hamba-Nya berupa turunnya Al-Qur'an.

Ayat-ayat Al-Qur'an juga menjelaskan betapa Tuhan begitu dekat dengan hambanya, Ia selalu menjawab do'a mereka di mana dan kapan pun mereka berada, tidak ada pemisah antara keduanya. Maka sudah selayaknya bagi seorang muslim, untuk selalu berdo'a, memohon ampunan kepada Tuhannya, beribadah dengan tulus-ikhlas, beriman, dan tidak menyekutukan-Nya, dengan harapan Allah akan mengabulkan semua do'a dan permintaannya.

Diriwayatkan bahwa sekumpulan orang pedalaman bertanya kepada Nabi SAW : "Wahai Muhammad! Apakah Tuhan kita dekat, sehingga kami bermunajat (mengadu dan berdoa dalam kelirihan) kepada-Nya, ataukah Ia jauh sehingga kami menyeru (mengadu dan berdoa dengan suara lantang) kepada-Nya?" Maka turunlah ayat: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. (QS. Al-Baqarah/2: 186)

Allah telah memberikan beberapa pengecualian bagi umat Muhammad dalam menjalankan ibadah puasa, seperti dibolehkannya seorang suami untuk memberikan nafkah batin kepada isterinya pada malam bulan Ramadhan, kecuali pada waktu I'tikaf di masjid, karena waktu tersebut adalah waktu di mana manusia seharusnya mendekatkan diri kepada Allah tanpa disibukkan dengan perkara yang lain.

Diantara hikmah puasa yang dapat dicatat juga adalah sebagai wijaa, perisai atau pelindung:
Rasulullah SAW menyuruh orang yang kuat "syahwatnya" dan belum mampu untuk menikah agar berpuasa, menjadikannya sebagai wijaa (memutuskan syahwat jiwa) bagi syahwat ini, karena puasa eksistensi dan subtansialnya adalah menahan dan menenangkan dorongan kuatnya anggota badan hingga bisa terkontrol serta seluruh kekuatan (dorongan dari dalam) sampai bisa taat dan dibelenggu dengan belenggu puasa. Telah jelas bahwa puasa memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam menjaga anggota badan yang nyata/dhahir dan kekuatan bathin. Oleh karena itu Rasulullah SAW bersabda "Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu ba'ah (mampu menikah dengan berbagai persiapannya) hendaklah menikah, karena menikah lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barangsiapa yang belum mampu menikah, hendaklah puasa karena puasa merupakan wijaa' (pemutus syahwat) baginya". (HR. Bukhari 4/106 dan Muslim no. 1400 dari Ibnu Mas'ud).

Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa surga diliputi dengan perkara-perkara yang tidak disenangi (seperti menahan syahwat dsb), dan neraka diliputi dengan syahwat. Jika telah jelas demikian, sesungguhnya puasa itu menghancurkan syahwat, mematahkan tajamnya syahwat yang bisa mendekatkan seorang hamba ke neraka, puasa menghalangi orang yang berpuasa dari neraka. Oleh karena itu banyak hadits yang menegaskan bahwa puasa adalah benteng dari neraka, dan perisai yang menghalangi seseorang darinya.

Bersabda Rasulullah SAW "Tidaklah seorang hamba yang berpuasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim". (HR. Bukhari 6/35, Muslim 1153 dari Abu Sa'id Al-Khudry. Ada redaksi lain yaitu telah bersabda Rasulullah SAW : "tujuh puluh musim", yakni : perjalanan tujuh puluh tahun, demikian dijelaskan dalam kitab Fathul Bari 6/48).

Rasulullah SAW bersabda "Puasa adalah perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka" (HR. Ahmad 3/241, 3/296 dari Jabir, Ahmad 4/22 dari Utsman bin Abil 'Ash. Ini adalah hadits shahih).

Dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda "Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah maka di antara dia dan neraka ada parit yang luasnya seperti antara langit dengan bumi".

Sebagian ulama telah memahami bahwa hadits-hadits tersebut merupakan penjelasan tentang keutamaan puasa ketika jihad dan berperang di jalan Allah. Namun dhahir/redaksi hadits ini mencakup semua puasa jika dilakukan dengan ikhlas karena mengharapkan ridha Allah SWT, ini sesuai dengan apa yang dijelaskan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam termasuk puasa di jalan Allah (seperti yang disebutkan dalam hadits ini).
itulah beberapa hikmah yang bisa dipetik selama ramadhan, semoga bermanfa'at.