Rabu, 06 Oktober 2010

MERAMUT HIDAYAH

Ketika Istri tercinta Rasulullah Siti Khadijah dan Paman Beliau Abdul Mutallib Wafat, pada waktu itu Rasulullah SAW sangat bersedih sekali, karena 2 orang tersebut adalah yang terdekat dengan Rasulullah yang menjaga Rasulullah ketika ada yang akan mengganggu, dan yang menghibur Rasulullah ketika beliau bersedih. Tahun itu disebutkan dalam shirah dengan ammul husni (tahun duka cita). Tapi yang membuat Rasulullah sangat bersedih bukan dikarenakan 2 orang yang beliau cintai ini meninggal, akan tetapi Paman beliau maninggal tidak dalam beriman/tidak mendapat hidayah Allah.

Dalam shirah kita lihat bagaimana reka ulang saat paman beliau akan menemuai ajal. Ditelinga  sebalah kanan, Rasulullah minta Paman beliau untuk mengucapkan dua kalimah syahadah “kalau paman mengucapkan kalimah ini (2 kalimah syahadah) maka la sholah, la zakah, la shaum wa la hajji, maka Paman akan masuk syurga Allah”. Tapi ditelinga sebelah kiri Abu Jahal juga membisikkan “ wahai Abdul Muthallib, jika engkau ucapkan kalimah tersebut maka engkau akan kami hapus dari para pembesar-pembesar Qurays” sampai kejadian ini berlangsung berulang-ulang kali sampai turun ayat al-qur’an surah al-qasshas ayat 56
Hanya Allah-lah yang dapat memberi hidayah kepada hamba-Nya untuk beriman
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
Hidayah adalah sesuatu yang sangat berharga karena hidayah adalah titik tolak seseorang itu masuk Islam. Kemudian dari situ berlanjut ke usahanya untuk mendapatkan iman serta lain-lain lagi yang ada di dalam ajaran Islam atau seorang Islam itu telah terbuka pintu hatinya untuk beramal maka dari situlah dia berusaha untuk mempelajari ilmu Islam dari sumber Al Quran dan Hadis serta mengamalkannya. Firman Allah dari surah An An'am ayat 125 yang bermaksud:
Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya[503], niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

Kalau seseorang yang belum Islam belum mendapat hidayah artinya hatinya belum terbuka untuk menerima Islam atau masuk agama Islam. Begitu juga seorang keturunan Islam jika hidayah belum dia dapatkan artinya hatinya tidak akan terbuka untuk beramal dan memperjuangkannya. Setelah berusaha mempelajari dan setelah hati terbuka untuk beramal maka setelah itu mungkin akan mendapat taufiq dari Allah Taala artinya apa yang diamalkan itu tepat atau selaras dengan kehendak Allah Taala maka akan sempurna Islam seseorang itu karena seluruh amalan telah bergabung di situ di antara hidayah dengan taufiq.

Bagaimanapun, hanya sebatas hidayah juga sudah merupakan satu anugerah yang sangat berharga dari Allah Taala yang Maha Pemurah, karena dari hidayah pintu hati telah terbuka untuk menjadi seorang Islam atau seorang Islam telah terbuka pintu hatinya untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran Islam. Oleh karena hidayah adalah satu benda yang berharga bukan semua orang mendapatkannya atau memperolehinya. Walau bagaimanapun untuk mendapat hidayah ada bermacam-macam sebab atau ada berbagai-bagai cara di antara satu orang dengan orang lain tidak sama. Di bawah ini saya berikan beberapa sebab seseorang itu mendapat hidayah, seperti berikut:

1  Mereka lahir di dalam keluarga yang beragama, maka mereka mendapat didikan secara langsung dan praktek dari suasana keluarga. Orang ini agak bernasib baik.

2.   Mereka yang begitu lahir telah Allah bekalkan kesadaran dan petunjuk. Dari kecil sudah suka kepada kebaikan dan kebenaran. Mereka terus mencari dan mengamalkan. Golongan ini sangat sedikit. Ini adalah pemberian Allah secara wahbiah.

3.  Orang yang di dalam perjalanan hidupnya terjumpa golongan atau kelompok yang beragama Islam dan mengamalkan syariat manakala dilihat kehidupan mereka begitu baik dan bahagiasehingga membuatnya mengikuti golongan itu.

4.   Orang yang senantiasa mencari-cari kebenaran, mereka senantiasa membaca, mengkaji, membandingkan serta melihat-lihat berbagai golongan dari berbagai-bagai agama dan ideologi serta bergaul dengan golongan itu maka akhirnya mereka bertemu dengan kebenaran itu.

5.   Golongan yang mendapat pendidikan Islam, mendengar ceramah agama, ikut kursus agama, menghadiri majlis-majlis agama maka sebagian dari mereka mendapat petunjuk dari mengaji dan mendengar itu.

6.    Golongan yang diuji oleh Allah, mungkin setelah kaya jatuh miskin, atau mendapat sakit parah, atau ditimpa bencana alam dan lain-lain lagi saat itu dia sadar dan insaf. Lantaran itu dia kembali mendekati diri kepada Allah SWT.

7.    Ada golongan yang mendapat kebenaran, karena Allah beri mereka pengalaman alam kerohanian seperti melihat di dalam mimpi alam barzakh, dia melihat orang kena azab, atau dia sendiri yang kena azab atau melihat Qiamat atau Allah perlihatkan kepadanya pohon bersujud, pohon bertasbih, dan lain-lain lagi hal yang ajaib. Selepas itu mereka pun kembali kepada kebenaran.
8.    Ada orang yang sadar setelah melihat ada golongan atau keluarga yang kehidupan dunianya begitu hebat, rumah besar, kaya-raya, kendaraan yang mewah, harta banyak tapi kehidupan keluarga itu senantiasa porak-peranda, krisis sering berlaku, kasih sayang tidak ada, masing-masing membawa keinginan sendiri, ukhwah tiada maka dari peristiwa itu mereka sadar dan insaf bahwa kemewahan hidup di dunia tidak menjamin mendapat kebahagiaan, apa lagi untuk di Akhirat kelak.

9.    Ada golongan yang mereka sendiri memiliki kehidupan mewah, serba ada, apapun yang diinginkan dapat, pangkat ada, banyak uang, namun kebahagiaan tidak dirasakan, hidup di dalam keluarga porak-peranda, lalu mereka insaf dan sadar akhirnya mencari jalan kebenaran.
10.   Ada golongan yang mendapat petunjuk karena ada orang yang soleh atau orang yang bertaqwa mendoakannya, lalu doanya dikabulkan oleh Allah, maka Islamlah dia seperti Umar Al Khattab yang mendapat petunjuk karena doa Rasulullah SAW.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar