Jumat, 03 September 2010

Suami Suka Memukul, Mungkinkah Berubah?

Tanya: Saya seorang ibu dari satu anak. Sebelum menikah, saya dan suami tidak menjalani proses pacaran lama. Hanya berkenalan selama sebulan, setelah itu kami langsung menikah.

Awalnya, suami terbilang pria yang pendiam dan penurut. Saat menikah suami masih kuliah tingkat akhir. Saya yang bekerja pada awal-awal kami menikah. Namun, ketika anak kami berusia 5, dan suami telah lulus kuliah serta dapat pekerjaan, tak tahu mengapa perangainya mulai berubah. Ia mulai sering marah-marah, memaki, dan sering main pukul.

Saya sempat masuk rumah sakit, karena sikap ringan tangannya. Tapi, meskipun begitu, suami tak peduli. Perilaku buruknya makin mnejadi-jadi. Ia mulai sering keluar malam. Ketika saya bertanya, ia malah maki-maki, dan berkata bahwa saya tidak punya hak untuk mengaturnya.

Sebenarnya, setiap akhir pekan suami selalu di rumah. Namun, tidak pernah ada komunikasi. Kami tak pernah mengobrol lagi. Bila saya ajak ngobrol, dia langsung berikan alasan kalau dia lelah dan ingin istirahat.

Apa yang harus saya lakukan sekarang? Apakah perilaku ringan tangannya bisa diubah? Bagaimana agar komunikasi antara kami kembali lancar?


Jawab:

Tampaknya, saat ini kondisi fisik dan mental Anda sedang lemah. Keinginan Anda agar suami bisa mengubah sikap ringan tangan, sepertinya agak sulit. Pasalnya, saat ini dia sedang merasa berada di atas angin, sehingga agak sulit untuk bisa mengubah sikapnya.

Untuk lebih baiknya, minta bantuan dari orangtuanya atau orangtua Anda. Ajak suami untuk berkomunikasi bersama. Minta suami untuk membuat komitmen baru di hadapan orangtua. Komitmen di sini, agar suami tak lagi main pukul.

Mungkin, cara ini memang tidak mudah untuk dipraktekkan. Tapi, Anda harus tegas terhadap suami. Tujuannya, agar dia bisa menyadari kesalahannya. Jangan pesimis. Segala kesulitan pasti ada jalan keluarnya. Selain usaha, Anda juga jangan lupa berdoa dan memohon petunjuknya. Dan, jangan lupa untuk berkonsentrasi pada kebutuhan dan keinginan anak.

Saran saya, sebaiknya Anda membuat visum pada kekerasan yang dilakukan suami. Itu sebagai bukti dan bekal untuk bisa lapor polisi jika Anda merasa tindakannya mengancam jiwa dan keselamatan Anda. Sebab, Anda juga harus memikirkan masa depan Anda dan buah hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar