Senin, 09 Agustus 2010

Bersegeralah terhadap Ampunan-NYA

Allah SWT berfirman:
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali Imran [03]: 133).

dengan bersegeralah kepada apa yang bisa mewajibkan adanya ampunan, yakni dengan taat kepada Allah dan mengikuti perintah-perintah-Nya. apa yang mewajibkan adanya ampunan dari Allah tidak lain adalah mengerjakan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya.

Ibnu Abbas r.a. yang menafsirkan agar bersegera kepada Islam, karena adanya ampunan itu disebabkan oleh adanya Islam. Sedangkan Ali bin Abi Thalib r.a. memaknai agar bersegera menunaikan berbagai kewajiban. Utsman bin Affan r.a. memaknai ayat itu dengan bersegera kepada keikhlasan. Abu Al Aliyah mengartikan hal itu bersegera kepada hijrah. Ad Dhahak dan Muhammad bin Ishaq mengartikan perintah itu agar bersegera kepada jihad. Ikrimah mengartikan perintah itu untuk bersegera melaksanakan seluruh ketaatan. Sedangkan Al Ashim mengartikan dengan bersegera bertaubat dari perbuatan riba dan berbagai dosa mengingat dalam ayat sebelumnya Allah melarang riba.

Dari uraian di atas jelaslah bahwa bersegera kepada ampunan maknanya bukan sekedar bertaubat mohon ampun kepada Allah SWT, tapi juga berbuat berbagai ketaatan, melaksanakan berbagai perintah Allah SWT dan menjauhi berbagai larangan-Nya.

Amalan-amalan yang mengantarkan kepada ampunan
Allah SWT dalam sejumlah ayat menyatakan bahwa ada amal-amal yang mengantar kepada ampunan. Misalnya, iman dan amal sholih mengantarkan kepada ampunan Allah SWT sebagaimana firman-Nya: Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia. (QS. Al Hajj [22]: 50).

Mengikuti Rasulullah saw. sebagai bukti cinta kepada Allah akan mendapatkan ampunan dari-Nya. Allah SWT berfirman: Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran [03]: 31).

Berhijrah, berjihad, maupun menolong orang-orang yang berhijrah juga merupakan amalan yang mengantar kepada ampunan. Allah SWT berfirman: "Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka Itulah orang-orang yang benar-benar beriman. mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia." (QS. Al Anfal [08]: 74).

"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar" (QS. Ash Shaf [61]: 10-12).

Dan bertobat serta mohon ampun kepada Allah jelas mengantar kepada ampunan-Nya. Allah SWT berfirman: "Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka Mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal." (QS. Ali Imran [03]: 135-136).

Demikian juga dalam sejumlah hadits disebutkan bahwa amal-amal sholih mengantarkan kepada pahala. Misalnya, sholat setelah wudlu mengantarkan kepada ampunan Allah SWT. Diriwayatkan bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidaklah seseorang berwudlu dengan baik lalu sholat, melainkan diampuni dosanya antara sholatnya itu dengan sholat lain hingga dia sholat” (HR. Imam Malik dalam al Muwattha’ Juz I/79).

Demikian juga shaum Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda: ”Siapa saja yang shaum Ramadhan atas dasar iman dan kesungguhan, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dalam Sahih Bukhari Juz I/67).

Mendirikan ibadah pada malam Ramadhan juga mengantar kepada ampunan. Rasulullah saw. bersabda:
”Siapa saja yang mendirikan ibadah di malam hari bulan Ramadhan dengan dasar iman dan penuh kesungguhan, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dalam Sahih Bukhari Juz I/65).

Demikian juga melaksanakan ibadah haji sebagaimana sabda Rasulullah saw:
“Siapa saja yang melaksanakan haji lalu tidak berbuat rafats (hubungan suami istri saat ihram) dan tidak berbuat fasik, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Tirmidzi dalam Sunan at Tirmidzi Juz 3/309).

Kesimpulan
Jelaslah bahwa dari makna ayat dalam penakwilan para mufassirin maupun penjelasan dari ayat Al Quran dan hadits-hadits Nabi saw. di atas bahwa bersegera kepada ampunan Allah SWT itu bukan semata-mata bertaubat dan beristighfar, tapi lebih luas dari itu adalah melaksanakan segala ketaatan kepada Allah SWT dalam bentuk berbagai amal sholih. Kreativitas kita sebagai umat Nabi Muhammad saw. ditantang untuk memunculkan berbagai bentuk aktivitas yang tak henti-hentinya dan tak bosan-bosannya merangkai berbagai bentuk amal sholih yang sudah ditunjukkan oleh Al Quran dan Sunnah Rasulullah saw.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar